Digital Marketing

Home/Digital Marketing

Digital Marketing Hotel 2016

Website yang enak dipandang memang akan selalu penting, tapi saat ini sekedar enak dipandang saja sudah tidak cukup lagi. Website bukan lagi sekedar brosur online, tetapi mesin bisnis yang menjadi mesin penyedot tamu untuk memesan, menginap, dan tentunya membayar. Website bukan lagi hanya sekedar instrumen digital marketing hotel, tetapi mesin uang utama, bahkan mungkin mesin uang satu-satunya.

Karena itu di tahun 2016 ini anda harus memastikan bahwa website hotel anda didukung oleh teknologi yang mumpuni supaya bisa menjalankan fungsinya dengan efektif.

Sebagai langkah pertama, segeralah lakukan inventarisasi mengenai fitur yang dimiliki website hotel anda dan tentunya tim yang mengelolanya. Anda harus benar-benar menguasai website hotel anda, jangan lagi menyerahkan kendali pada fihak ketiga.

Komponen Penting Website Hotel 2016

Pastikan bahwa anda bisa setiap saat meng-update konten website hotel anda, baik yang berbentuk teks maupun unsur-unsur multimedia seperti foto dan video. Anda harus dapat setiap saat, sewaktu-waktu, menambah, mengganti, dan menghentikan program-program promosi yang anda pajang di website. Lebih penting lagi, tim anda harus dapat menciptakan konten yang berkelas profesional untuk kebutuhan tersebut.

Sekarang banyak orang mengakses website tidak melalui komputer atau laptop tetapi melalui perangkat mobile seperti tablet dan smartphone. Untuk website hotel, kemampuan website untuk bisa diakses dengan baik oleh semua perangkat tersebut sangatlah penting. Harus anda ingat, setelah mereka meninggalkan rumah atau kantor, kemungkinan besar mereka hanya menggunakan perangkat mobile untuk mengatur perjalanannya. Bukan hanya website, back office juga sebaiknya dapat dioperasikan dengan mudah melalui perangkat mobile. Anda dapat memantau reservasi misalnya, bahkan saat anda tidak sedang berada di hotel.

Hotel anda mungkin diposisikan untuk melayani segmen pasar yang berbeda-beda. Akan sangat membantu jika website hotel anda memiliki kemampuan untuk dipersonalisasi secara khusus untuk segmen tertentu. Misalnya saja, mereka yang tertarik untuk melakukan pemesanan di hotel anda bisa sebuah keluarga yang sedang berlibur dengan anak-anak kecil, pasangan yang berbulan madu, atau perusahaan yang melakukan pertemuan penting di luar kantor. Ketertarikan mereka dengan hotel, fasilitas yang tersedia, bahkan daya tarik lingkungan tempat hotel berada tentu berbeda-beda.

Website anda harus mampu memaksimalkan tingkat hunian. Bagaimana website dan sistem back office anda mengelola pembatalan? Kalau sistem anda hanya membiarkan kamar yang pemesanannya dibatalkan tentu akan menimbulkan kerugian. Sistem anda harus dapat mendeteksi kejadian tersebut dengan segera dan memasarkannya kembali sehingga calon pemesan lain dapat menggunakannya. Kalaupun pemesanan yang dibatalkan tersebut sudah dibayar penuh dan pembayarannya tidak harus dikembalikan, kalau dapat dipesan dan dibayar (lagi) oleh tamu lain tentunya akan sangat menguntungkan.

Teknologi Digital Marketing Hotel 2016

Fasilitas-fasilitas seperti tersebut diatas sekarang sudah banyak tersedia. Harganyapun tidak lagi terlalu mahal sehingga dapat dijangkau dengan mudah bahkan oleh hotel-hotel kecil atau villa pribadi sekalipun. Saat anda memilih teknologi digital marketing yang akan anda pergunakan untuk tahun 2016 ini, pastikan sistem tersebut memiliki kemampuan-kemampuan berikut ini:

Website dengan Design Responsive

Design website responsive marujuk pada kemampuan sebuah website untuk dapat dilihat dengan nyaman melalui berbagai perangkat, baik layar besar seperti komputer dan tablet maupun layar kecil seperti smartphone. Terutama untuk produk-produk travel dan wisata seperti hotel, akses melalui smartphone semakin mendominasi. Sangat mudah difahami, terutama saat mereka sudah mulai meluncur keluar rumah, orang akan lebih cenderung mengakses internet hanya dari telepon genggam di sakunya.

Membuat website dengan design responsive memang lumayan rumit, tapi kalau website anda dibangun dengan basis CMS seperti Drupal atau WordPress, anda cukup mengganti theme dengan yang sudah memiliki spesifikasi responsive.

Konten yang Dipersonalisasi Secara Dinamis

Anda tentu senang saat jika saat melangkah memasuki sebuah restoran ternyata para pelayannya mengenali anda dan menyapa seolah-olah anda pelanggan lama yang sudah sangat mereka kenal. Lebih senang lagi kalau saat pelayan datang membawa menu, lalu anda hanya berkata “Yang biasa aja deh.” dan si pelayan sudah langsung tahu apa yang ingin anda pesan.

Sekarang teknologi memungkinkan anda melakukan hal yang sama pada pengunjung website. Mengenali pola belanja seorang pelanggan kemudian menampilkan produk-produk yang sesuai dengan seleranya saat dia berkunjung kembali ke website anda akan meningkatkan potensi konversi secara signifikan. Contoh yang bisa dengan mudah anda lihat adalah sistem yang bekerja sempurna pada website Amazon misalnya.

Mempertahankan Proses Booking yang Tidak Berlanjut

Mudahnya melakukan reservasi secara online tidak dapat dipungkiri juga membuat orang dengan mudah membatalkan proses reservasi, misalnya saja dengan tidak melakukan pembayaran sesuai instruksi. Sistem anda harus dapat mendeteksi situasi ini, misalnya dengan mengirimkan pengingat dengan menawarkan diskon atau hal-hal menarik lainnya.

Harus anda fahami, saat mereka mulai melakukan pemesanan hotel, artinya niatan mereka untuk berangkat sudah positif. Dalam hal ini biasanya mereka tidak melanjutkan proses reservasi karena mereka menemukan opsi lain yang lebih menarik.

Presentasi Kamar yang Menarik

Seringkali, website hotel memberikan informasi yang sangat terbatas mengenai kamar-kamar yang bisa dipesan. Padahal informasi lengkap mengenai hotel, fasilitas, dan lingkungannya bisa sia-sia karena kurangnya informasi mengenai kamar yang akan dipesan.

Jadi pastikan anda memberikan informasi selengkap-lengkapnya mengenai masing-masing kamar, bukan hanya sekedar harga dan fasilitas, tapi juga foto, video, bahkan review khusus menganai jenis kamar tersebut.

Portal Khusus Tamu

Biasanya kita merasa urusan sudah selesai setelah tamu melakukan reservasi dan membayar. Tapi ada banyak hal lain yang bisa membantu anda menjamin upsell. Misalnya, saat mereka datang, mereka bisa menginap di hotel kita tetapi pergi untuk spa di tempat lain meskipun hotel kita memiliki fasilitas spa.

Jadi buatlah sistem khusus untuk tamu yang sudah memesan. Alih-alih tawaran kamar misalnya, tampilkanlah aneka fasilitas tambahan, bahkan fasilitas tour yang bisa anda siapkan untuk tamu tersebut.

Integrasi Social Media

Anda bisa saja melakukan update kesana kemari setiap saat. Tapi akan jauh lebih mudah dan lebih menjamin akurasi jika sistem anda dapat secara otomatis mengintergrasikan update ke semua kanal social media hotel anda. Misalnya saat ada promo baru dan anda mengupdate data di back office, promo tersebut tidak hanya muncul di website tetapi juga langsug terkirim ke page Facebook, akun Twitter, dan lain-lain.

SEO Friendly

Pastikan bahwa sistem anda secara otomatis sudah membuat semua page baru memenuhi kaidah-kaidah SEO friendly. Akan sangat membantu tentunya kalau anda memasukkan promo baru di back office yang memunculkan banner di homepage lalu saat banner itu di click pengunjung akan dibawa ke landing page tertentu, landing page tersebut SEO friendly sehingga mudah terindex dan teranking di search engine.

Selain secara sistematis, tentu pengetahuan anda dalam content development yang SEO friendly akan sangat menunjang. Sebagai contoh, memberi judul “Diskon 50% untuk Deluxe Room”. Apakah judul tersebut SEO friendly? Coba bandingkan dengan misalnya “Diskon Hotel di Bali, Dapatkan Potongan 50% untuk Deluxe Room”. Anda bisa melihat sisipan keyword “Diskon Hotel di Bali” yang lebih mungkin dipakai orang untuk melakukan pencarian.

Real Time Availability

Pastikan bahwa semua kanal anda terintegrasi, baik kanal di front-desk hotel, berbagai OTA, travel agen, website, kanal-social media, dll. Dengan demikian lewat kanal manapun calon tamu melakukan pemesanan, data availability memang benar-benar akurat. Soal availability ini bukan hanya apakah kamar tertentu available atau tidak, tetapi juga menyangkut aneka program promosi.

Retargeting: Pengertian dan Manfaatnya

Salah satu instrumen digital marketing yang baru-baru ini semakin banyak dibicarakan adalah retargeting. Sebagai sesuatu yang relatif baru, tentu belum semua pemain digital marketing memahaminya apalagi menikmati manfaatnya. Memang kebanyakan kita cenderung untuk “wait and see” saat menghadapi sesuatu yang baru. Diam-diam mengamati, kalau terlihat banyak yang berhasil, baru ikut. Tapi kalau strategi seperti ini yang biasa anda ambil, anda akan ketinggalan momentum, karena anda baru mulai setelah penggunanya berjubel sehingga untuk mencapai keberhasilan sudah semakin sulit.

Berkut adalah pengertian dan manfaat retargeting yang ditulis oleh Joanna Lord dalam artikel yang dimuat oleh portal SEO terkemuka MOZ.com.

Retargeting Adalah?

Retargeting adalah salah satu instrumen pemasaran dimana kita membidik kelompok sasaran yang sebelumnya sudah pernah mengunjungi website kita melalui iklan berupa banner atau bentuk lain yang disajikan melalui jaringan presentasi (“display network”) iklan pada website.

Apa Beda Retargeting dari Iklan Lainnya?

Dengan retargeting kita hanya menyasar mereka yang sebelumnya sudah pernah mengunjungi website kita, sehingga setidaknya sudah pernah berinteraksi dengan kita secara online. Kita dapat menyasar mereka yang sudah pernah mengunjungi website kita, atau juga lebih spesifik, menyasar mereka yang sudah pernah mengunjungi bagian tertentu dari website kita. Sementara itu iklan digital biasa cenderung membidik kelompok sasaran baru, langkah awal dari serangkaian proses rumit untuk mengkonversi orang yang asing sama sekali menjadi cukup percaya untuk bertransaksi.

Metode Tracking Pada Retargeting

Retargeting dimulai dengan menempatkan “retargeting pixel” pada website kita, bisa seluruh website atau bagian tertentu pada website. Saat seseorang mengunjungi website atau bagian dari website yang dipasangi retargeting pixel tersebut, dia akan ditambahkan ke dalam kelompok yang dinamakan “audience”. Audience ini “ditempeli” cookie yang akan mengikutinya terus kemanapun dia menjelajah di dunia maya. Jika kemudian dia mengunjungi website yang termasuk dalam display network yang anda gunakan untuk program retargeting anda, iklan akan muncul sehingga dia bisa melihatnya.

Jika audience ini kemudian terkonversi dengan iklan yang disajikan, “burn pixel” akan otomatis mengeluarkannya dari audience. Satu sesi retargeting selesai. Tapi anda juga bisa memilih untuk kembali menandainya dengan retargeting pixel baru.

Sama seperti penggunaan display network lain seperti Pay Per Click (PPC), anda misa memilih website pada digital network yang menayangkan iklan anda. Kalau anda untuk suatu alasan tidak ingin iklan anda muncul di website-website tertentu meskipun website-website tersebut termasuk dalam display network yang anda pakai, anda bisa mengaturnya. Meskipun demikian, anda tidak bisa mengatur siapa saja yang melihat iklan, kecuali bahwa mereka sudah pernah mengunjungi website anda atau bagian tertentu pada website anda seperti dijelaskan tadi.

Anda bisa memilih kelompok audience terbatas, misalnya mereka yang sudah memilih produk yang anda tawarkan di website e-commerce anda dan memasukkannya ke dalam shopping cart tetapi tidak lanjut ke proses checkout. Anda jiga bisa memilih kelompok audience yang sangat besar, misalnya semua orang yang pernah berkunjung ke website anda. Sebesar atau sekecil apapun audience yang anda pilih, sejumlah pakar dan praktisi merekomendasikan retargeting sebagai metode yang sangat efektif.

Mengukur Efektifitas Retargeting

Evektifitas implementasi retargeting dapat diukur melalui dua parameter, “view through” dan “click through”. Click through dihitung saat audience meng-click iklan yang ditayangkan. Sementara view through dihitung saat iklan disajikan. Dari kedua angka itulah kemudian kita bisa terus menerus memantau dan menyempurnakan instrumen yang kita gunakan, terutama landing page, display network, dan iklannya itu sendiri.

Retargeting = Remarketing?

Google Adwords menawarkan bentuk retargeting melalui display network yang dimilikinya melalui program yang dinamakannya remarketing. Jadi jangan dibingungkan dengan kedua istilah ini. Remarketing adalah program retargeting yang ditawarkan oleh Google melalui platform Adwords.

Pada Tahap Apa Retargeting Dapat Dilakukan?

Anda tentunya sudah mulai memahami bahwa secara sederhana retargeting adalah memancing pengunjung website anda untuk datang kembali. Hal ini sangat penting karena biasanya potensi konversi kunjungan kesekian ini lebih besar daripada kunjungan pertama. Dalam bahasa sederhana kita bisa mengatakan bahwa mereka yang tidak terkonversi pada kunjungan pertama akan dipancing untuk melakukan kunjungan kedua. Bisa dilanjutkan terus, kalau kunjungan kedua juga tidak terkonversi bisa dipancing untuk kunjungan ketiga. Dan seterusnya, entah sampai yang keberapa.

Kalau kita melihat dari langkah demi langkah proses konversi – lazim dikenal dengan sebutan “marketing funnel”, retargeting bisa dimasukan pada langkah manapun. Tapi anda harus sangat jeli, retargeting pada masing-masing langkah bisa jadi membutuhkan landing page dan iklan yang berbeda. Untuk menjelaskan ini, penulis Joanna Lord memilih untuk menganalogikannya dengan corong es krim seperti pada gambar berikut.

implementasi-retargetingBeberapa Hal yang Harus Dipertimbangkan Dalam Implementasi Retargeting

Retargeting Adalah Instrumen Tersendiri – Untuk mempercepat proses, mugkin anda berfikir untuk menggunakan iklan, display network, dan landing page yang sudah ada, mungkin pernah anda buat untuk program lain. Perlu anda ingat bahwa retargeting menyasar audience yang berbeda dalam tahapan yang berbeda, karena itu juga memerlukan iklan dan landing page yang berbeda. Karena sasaran berbeda, instrumen berbeda, bahkan parameter pengukurannya juga berbeda, retargeting juga memerlukan optimasi yang berbeda pula. Jangan mengorbankan hasil yang seharusnya anda dapat hanya untuk menghemat sedikit waktu dan (mungkin) sedikit uang.

Retargeting Perlu Pendekatan Berbeda – Perlu diingat bahwa retargeting menyasar mereka yang sudah pernah mengunjungi website kita, artinya sampai tingkat tertentu mereka sudah cukup mengenal kita. Karena itu baik iklan maupun landing page sebaiknya juga bisa mengolah kedekatan itu.

Sesuatu yang Terlalu Pasti Kurang Baik – Meskipun retargeting dapat dilakukan berulang-ulang dan pada prinsipnya semakin sering mereka melihat kita melalui iklan akan membuat mereka merasa semakin kenal, para pakar psikologi marketing sepakat bahwa terlalu sering juga bisa malah menjadi kontra-produktif. Mereka sepakat bahwa yang paling ideal adalah antara 7-12 kali dalam sebulan.

Retargeting Menuntut Komitmen – Implementasi retargeting yang baik dan pada akhirnya dapat mencapai sasaran menuntut perhatian ekstra. Retargeting juga bukan sesuatu yang bisa memberikan keberhasilan instant. Untuk mencapai hasil optimal, perlu pemantauan dan optimasi berulang-ulang sampai ditemukan formula yang paling pas. Jika anda melakukannya dengan komitmen penuh, para praktisi mengatakan setidaknya perlu 3 bulan sampai anda mulai menemukan bentuk yang ideal.

Retargeting Perlu Uang – Tidak seperti SEO dan sebagian social media marketing, retargeting hampir bisa dipastikan memerlukan dana. Display network yang paling besar dan paling efektif untuk saat ini adalah Adwords, yang pemasangan iklannya memerlukan biaya yang lumayan. Kalau dilakukan dengan tepat dan karenanya mendapatkan hasil yang optimal, tentu akan menghasilkan keuntungan yang berlipat-lipat. Tapi artinya anda memang harus siap dengan uang di awal.

7 Trend Digital Marketing 2016

Tahun 2015 segera berakhir dan sudah waktunya kita melihat trend digital marketing 2016 yang akan segera datang. Sepanjang 2015 kita tentu melihat ada banyak perkembangan baru baik dalam ketersediaan fasilitas berteknologi tinggi dan pastinya perubahan perilaku manusia sebagai akibatnya, salah satunya interaksi di ranah digital yang terus-menerus memberi tantangan dan kesempatan baru dalam dunia marketing. Trend digital marketing merupkan salah satu hal yang mengalami perubahan sangat cepat.

Makin banyak kebutuhan manusia yang dapat dipenuhi melalui internet yang justru menimbulkan harapan baru akan lebih banyak lagi kebutuhan lain yang dapat dipenuhi dengan cara yang sama.

Bagaimana manusia bereaksi terhadap strategi dan teknik pemasaran juga terus berubah, membuat strategi dan teknik pemasaran semakin mudah menjadi kadaluwarsa dan ditinggalkan, dan pada akhirnya membuat kita yang berkecimpung di dunia digital marketing semakin dituntut untuk dapat melihat kedepan, memprediksi tren yang akan datang, dan mempersiapkan strategi, teknik, dan materi yang sesuai.

Berikut adalah 7 trend digital marketing tahun 2016 menurut sejumlah pakar dan praktisi digital marketing yang dirangkum oleh socialmediatoday.com.

7 Trend Digital Marketing 2016

1. Content Marketing Menjadi Primadona

content-for-digital-marketing

Untuk meraih sukses dalam digital marketing tahun depan kita benar-benar harus mengasah kemampuan kita alam menulis. Menyebarkan konten yang menarik dan bermanfaat melalui berbagai kanal digital merupakan cara paling efektif untuk meraih kepercayaan. Sepertinya konten yang informatif atau menghibur tetap menjadi yang paling banyak dibaca.

Melalui reaksi pembaca terhadap konten yang kita tulis kita bisa memahami keinginan mereka, menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan calon pelanggan memberi kita kesempatan lebih baik untuk meraih keuntungan pada akhirnya.

Data yang dilansir Content Marketing Institute menunjukkan bahwa bahkan untuk pemasaran B to B pun strategi yang diperlukan meliputi social media, disusul instrumen-instrumen lain yang juga melibatkan konten seperti materi pada publikasi bisnis, newsletter, serta artikel dan konten pada website baik dalam bentuk tekstual maupun multimedia. Kecenderungan ini menunjukkan bahwa media pemasaran masal seperti iklan TV dan radio semakin menurun efektivitasnya.

Jadi untuk tahun 2016 yang akan datang, sebaiknya anda fokus pada mempublikasikan konten yang bermanfaat untuk kelompok sasaran yang terdefinisi dengan jelas.

2. Diversifikasi Kanal Social Media Marketing

Sampai sekarang kebanyakan pemain lebih memilih untuk berfokus dengan portal social media tertentu. Banyak alasan yang dikemukakan, entah lebih mudah, lebih efektif, konversinya lebih tinggi, dan sebagainya. Penggunaan portal lain biasanya dihindari atau asal-asalan, dengan alasan sebaliknya, susah, kurang efektif, konversinya rendah, dan sebagainya. Padahal kalau dicermati, pasti mereka yang sukses dengan portal tertentu itu juga bisa melihat bahwa ada banyak pemain lain yang sukses dengan portal yang dihindarinya itu.

Ada banyak yang sukses dengan Twitter, tapi mereka yang memilih fokus dengan Facebook, menganggap Twitter kurang menguntungkan dengan berbagai alasan. Sebetulnya sih wajar saja. Kalau tidak serius menggunakan, pasti terasa sulit, karena tidak biasa. Kalau tidak serus menggunakan, pasti kurang efektif, karena engagement-nya juga rendah. Kalau tidak serius, konversi pasti rendah, karena kita tidak menguasai strategi yang efektif, sebuah penguasaan yang hanya bisa berkembang seiring bertambahnya jam terbang.

Offline, reputasi perusahaan anda akan lebih tinggi jika anda beriklan di semua stasiun TV alih-alih hanya di satu stasiun TV saja. Online juga demikian, reputasi perusahaan anda akan lebih baik jika anda hadir di semua kanal yang tersedia.

Ke depan, pastikan anda melakukan diversifikasi untuk mendapatkan manfaat maksimal. Tidak hanya portal-portal social media besar yang sudah lama bercokol seperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn, tapi juga yang lebih baru seperti Google+, Instagram, Tumblr, dan Pinterest. Beberapa portal baru popularitasnya melejit cepat dan menawarkan banyak inovasi yang dapat kita manfaatkan untuk berinteraksi dengan pelanggan dan calon pelanggan.

3. Kombinasi Teks dan Konten Multimedia

Peribahasa lama tetap berlaku sampai sekarang, satu gambar lebih “berbicara” daripada 1000 kata. Bayangkan kalau video yang biasanya terdiri dari setidaknya 24 gambar setiap detiknya, istilah teknisnya frame per second.

Banyak kanal social media sengaja berfokus pada konten multimedia, foto dan gambar seperti Instagram misalnya, dan video seperti Youtube. Sekarang pakar digital marketing semakin meyakini bahwa potensi foto, gambar, dan video jauh lebih besar daripada konten tekstual saja. Itulah yang membuat sekarang kita mungkin sering melihat pesan-pesan tekstual disajikan bersama gambar atau foto untuk memberikan penekanan lebih. Kita bahkan sudah mulai sering melihan pesan-pesan tekstual yang disajikan dalam bentuk gambar, infographic dan meme misalnya.

Teks mungkin memang akan tetap sangat penting, tetapi mengkombinasikannya dengan konten multimedia akan menjadi keharusan.

4. Sederhana

Orang sudah semakin muak dengan keramaian dan kesibukan. Mereka tidak lagi bisa menerima tambahan keramaian dan kesibukan di kepala mereka. “Males mikir!” mungkin ungkapan sederhana yang sangat tepat menggambarkan kondisi psikologis seperti ini. Kalau untuk menerima pesan-pesan pemasaran seperti iklan saja mereka harus memeras otak, mereka akan cenderung untuk melewatkannya.

Minimalis, termasuk dalam pesan pemasaran, sudah menjadi nafas dari banyak perusahaan terkemuka. Lihat saja Apple atau Google. Dan mereka terbukti sukses besar. Jadi tidak ada alasan kita tidak mengikutinya.

5. Go Mobile

Perkembangan teknologi perangkat mobile diimbangi semakin baiknya kualitas koneksi internet melalui jaringan seluler membuat semakin banyak orang mengakses internet melalui perangkat mobile seperti smartphone. Komputer dan laptop sepertinya semakin tersegmentasi pemakaiannya hanya untuk hal-hal yang serius dan benar-benar tidak dapat dilakukan melalui perangkat mobile.

Pernah melihat seseorang yang sedang bekerja dengan komputer sambil mengakses internet dan kanal social media melalui smartphone? Mungkin malah anda sendiri terbiasa melakukannya?

Artinya apapun yang anda sajikan di ranah digital harus bisa diakses dengan mudah melalui smartphone yang meskipun mungkin resolusinya sangat tinggi tetapi ukuran layarnya tetap saja jauh lebih kecil dibandingkan smartphone. Bahkan Google sekarang sudah mulai memberikan ranking lebih baik pada website yang mobile friendly untuk pencarian yang dilakukan melalui perangkat mobile.

6. Efektivitas Retargeting Semakin Meningkat

Data riset menunjukkan bahwa traffic yang terkonversi dari interaksi pertama hanya 2% saja. Retargeting membuat interaksi berulang dan karenanya meningkatkan potensi konversi.

Riset psikologi menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan calon pelanggan lebih tinggi bahkan kalaupun mereka hanya pernah melihat logo perusahaan anda sebelumnya.

Retargeting mungkin memang masih baru dalam dunia pemasaran termasuk digital marketing, tapi potensinya sangat besar. Karena itu mulailah mempelajari dan mengimplementasikannya karena retargeting akan menjadi bagian penting dari trend digital marketing 2016.

7. Interaksi Antara SEO dan Signal Social Media Akan Semakin Intens

Mungkin anda pernah mendengan sebagian praktisi yang mengatakan social media tidak berpengaruh pada SEO. Anda mempercayainya? Jangan! Kalau kita bicara link building, mungkin memang benar, link pada posting social media tidak diperhitungkan sebagai faktor yang mendorong peningkatan PageRank. Tapi memang fungsi social media bukan itu.

Social signal yang berpengaruh pada SEO adalah segalah hal yang menunjukkan perilaku pengguna social media terhadap website kita. Like, share, tweet, komentar, dan semua bentuk aktivitas di portal social media itulah yang penting.

Untuk lebih mudah memberi gambaran, mari kita bicara praktek. Menyisipkan link ke halaman web anda pada posting di Facebook tidak akan memberi efek apa-apa. Tapi kalau adan pemakai yang men-share halaman web anda, ceritanya akan lain. Kalau share tersebut banyak yang me-like, mengomentari, bahkan men-share lagi, ceritanya bukan hanya sekedar lain, tapi dahsyat.

Tips Digital Marketing untuk Travel

Internet telah mengubah banyak hal. Cara kits melakukan sesuatu saat ini sangat berbeda dengan saat internet velum memasyarakat. Cara kita berkomunikasi, cara kita menikmati hiburan, cara kita mencari informasi, cara kita berbelanja, termasuk cara kita mempersiapkan liburan seperti membeliĀ tiket dan memesan akomodasi.

Semakin hari semakin jarang orang yang pergi ke biro perjalanan wisata alias travel agent untuk memilih paket wisata. Sekarang kebanyakan orang lebih memilih untuk mencari dan memesan sendiri serta membayar langsung dari berbagai sumber. Dengan cara ini selain mereka bisa mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan selera pribadinnya, biaya juga bisa ditekan.

Tidak berarti celah bisnis untuk travel agent tertutup sama sekali, hanya saja memang sekarang konsumen semakin cerdas karena mereka bisa mendapatkan informasi tentang apa saja, kapan saja, dengan mudah dan cepat. Mereka lebih tahu apa yang meraka inginkan dan bagaimana cara memenuhinya dengan efektif, alias cepat dan murah. Dalam kondisi ini kalau travel agent masih ingin bertahan mereka harus ikut berubah.

Di sisi lain, para penyedia jasa dan fasilitas bisa dengan mudah terhubung langsung dengan konsumennya tanpa melalui perantaraan travel agent. Hotel, penerbangan, penyewaan mobil, dan lain-lain tentu harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Tanpa “didikte” travel agent mereka bisa menikmati situasi dimana iklim pemasaran dan penjualan lebih sehat dan menguntungkan.

Berikut ada 10 tips bagi para pemain di industry travel agar dapat memanfaatkan digital marketing dengan lebih efektif.

Atur Anggaran PPC Anda Secara Proporsional

Kebanyakan perusahaan mengalokasikan anggaran secara merata setiap bulannya. Bagi kebanyakan perusahaan, cara ini bisa saja ideal, tetapi tidak bagi PPC untuk travel dan jenis-jenis usaha spesifik di dalamnya. Perjalanan wisata yang merupakan sebagian besar dari bisnis travel sangat terpengaruh dengan musim. Anda perlu mempelajari kapan kebanyakan orang mulai mengatur perjalanan wisata mereka, pastinya memang tidak pada saat musim liburannya tetapi mungkin beberapa bulan sebelumnya.

Travel yang berhubungan dengan bisnis dan pekerjaan mungkin juga sedikit terpengaruh, misalnya mungkin perjalanan bisnis menurun menjelang akhir tahun saat kebanyakan perusahaan melaksanakan ritual “tutup buku” musim liburan tiba.

Membangun Hubungan Lebih Penting dari Sekedar Penjualan

Reservasi travel pastinya dipesan sebelumnya, bahkan sering kali berbulan-bulan hingga setahun sebelumnya. Tidak seperti barang yang dilihat bahkan dicoba dulu sebelum dibeli, pemesan travel juga tidak benar-benar tahu persis apa yang akan mereka dapatkan dari apa yang mereka pesan. Karena itu kepercayaan sangatlah penting. Apapun yang anda lakukan, seberapa besarpun diskon yang anda tawarkan, jika mereka ragu apakah perusahaan anda masih akan ada saat mereka datang untuk menikmati liburan yang mereka pesan, pastinya mereka akan berpikir dua kali.

Jadi jika anda ingin memanfaatkan digital marketing untuk travel atau usaha sejenis yang anda kelola, jangan lupa untuk tetap menjaga hubungan baik dengan pelanggan-pelanggan anda. Secara pribadi misalnya dengan email maupun secara terbuka misalnya melalui kanal-kanal social media.

Pancing Mereka Supaya Memberikan Review

Jangan lupa, sekarang orang cenderung mencari informasi sendiri alih-alih mendengarkan apa yang dijelaskan petugas di travel agent. Mereka Googling, membaca blog, forum, dan pastinya kanal-kanal social media. Review dari mereka yang sudah lebih dulu mengalami merupakan hal yang sangat esensial saat mereka mengambil keputusan.

Jadi jangan lupa untuk dengan cara-cara yang sopan mengundang pelanggan-pelanggan anda untuk menuliskan review.

Bersikap terbuka sangat penting, cara menghadapi review negatif bukanlah dengan menghapus atau menjawab dengan nada sama negatifnya. Justru tunjukkan bahwa anda peduli dengan keluhan pelanggan, dengan begitu anda justru dapat membalik keadaan, review negatif bisa dibalik menjadi “pamer” kepedulian anda terhadap keinginan pelanggan.

Dorong Siapapun untuk Membagi Konten

Pelanggan, blogger, atau siapapun, dorong mereka untuk membagi “review” secara visual melalui kanal-kanal digital mereka sendiri, website, blog, forum, social media. Foto dan video seperti kata-kata bijak, lebih nyata dari kata-kata. Dan percaya atau tidak, foto-foto amatir yang diambil para pelanggan dan pengunjung lain sering kali lebih diyakini sebagai sesuatu yang nyata dibandingkan foto yang dibuat fotografer yang mungkin sengaja anda sewa dan bayar dengan harga mahal untuk mendapatkan foto yang spektakuler.

Kelola Travel Blog

Apapun jenis usaha anda, selama berhubungan dengan industri travel, mengelola travel blog sangat penting. Jangan hanya terfokus pada usaha anda sendiri, karena travelling biasanya meruapkan pengalaman yang menggabungkan banyak hal.

Kalau anda mengelola hotel misalnya, jangan hanya bicara mengenai hotel anda sendiri, fasilitas-fasilitas yang tersedia, dan event yang secara berkala dilaksanakan. Buatlah blog anda menjadi travel blog yang sesungguhnya. Tampilkan informasi mengenai daya tarik di sekitar anda misalnya, bahkan mungkin destinasi-destinasi wisata lain yang bisa dicapai dengan mudah dari tempat anda.

Jangan lupa dengan pentingnya unsur visual. Menampilkan foto dan video dalam blog anda akan sangat membantu untuk menarik perhatian.

Jangan Sisihkan Affiliate Marketing

Website anda memiliki ranking bagus di Google? Anda punya budget besar untuk PPC? Anda tergabung dengan banyak OTA (Online Travel Agent)? Jangan lupakan affiliate marketing, misalnya saja travel blogger yang websitenya memiliki traffic yang besar.

Tunjukan Kepedulian di Ranah Digital

Salah satu hal yang sederhana tapi sangat berkesan adalah mengemas informasi yang sesuai dengan profil pelanggan anda. Misalnya saja, anda mengelola hotel dan mencoba melakukan up-selling, menawarkan informasi wisata pada pelanggan yang sudah memesan kamar. Alih-alih mengirim satu email atau newsletter yang sama pada semua orang, Ā perhatikan profil mereka dan berikanlah penawaran yang sesuai. Misalnya untuk tamu yang memesan kamar untuk 2 dewasa dan 2 anak, jangan bicara mengenai hiburan malam.

Kombinasikan Online dan Offline Marketing

Banyak orang beranggapan bahwa sekarang masanya online marketing, jadi memberikan fokus besar pada online marketing dan melupakan offline marketing. Keduanya saling melengkapi, alih-alih online menggantikan offline, online merupakan kanal baru yang berjalan berdampingan.

Jadi jika memungkinkan, kombinasi diantara keduanya justru akan memberikan efek yang dahsyat.

Website Harus Sederhana dan Intuitif

Sering kali kita hanyut dalam jargon design, ingin tampil beda tapi justru membuat website menjadi tidak intuitif. Misalnya saja, banyak yang berfikir bahwa sederhana itu indah, karena itu homepage websitenya hanya berisi kotak tempat anda menuliskan destinasi, baru dari situ keluar penawaran-penawaran yang sesuai. Selewat mungkin masuk akal, tapi jangan lupa, sebagian orang bahkan belum memutuskan akan kemana mereka berlibur.

Fokus Pada Long Tail

Untuk SEO, jangan jor-joran mengejar keyword pendek yang tingkat kompetisinya sangat tinggi sementara traffic yang dihasilkan meskipun mungkin besar tapi tidak fokus. Alih-alih ngos-ngosan mengejar posisi page one untuk keyword “hotel”, cobalah berfikir “hotel murah di Bali” misalnya. Traffic yang dihasilkan mungkin tidak begitu banyak, tapi konversinya pasti jauh lebih baik.

Mobile e-Commerce Adalah …

Perkembangan teknologi di ranah e-commerce memerlukan pembaharuan menyeluruh dalam infrastruktur yang kita kelola. Website toko online yang pernah populer selama sekitar satu dekade terakhir akan segera kehilangan pamornya jika tidak segera mempersiapkan diri dengan pembaharuan tersebut. Popularitas mobile e-commerce adalah keniscayaan dan tidak ada pilihan lain jika kita ingin bertahan selain terjun secara penuh ke dalamnya, salah satunya dengan menyesuaikan infrastruktur yang kita miliki dengan kebutuhan yang ada.

Kalau kita mau mendefinisikan dengan lugas dan sederhana, mobile e-commerce adalah aktivitas e-commerce yang dilakukan melalui perangkat bergerak yang juga dikenal sebagai mobile device, seperti smartphone dan tablet. Akhir-akhir ini diantara smartphone dan tablet ada juga menyelip yang sering disebut orang sebagai phablet. Sementara e-commerce sendiri tentu kita semua sudah tahu definisinya sehingga tidak perlu kita bahas lagi sekarang.

Beda Mobile e-Commerce dan e-Commerce Konvensional

Selintas mungkin memang merasa tidak ada perbedaan diantara e-commerce konvensional dengan mobile e-commerce selain dari perangkat yang digunakan untuk mengaksesnya. Tetapi jiga kita coba dalami lebih lanjut, ada perbedaan signifikan yang karenanya memaksa kita untuk merombak infrastruktur yang kita kelola.

Perbedaan pertama datang dari perangkatnya sendiri. Layar mobile device jauh lebih kecil dibandingkan dengan layar komputer, baik laptop maupun desktop. Meskipun teknologi saat ini membuat resolusi layar mobile device tidak kalah dibandingkan layar komputer yang ukurannya jauh lebih besar, “resolusi” mata manusia tidak bisa diubah-ubah. Jika website e-commerce kita dapat dengan mudah dibuka di layar komputer, di layar mobile device pastilah jadi sangat kecil. Supaya pemakai bisa tetap merasa nyaman, rancangan layout website kita harus disesuaikan.

Perbedaan lainnya datang dari perilaku konsumen. Jika menggunakan komputer baik desktop maupun laptop orang cenderung berada dalam keadaan diam entah di rumah ataupun di kantor, mobile device yang mungil dan selalu berada di dalam saku, dompet, atau tas tangan bisa dibuka dimana saja selama perangkat tersebut masih terbung dengan jaringan internet. Konsekuensinya waktu untuk mengakses mobile e-commerce juga berbeda dengan e-commerce konvensional.

Jika e-commerce konvensional biasa dibuka di kantor atau di rumah, mobile e-commerce justru lebih sering dibuka pada waktu-waktu “terjepit”, misalnya saat duduk di kereta dalam perjalanan ke kantor.

Strategi Mobile e-Commerce

Dulu handphone memang hanya berfungsi sesuai namanya, untuk bertelepon artinya berbicara jarak jauh melalui sambungan telepon, kalaupun ada tambahan, paling hanya SMS. Tetapi perkembangan teknologinya yang bergerak sangat cepat membuat segudang fungsi berjejal di perangkat mungil itu, dari memantau berita sampai memesan tiket pesawat, dari mencari lokasi secara akurat sampai memotret dan memamerkannya kepada teman dan relasi. Fungsi lain yang tidak kalah penting adalah berbelanja secara online.

Dengan jumlanya yang diperkirakan akan mencapai 2 milyar pada tahun 2016 nanti, tentu potensi bisnisnya benar-benar luar biasa.

Tim Jenkins, eksekutif e-Spirit, penyedia sistem CMS yang banyak dikustomisasi menjadi portal e-commerce yang mobile-friendly bagi perusahaan-perusahaan terkemuka dunia, menyarankan untuk menggunakan platform e-commerce yang terintegrasi, sehingga pengalaman berbelanja konsumen tetap konsisten melalui kanal manapun mereka masuk.

Pertumbuhan Mobile e-Commerce

Estimasi lembaga survey IDC mengatakan bahwa tahun ini, 18% transaksi belanja di dunia dilakukan melalui perangkat mobile, sementara angkanya di Amerika Serikat yang mewakili komunitas negara maju lebih tinggi lagi, 40%. Di Inggris lembaga riset CRR menyatakan bahwa pertumbuhan transaksi melalui mobil device berlipat antara tahun 2013 dan 2014, dari 15% menjadi 28%. Sementara itu perusahaan-perusaan yang gagal terjun ke dunia mobile e-commerce mengalami kerugian 6.6 milyar Pound Sterling hanya dalam satu tahun.

Karena itu memiliki strategi mobile e-commerce yang tepat sudah bukan lagi sebuah pilihan tetapi keharusan.

Ada juga laporan yang menyebutkan bahwa 15% konsumen saat ini menggunakan perangkat mobile sebagai alat utama dalam berbelanja, dan pengeluarannya cenderung cukup besar. Laporan lain yang dilansir IMRG menunjukkan bahwa mobile e-commerce memang benar-benar sudah mulai menggusur e-commerce tradisional dengan angka yang luar biasa, saat ini 40% transaksi belanja online dilakukan melalui mobil device dan kecenderungannya terus membesar.

Jelas bahwa transaksi belanja selama dekade lalu bergeser ke arah online, dan sekarang transaksi belanja online bergeser ke arah mobile. Pertanyaannya adalah bagaimana kita memanfaatkan fenomena ini.

Konten Universal

Saat kita menyiapkan konten, kita harus benar-benar mempertimbangkan supaya cocok baik untuk akses melalui komputer maupun perangkat mobile. Kondisi perangkat mobile yang mungil serta perilaku pemakai yang cenderung lebih terburu-buru saat menggunakan perangkat mobile perlu mejadi perhatian serius. Konten yang tidak nyaman dilihat di layar mungil atau memerlukan waktu lebih untuk memperhatikan dengan seksama mungkin membuat keputusan untuk melakukan pembelian menjadi terhambat.

Deskripsi yang terlalu panjang, spesifikasi yang terlalu detail, foto yang kurang jelas, video yang terlalu panjang merupakan beberapa kesalahan yang sering terjadi.

Jika website anda memiliki fungsi-fungsi yang relatif rumit dan agak menyulitkan saat dioperasikan melalui perangkat mobile, mungkin anda perlu mempertimbangkan untuk membuat aplikasi, karena aplikasi memungkinkan kita menyediakan fungsionalitas yang lebih rumit tetapi tetap cukup intuitif untuk digunakan.

Gunakan Platform yang Umum Digunakan

Keinginan untuk menjadi unik dan berbeda tentu bukan hal buruk, bahkan disitulah titik dimana kita selalu bisa menjaga keunikan untuk menarik konsumen kita. Tetapi dalam hal penggunaan teknologi, kita juga tidak bisa melepaskan diri dari pakem-pakem yang sudah ada. Memang kadang-kadang standar seperti ini diciptakan oleh fihak lain, kompetitor yang sudah terlebih dahulu ada di pasaran. Tapi sering kali kita akan lebih berhasil dengan mengikuti yang sudah ada sehingga pengguna merasa lebih nyaman menggunakan sesuatu yang sudah biasa mereka gunakan.

Kalau kita melihat contoh kasus sehari-hari, coba saja lihat mobil. Kalau suatu ketika kita membuat pabrik mobil baru dan memindahkan tuas lampu sen ke tempat yang berbeda, pengguna akan cenderung melihat perbedaan itu sebagai sesuatu yang tidak nyaman alih-alih inovasi yang membawa perbedaan.

Saat kita membangun website atau aplikasi komersial lain, pendekatan ini sudah selayaknya kita perhatikan. Beberapa hal kecil yang mungkin bisa digunakan sebagai contoh misalnya apakah menggunakan mekanik sign-up dan login sendiri atau menggunakan platform yang sudah ada seperti Facebook misalnya.

4 Tips untuk Strategi Digital Marketing yang Lebih Efektif

Kita potong kompas saja dan saya asumsikan bahwa kita sama-sama memahami bahwa dalam situasi saat ini, kita harus secara terus-menerus membangun dan menjaga engagement dengan konsumen. Untungnya teknologi dan aneka platform social media yang ada membuatnya menjadi lebih mudah dan karena itu peluang untuk membangun dan menjaga engagement dengan konsumen sangat terbuka.

Sayangnya kebanyakan justru mengambil langkah yang salah untuk memanfaatkannya. Untuk membangun engagement, kebanyakan pemain memilih untuk membuka dan mengendalikan pembicaraan, berusaha menentukan image, bahkan mengambil inisiatif untuk mengasumsikan keinginan konsumen. Padahal justru seharusnya strategi digital marketing saat ini harus mengambil pendekatan sebaliknya, memancing konsumen untuk membuka dan mengendalikan pembicaraan dengan memberinya kemudahan untuk menyuarakan pikiran mereka.

Lebih jauh, seorang praktisi bernama Robert Heheman menekankan bahwa membangun engangement tidak hanya sekedar merespon suara konsumen, alih-alih memikirkan bagaimana menyampaikan pesan pemasaran secara efektif, kita harus memberikan perhatian serius untuk membangun pengalaman secara menyeluruh.

Hegeman adalah Digital Creatif Director Siegel+Gale, perusahaan konsultan yang bergerak di bidang pengembangan branding global yang menangani klien-klien raksasa seperti HP, SAP, NBA, 3M, Four Seasons, Pfizer, dan lain-lain.

Contoh Strategi Digital Marketing yang Gagal

Hegeman memberi contoh kasus yang cukup menarik untuk menunjukkan bahwa saat ini, sebesar apapun upaya yang dilakukan, kalau sasarannya adalah menyampaikan pesan tertentu pada konsumen, keberhasilannyapun hanya sampai disitu saja, pesannya sampai pada konsumen, tetapi tidak mengubah cara pandang apalagi membuat mereka melakukan apa yang kita inginkan.

Airbnb dan HomeAway bergerak pada bidang usaha yang relatif sama, platform yang menghubungkan wisatawan yang mencari akomodasi wisata dengan para pemilik rumah, villa, apartemen, dan properti sejenis yang disewakan harian. HomeAway yang baru berumur 3 tahun berusaha menantang Airbnb yang sudah bercokol di pasar jauh lebih lama. Airbnb pertama kali memperkenalkan portal mereka pada tahun 2008.

Untuk mengejar dan menyalip Airbnb sebagai pemimpin pasar saat itu, HomeAway menggelontorkan dana jutaan dolar untuk menciptakan dan mengeksekusi strategi digital marketing yang sangat masif untuk menunjukkan pada konsumen bahwa mereka bukan hanya berbeda tetapi lebih baik dari Airbnb. Sementara Airbnb tetap mempertahankan keberadaan mereka dengan menciptakan pengalaman unik dan menarik bagi pemakainya, tanpa banyak berpropaganda.

Saat ini HomeAway mencatatkan kapitalisasi pasar sekitar 3 milyar dolar. Besar? Mungkin saja, besar sebelum kita melihat apa yang dicapai Airbnb sebesar 20 milyar dolar.

4 Tip untuk Strategi Digital Marketing yang Lebih Efektif

Setelah kita memahami apa yang seharusnya kita lakukan saat ini, berikut ada 4 tip dari Peter Gasca, kontributor majalah bisnis Entrepreneur, supaya strategi digital marketing yang kita kembangkan bisa lebih efektif menciptakan engagement yang berkesinambungan.

Prioritaskan pada Mobile Marketing

Sampai sekarang masih banyak perusahaan yang demikian bangga dengan website yang hebat tetapi tetapi ternyata sulit dipakai oleh mereka yang mengakses dengan menggunakan perangkat mobile seperti smartphone. Semakin memasyarakatnya perangkat mobile membuat semakin banyak orang mengakses website dengan menggunakan perangkat-perangkat tersebut, sehingga website yang hanya bisa diakses dengan nyaman melalui komputer, laptop atau desktop, akan semakin ditinggalkan.

Di sisi lain, perlu juga dicatat bahwa Google sekarang memberikan prioritas lebih tinggi pada website-website mobile-friendly khususnya untuk pencarian yang dilakukan pada smartphone. Sederhananya, jika orang mengakses Google untuk melakukan pencarian melalui smarphone, website-website yang tidak mobile-friendly rankingnya bisa jadi buruk meskipun dalam SERP pencarian melalui komputer rankingnya bagus.

Orang Tidak Suka Diganggu

Jaman dulu, mungkin orang masih bersedia dengan ramah menerima kunjungan sales yang mengetuk pintu rumah meskipun saat itu si pemilik rumah sedang asik tidur siang. Sekarang tidak lagi. Orang semakin sensitif dengan gangguan. Apalagi di ranah digital mereka tidak perlu merasa sungkan untuk menyingkirkan sesuatu yang dirasanya mengganggu.

Mencekoki mereka dengan propaganda searah justru akan membuat konsumen muak. Untuk menarik perhatian konsumen, pertahankan prinsip kesederhanaan dan pastikan anda memberikan nilai lebih pada mereka. Alih-alih tiba-tiba meluncurkan pesan propaganda, lebih baik diam dan perhatikan apa yang mereka lakukan, dengarkan pembicaraan mereka, dan hadirlah dengan solusi saat pembicaraan mengarah pada masalah yang mereka hadapi dimana anda memiliki solusinya.

To the Point ‘Aja

Jangan muter-muter. Apapun yang anda inginkan dari konsumen, sekedar mendengarkan informasi yang anda berikan, mendaftarkan diri pada layanan yang anda tawarkan, atau membeli produk yang anda jual, pastikan konsumen menangkap itu dengan jelas. Setelah mereka tahu apa yang anda inginkan, jangan lupa, anda juga harus memastikan bahwa itu dapat dilakukan dengan mudah, tidak berbelit-belit.

Jika apa yang anda inginkan itu membuat mereka harus mendaftarkan diri terlebih dahulu, berikan kemudahan dengan memungkinkan mereka mengunakan akun Twitter, Facebook, atau Google+ daripada harus mengikuti proses dari awal. Selain lebih aman, mudah, dan sederhana, kita juga bisa mendapatkan keuntungan dari efek viralnya.

Mobile: Hindari Aplikasi (Kalau Mungkin)

Jangan latah dengan membuat aplikasi mobile. Meskipun akses melalui perangkat mobile komposisinya semakin tinggi, tidak berarti kita harus membuat aplikasi mobile. Selain lebih rumit, digital marketingnya juga lebih sulit. Kalaupun tidak lebih sulit, setidaknya kita jadi harus melakukan digital marketing dalam 2 hal. Di sisi lain semakin banyak aplikasi akan membuat layar mobile device semakin penuh dengan icon dan pada akhirnya membuat orang berfikir menghapus sebagian atau setidaknya malas untuk menambah lagi. Kalaupun orang tetapi membiarkan aplikasi anda ada di dalamperangkat mobile-nya, mungkin iconnya sudah tersembunyi entah dimana. Nah soal yang terakhir ini apalagi, apa yang bisa kita lakukan untuk membuat “ranking”-nya naik?

Alih-alih membuat aplikasi mobile, lebih baik fokuskan perhatian anda pada mobile-friendly website.

Digital Marketing Adalah …

Saat melakukan riset keyword tanpa sengaja saya menemukan sesuatu yang menarik, ternyata sangat banyak orang melakukan pencarian dengan kata kunci “digital marketing adalah”. Yang membuatnya menjadi menarik adalah karena ternyata saat kita berdiskusi panjang lebar menganai strategi, taktik, kanal, dan hal-hal teknis lainnya, ternyata masih banyak yang justru masih belum benar-benar memahami apakah digital marketing itu sebenarnya, binatang apa, makhluk apa, seperti apa bentuknya, apa makanannya, ya begitulah kira-kira.

Nah jika anda termasuk salah satu yang masih memiliki pertanyaan itu di dalam kepala anda, tidak usah minder, anda tidak sendirian. Pertanyaan itu sebetulnya bukan hanya ada di benak kita orang Indonesia saja, dan untuk menjawabnya, seorang kolumnis digital marketing bernama Lee Odden melakukan riset sederhana melalui kanal sosial media, melempar pertanyaan mengenai apakah digital marketing itu. Dari hasil riset yang kemudian dipublikasikannya melalui website toprankblog.com ini kita dapat menyimpulkan bahkan mereka yang berkecimpung di dunia marketing dan digital marketing untuk perusahaan-perusahaan terkemuka sekalipun memiliki definisi yang berbeda-beda.

Odden sendiri berkeyakinan bahwa karena dunia digital marketing sangat cepat berkembang, jawaban atas pertanyaan itupun akan berbeda dari tahun ke tahun. Meskipun demikian sepertinya jawaban-jawaban yang didapat dari riset yang dilakukan tahun lalu itu masih tetap sangat relevan untuk saat ini.

“Digital marketing adalah marketing masa kini dan karena itu kita semua sekarang ini adalah digital maketer. Tidak bisa dipungkiri, semua taktik marketing yang ada saat ini memiliki unsur digital.” ~ Tami Cannizzaro, Vice President of Marketing, IBM.

“Digital marketing memanfaatkan perangkat elektronik untuk memberikan pengalaman yang dapat mempengaruhi keinginan orang untuk melakukan sesuatu. Definisi di atas pastinya memang terlalu menyederhanakan, karena sebetulnya digital marketing itu seperti puncak gunung es dari rangkaian upaya untuk mempengaruhi hasrat konsumen. Bukan hanya soal kanal untuk menyampaikan pesan, tetapi bagaimana pengalaman itu benar-benar dirasakan konsumen sebagai sesuatu yang nyata, melalui kanal apapun yang dipergunakan. Saat ini digital merupakan titik paling penting dalam menyentuh pelanggan, sayangnya dunia digital juga memungkinkan penggunanya untuk memilih sendiri apa yang ingin didengar dan dilihatnya, jadi kita tidak bisa hanya mencekoki mereka saja Dalam dunia dimana konsumen memiliki pilihan yang tidak terbatas, tugas kita sebagai marketer untuk memahami konsumen menjadi lebih menantang. Kita harus benar-benar pintar bermain tarik ulur, terlalu agresif bisa membuat konsumen menjauh, tetapi terlalu pasif mungkin tidak cukup bahkan untuk sekedar menyentuh mereka.” ~ Kevin Green, Executive Director, Marketing at Dell.

“Menurut saya digital marketing adalah cara kita sebagai marketer memanfaatkan media digital untuk mempengaruhi calon konsumen. Caranya bisa sangat beragam. Yang gratis seperti pencarian organik dan platform social media maupun yang berbayar seperti PPC, iklan pada portal social media, pemasangan iklan pada game, dan lain-lain. Tantangannya adalah kombinasi yang tepat antara pilihan platform, teknologi, dan taktik untuk menyentuh calon konsumen agar tertarik untuk melakukan apapun yang kita inginkan, membeli, membaca artikel, dan lain-lain.” ~ Simone Heseltine, Senior Director, Organic Audiece Development, AOL.

“Digital marketing adalah menarik perhatian konsumen dan calon konsumen melalui kanal digital, termasuk perangkat mobile dan platform social media, dimana aktivitas mereka dalam mencari informasi berkembang pesat.Salah satu strateginya adalah menyediakan konten berkualitas tinggi sehingga calon konsumen dapat mengambil keputusan yang tepat.” ~ Scott Gardner, Senior Vice President, SEO and Content Channel Lead, Bank of America.

“Saat kita menggunakan perangkat digital untuk menyentuh orang dengan konten yang kita buat, kita sedang terlibat dalam digital marketing.” ~ Becky Ewert, Content Marketing Strategist, Capella University.

“Departemen yang saya pimpin bertanggung jawab pada bidang yang sama, tapi namanya berubah terus dari internet marketing jadi e-marketing jadi e-productivity jadi ecommerce jadi interactive marketing sampai akhirnya jadi digital marketing. Pada dasarnya saya kira digital marketing adalah cara kita membangun hubungan antara prioritas bisnis perusahaan dan kebutuhan konsumen melalui cara yang fleksibel tapi terukur melalui perangkat digital.” ~ Ryan Arnholt, Director, Digital Marketing at Optum.

“Digital adalah marketing, mungkin kita bisa menyebutnya seperti itu. Karena pemasaran melalui kanal-kanal digital lebih dari sekedar menyampaikan pesan pada calon pelanggan, tetapi dapat terhubung secara penuh sehingga memungkinkan interaksi intensif yang pada akhirnya mendongkrak brand image kita.” ~ Rachel Marret, SVP Customer Engagement, Carlson Rezidor Hotel Group.

“Digital marketing adalah kerangka masif yang mengintegrasikan tiga elemen: manusia, proses, dan teknologi.” ~ Jon Orton, Director of Marketing & Operation, Uponor.

“Digital marketing bergerak dari konten berkualitan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Konten ini dilempar pada calon konsumen dengan cara yang sesuai keinginan mereka sehingga mereka tertarik untuk meneruskannya kepada teman-temannya. Jadi jangan terlalu grasa-grusu menjual. ~ Laurie Englert, Vice President Marketing, Chief Manufacturing.

Digital Local Marketing Indonesia

Beberapa tahun yang lalu, saat kita bicara digital marketing termasuk SEO, kita cenderung berfikir membawa produk kita di pasar global. Bayangkan saja, melalui digital marketing mereka yang berada di Amerika sana bisa menemukan untuk kemudian memesan produk furniture asal Jepara misalnya. Si bule tidak harus jauh-jauh bertandang ke Jepara untuk berbelanja, sementara si pengrajin juga tidak harus membuka showroom di Amerika atau sekurang-kurangnya memasang iklan di harian terkemuka Amerika semacam New York Times.

Tapi perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakan sekarang membuat ranah digital juga menjadi medium pemasaran yang sangat potensial untuk sebuah perusahaan menggaet pasar lokal. Trend dunia saat ini sudah mulai terjadi, local marketing Indonesia di ranah digital sudah mulai menggeliat dan tentunya sebagai pengusaha anda tidak boleh ketinggalan kereta.

Belum yakin?

Coba lihat beberapa angka statistik berikut ini. Ini memang statistik global, tapi di ranah digital yang penyebaran informasi bergerak sangat cepat, akan segera terjadi di Indonesia juga.

  • 4 milyar pencarian melalui desktop di Amerika setiap bulannya merupakan pencarian lokal.
  • 50% dari pencarian yang dilakukan melalui gadget merupakan pencarian lokal.
  • Berhubungan dengan angka di atas, saat ini pencarian melalui gadget menguasai pangsa sekitar 15-20% dan proporsinya terus bertumbuh.

Apa itu local marketing?

Konsep berfikirnya sangat sederhana. Kembali ke masa lalu, kita membuka search engine untuk mencari informasi yang cenderung global. Misalnya saja mecari informasi bagaimana caranya meng-install sistem operasi Windows. Sekarang untuk mencari sesuatu yang berada di sekitar kita, bukan hanya informasi tetapi juga sesuatu yang nyata seperti tempat, kita juga menggunakan platform-platform digital, termasuk search engine.

Misalnya saja anda berlibur di Bali. Begitu turun dari pesawat, anda membuka smartphone anda untuk mencari hotel di seputaran Kuta. Begitu menemukan yang sesuai dengan selera dan anggaran, anda melakukan pemesanan, baru kemudian menyuruh sopir taksi mengantar anda ke hotel itu. Setelah sampai di hotel dan beristirahat sejenak, anda kembali membuka smartphone anda untuk mencari restoran. Anda menemukan restoran menarik yang ternyata letaknya tidak terlalu jauh, jadi anda langsung meluncur kesana untuk mengisi perut. Karena dekat, tidak perlu naik taksi, cukup berjalan kaki saja.

Anda sedang berada di Kuta, lapar, dan mencari restoran untuk mengisi perut. Tentu yang anda cari juga restoran yang berada di seputaran Kuta. Kalau kejauhan nanti malah pingsan di jalan. Bagaimana tempat usaha anda bisa dengan mudah ditemukan saat orang melakukan pencarian lokal itulah yang dikenal dengan istilah local marketing.

Untuk siapa local marketing?

Hotel dan restoran seperti yang disebut dalam contoh kasus tadi akan sangat terbantu dengan local marketing digital. Tapi tidak terbatas dengan itu saja, bisnis-bisnis lain yang lokasinya jelas juga akan sangat terbantu. Misalnya saja anda dalam perjalanan mudik ke Surabaya. Sampai di kawasan Semarang mobil Ford Fiesta yang anda kendarai mogok. Tentunya yang paling mudah anda akan membuka smarphone dan mencari “bengkel Ford di Semarang”. Contoh-contoh kasus lain bisa dengan mudah anda temui dalam kehidupan sehari-hari.

Kanal Digital Marketing

Kalau anda sudah menyadari pentingnya local marketing digital, mungkin anda mulai berfikir, kanal apa yang paling efektif untuk menjangkau calon konsumen anda. Ada banyak. Search engine sekarang bahkan sudah terintegrasi dengan peta untuk membantu pemakai bukan hanya dalam menemukan informasi tapi juga memandu untuk sampai ke tempat yang dituju. Platform social media, karena disitu orang juga terhubung dengan informasi sangat relevan berupa rekomendasi dan cerita pengalaman orang-orang yang mereka kenal. Platform peta lokasi seperti Foursquare yang selain memberikan informasi dan review juga panduan peta digital.

Jangan lupa untuk memanfaatkan sejumlah platform digital yang relevan dengan jenis usaha anda, misalnya TripAdvisor untuk hotel, restoran, dan produk pariwisata lain.

Local Marketing di Indonesia

Saat ini pencarian local content secara digital sudah marak dilakukan. Dari yang sangat biasa seperti mencari restoran di kawasan wisata sampai sekedar mencari ATM terdekat. Sayangnya pemnfaatan digital local marketing oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia cenderung masih alakadarnya, bahkan banyak diantara pelaku usaha yang belum menyadarinya. Sebagai contoh saja, kebanyakan lokasi-lokasi di platform Foursquare dibuat oleh konsumen, bukan oleh pemilik atau pengelola usaha. Lucunya saat kemudian sudah eksis dan ramai dengan review, sharing foto, dll. pun sering kali pemilik usaha cenderung “nggak ngeh”, boro-boro terfikir untuk meng-claim dan mengelolanya dengan lebih baik.

Internet Marketing Terbaru Segera Hadir

Dari sisi visual mungkin setiap saat kita melihat perkembangan tren yang terus berubah dalam hal design website. Setiap hari kita melihat design website terbaru yang semakin memukau mata, selain lebih artistik juga lebih memanjakan pengunjung. Tetapi sadarkah anda bahwa secara fundamental, konstruksi website yang banyak kita lihat saat ini tidak ada bedanya dengan saat-saat awal perusahaan mulai menjejakkan kakinya di dunia maya pada medio 1990-an lalu?

Persoalannya sesungguhnya bukan hanya dari sisi websitenya saja tetapi dari sisi pengguna juga. Merasa bahwa konstruksi website yang ada saat ini sudah sangat familiar segingga dirasa nyaman dan mudah digunakan, kebanyakan orang tidak tertarik untuk berubah. Meraka merasa nyaman menjelajahi website seperti yang biasa mereka lakukan sejak lama. Kondisi ini membuat perubahan sulit terjadi. Banyak inisiatif design website terbaru kandas karena user lebih suka website kompetitor yang bekerja dengan gaya lama.

Meskipun demikian konstruksi website yang ada saat ini diperkirakan akan segera berganti karena berbagai alasan. Larry Alton, seorang kolumnis digital marketing terkemuka bahkan memperkirakan waktunya juga tidak terlalu lama lagi. Pada tahun 2020 yang akan datang, gaya lama itu akan kadaluwarsa dan digantikan dengan mekanisme internet marketing terbaru.

Apa Itu Website Tradisional?

Alton mendefinisikan website tradisional sebagai website yang banyak kita kenal saat ini, seperti yang sekarang dimiliki dan dikelola banyak perusahaan, instansi, juga individu. Website tradisional memiliki domain tersendiri, terdiri dari kumpulan halaman website berisi informasi, dan dapat diakses melalui alamat yang kita kenal sebagai URL. Website-website ini di-host secara mandiri dan diakses melalui browser, baik dengan menggunakan komputer dan laptop maupun perangkat bergerak.

Sementara itu halaman website yang ditempatkan pada portal yang dimiliki dan dikelola fihak ketiga seperti halaman profile pada Facebook merupakan hal yang berbeda.

Search Engine Mulai Menyisihkan Website Tradisional

Mayoritas pengunjung website datang melalu search engine. Saat mereka mencari sesuatu, baik itu informasi maupun produk, mereka akan membuka Google, menuliskan keyword, kemudian mengunjungi website yang muncul dalam daftar hasil pencarian. Sadarkah anda bahwa search engine itu sendiri sekarang mulai menyisihkan website-website dengan konstruksi tradisional dan memberi jalan pada mekanisme online marketing terbaru untuk tumbuh dan berkembang?

Beginilah cara search engine menyisihkan website dengan konstruksi tradisional:

Pertama: Google mulai menggiring pengunjung untuk tidak lagi menggunakan website-website yang berfungsi sebagai perantara. Google menuntun pengguna yang melakukan pencarian langsung pada perusahaan yang berhubungan dengan informasi yang dicari. Misalnya saja dengan menyajikan informasi langsung mengenai sebuah hotel melalui fasilitas Google Places, pengunjung tidak lagi harus mengunjungi website-website travel agen untuk memesan akomodasi. Sistem ini semakin hari semakin disempurnakan sementara cakupannya sendiri terus diperluas.

Kedua: Google lebih memperhatikan informasi yang didapat dari database dan aplikasi fihak ketiga daripada website perusahaan. Misalnya saja halaman Facebook sebuah perusahaan tertentu yang memiliki interaksi yang intens kemungkinan besar akan mendapatkan ranking yang lebih baik daripada website perusahaan itu sendiri.

Ketiga: Meskipun Google berusaha memberikan kesempatan yang besar untuk website-website baru yang dianggap merupakan sumber informasi berkualitas, secara logis usia website memang memiliki pengaruh kuat. Jika parameter lain memiliki nilai yang sama, umur website sangat berpengaruh. Katakanlah website A memiliki konten berkualitas yang diupdate tiap hari, umurnya sudah 10 tahun. Bandingkan dengan website B, kualitas kontennya kurang lebih sama, diupdate setiap hari juga, tapi umurnya baru 3 bulan.

Internet Marketing Terbaru

Tetapi pada akhirnya kebiasaan kita menggunakan internet semakin bergeser terutama dengan hadirnya perangkat bergerak yang kita kenal dengan sebutan mobile device, baik smart phone alias telepon pintar maupun tablet. Orang tidak lagi membuka browser untuk melakukan pencarian melalui search engine, apalagi menuliskan langsung alamat URL melalui browser. Dalam tatanan internet marketing terbaru, orang bahkan tidak lagi menggunakan browser.

Semua kebutuhan informasi digital diakses dengan menggunakan aplikasi. Lihat saja perkembangan aplikasi yang bisa kita unduh dan pakai melalui smartphone untuk melakukan banyak hal yang tadinya kita lakukan melalui browser seperti belanja online, pembelian tiket pesawat, reservasi hotel, dan sebagainya. Sementara di sisi lain akses informasi digital juga lebih banyak didapat melalui aplikasi fihak ketiga seperti portal sosial media.

10 Keahlian Digital Marketing Esensial

Popularitas digital marketing semakin moncer. Kalau dulu digital marketing digeluti mereka yang ingin berbisnis tetapi tidak memiliki cukup modal, sekarang bahkan korporasi besar pun mulai terjun lengkap dengan dukungan modal yang sering kali membuat terkaget-kaget. Selain potensi keuntungan yang tidak terbatas, sisi lain yang membuat daya tarik digital marketing sangat kinclong adalah kesan bahwa digital marketing itu mudah, tidak menuntut keahlian khusus yang membuat kepala botak hanya sekedar untuk mempelajarinya.

Memang tidak salah juga kalau digital marketing ini dianggap mudah. Istilah bule bilang “not a rocket science”. Keahlian yang diperlukan dalam dunia digital marketing memang tidak menuntut kita untuk menghabiskan bertahun-tahun duduk di bangku kulian seperti keahlian yang diperlukan untuk membuat mesin, membangun jembatan, atau menciptakan obat kanker. Tapi tidak berarti bisa benar-benar kita pandang enteng juga.

Digital marketing menuntut kita menguasai sejumlah keahlian, bukan hanya satu, yang sering kali tidak semua kita kuasai bahkan kadang bertolak belakang. Lebih menantang lagi, banyak keahlian-keahlian tersebut tidak ada sekolahannya. Lebih-lebih menantang lagi, begitu hingar-bingarnya dunia digital marketing akhir-akhir ini, pemain yang baru terjun sering kali justru dibuat bingung untuk menentukan keahlian mana saja yang memang benar-benar diperlukan dan karena itu harus dipelajari dan dilatih.

Berikut adalah 10 keterampilan yang penting untuk dikuasai pemain digital marketing menurut John Putnam seperti yang ditulisnya dalam artikel 10 “New Must” Have Skills for Digital Marketers yang diterbitkan searchenginejournal.com.

1. Menulis

Banyak pemain mencari mudah dengan membeli artikel dalam jumlah besar dengan harga semurah-murahnya dengan syarat yang sangat sederhana “lolos Copyscape”. Kalau tujuannya hanya sekedar lolos terindeks Google memang mungkin cukup-cukup saja. Tapi tujuan tulisan dalam pemasaran yang sesungguhnya adalah untuk dibaca. Bukan sekedar membaca, tetapi juga suka dengan apa yang dibacanya, dan tertarik untuk melakukan apapun yang disarankan dalam tulisan tersebut, entah membeli produk, mendownload e-book, atau hanya sekedar memberikan alamat email.

Bukan tanpa alasan kalau keterampilan menulis dijadikan nomor 1 disini. Menulis posting blog dan konten website tidak bisa dihindari dalam online marketing. Karena di atas keterampilan lain apapun, kemampuan untuk berkomunikasi secara tertulis dengan jelas dan persuasif, menjelaskan gagasan dan mengemukakan argumen merupakan sesuatu yang sangat esensial dalam marketing. Anda memilih podcast atau video? Tetap saja, podcast atau presentasi video yang baik dipandu dengan tulisan terlebih dahulu.

2. WordPress

Menguasai WordPress untuk online marketer saat ini mungkin sama mendasarnya seperti menguasai Microsoft Word pada jamannya dulu. WordPress sudah menjadi standar penulisan online dimana platform sejenis apapun mengacu pada WordPress sebagai patokan.

Digital marketing tidak bisa dipisahkan dari blogging, karena itu menguasai pengoperasian mesin blog paling dominan dan menjadi acuan sangatlah penting. Selain itu, semakin lengkap dan fleksibelnya sistem WordPress membuat banyak website komersial dibangun dengan menggunakan sistem ini sebagai dasarnya. Kalau anda ingin membuat website yang menarik dan mudah diupdate dengan cepat dan murah, WordPress jawabannya. Kalaupun anda membayar orang lain untuk membuat website tersebut dengan menggunakan mesin WordPress, mungkin anda tetap perlu mengisi dan mengupdate kontennya sendiri.

3. Edit Foto

Meskipun digital marketer bukan fotografer profesional yang harus bisa membuat pinggang Syahrini nampak lebih langsing, kemampuan melakukan editing sederhana pada foto sangat diperlukan. Cropping alias memotong foto untuk membuang bagian yang tidak menarik, meningkatkan saturasi warna supaya lebih menarik, mem-blur-kan bagian-bagian yang tidak ingin mengganggu perhatian, menambahkan tulisan di atas foto, menggabungkan beberapa foto menjadi satu, merupakan hal-hal kecil yang sering kali ingin anda lakukan sebelum memasukkan foto ke dalam website, blog, atau kanal sosial media yang anda kelola.

Tidak hanya dengan menggunakan laptop atau komputer besar, sejumlah fungsi editing foto juga dapat dilakukan melalui smartphone atau tablet dengan menggunakan aplikasi yang bisa anda download. Jangan anggap enteng, karena sering kali sentuhan kecil saja dapat membuat foto anda menjadi jauh lebih menarik.

4. HTML

Secara sederhana HTML dapat disejajarkan dengan Microsoft Word pada generasi-generasi awal sebelum diperkenalkannya sistem WYSIWYG. Anda diharuskan untuk mengapit bagian teks yang ingin ditampilkan secara khusus dengan “tag” tertentu. Misalnya jika anda ingin menebalkan kata atau kalimat anda harus mengapitnya dengan <b> … </b>, huruf miring dengan <i> … </i>, dan sebagainya.

Kebanyakan fungsi-fungsi ini sudah tertangani dengan baik oleh aplikasi-aplikasi yang anda gunakan sesuai fungsinya, misalnya WordPress untuk blogging dan manajemen konten website, MailChimp untuk pengiriman e-mail masal, demikian juga dengan portal-portal media sosial. Anda juga tidak perlu memiliki keahlian sekelas developer website. Tapi mengetahui fungsi-fungsi esensial dapat sangat membantu, misalnya memperbaiki sesuatu yang ternyata tidak ter-handle aplikasi sesuai yang anda harapkan.

5. Manajemen Email

Digital marketer sering kali memerlukan fungsi-fungsi tertentu yang tidak tersedia pada aplikasi e-mail standar seperti Microsoft Outlook, Thunderbird, atau platform-platform e-mail online seperti Yahoo Mail dan Gmail. Pengelolaan e-mail marketing biasanya menggunakan produk-produk khusus seperti MailChimp, Aweber, InfusionSoft, dan lain-lain, yang memiliki fungsi-fungsi e-mail marketing seperti pengelolaan database mailing list dan pengiriman email individual secara masal.

Anda membeli daftar alamat email dari penyedia tertentu, mengumpulkan alamat email melalui website anda, menawarkan produk gratis yang ditukar dengan alamat email calon pelanggan, kemudian anda mengirimkan penawaran tertentu pada mereka. Anda mengumpulkan alamat e-mail pelanggan yang sudah pernah membeli produk anda kemudian mengirimkan email pada mereka untuk menanyakan kepuasan mereka menggunakan produk anda. Dan banyak lagi yang anda bisa lakukan dalam fungsi e-mail marketing ini.

6. Google AdWords

Banyak calon pembeli memulai usaha mereka mencari sesuatu yang mereka perlukan melalui search engine, terutama Google. Kita semua tentu tau bahwa yang paling ideal adalah menguasai search engine secara organik. Tetapi kita juga tahu bahwa SEO itu makan waktu. Secara komersial mungkin akan lebih efektif untuk membayar saja melalui program “Pay Per Click”, setidaknya sampai nantinya SEO kita mulai menampakan hasil.

Sayangnya kalau kita kurang menguasai tekniknya, sering kali penggunaan AdWords yang merupakan program Pay Per Click milik Google, justru membuat kita kehilangan uang banyak tanpa mendapatkan hasil yang memuaskan. Karena itu penguasaan cara bermain AdWords yang tepat sangatlah penting. Bukan hanya bagaimana mengoperasikannya saja tetapi menggunakannya secara keseluruhan, dari mulai me-riset keyword sampai mengukur efektivitas.

7. Social Media Marketing

Saat ini ada banyak portal media yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Dari yang berfungsi umum seperti Facebook dan Google+, umum tetapi memiliki cara penggunaan berbeda seperti Twitter, penggunaan untuk kalangan khusus seperti LinkedIn, tempat berbagi media digital tertentu seperti Flickr dan Youtube, portal untuk minat khusus seperti Path, dan lain-lain.

Nah untuk memanfaatkan portal-portal tersebut untuk kepentingan pemasaran, kita perlu keahlian tersendiri. Kita juga perlu pendekatan yang berbeda karena portal-portal media sosial ini memiliki karakter pengguna berbeda. Selain itu, memanfaatkan kelebihanya dan mengeliminasi kekurangannya juga gampang-gampang susah. Calon pembeli mungkin lebih mudah diyakinkan jika teman-temannya memiliki pengalaman positif. Tapi sebagai tempat berinteraksi sosial, terkesan terlalu menjual juga bisa malah dijauhi.

8. Facebook Ads

Tidak bisa dipungkiri, Facebook merupakan portal media sosial paling populer. Siapa orang yang anda kenal tapi tidak punya akun Facebook? Soal umur, anak SD saja punya, bahkan anak baru lahir sudah dibuatkan akun Facebook oleh orang tuanya. Soal profesi, jangankan pekerja kantoran yang biasa pegang komputer, pembantu rumah tangga, kuli bangunan, tukang becak, semua main Facebook, karena untuk mengakses platform media sosial ini tidak diperlukan komputer, smartphone sederhana yang harganya hanya beberapa ratus ribu rupiahpun bisa.

Dengan pengguna aktif sebanyak itu, tidak sulit untuk menyimpulkan bahwa Facebook merupakan tempat jualan yang mengntungkan. Nah untuk para pedagang, Facebook juga memiliki fasilitas untuk beriklan. Susah gampang menggunakannya secara efektif sih setali tiga uang dengan AdWords, tapi ya banyak bedanya juga.

9. SEO – Search Engine Optimization

Meskipun banyak kanal baru bermunculan, seperti aneka portal social media, search engine tetap merupakan kanal yang sangat efektif. Salah satu alasannya adalah karena mereka yang mencari melalui search engine adalah mereka yang memang membutuhkan atau setidaknya tertarik. Bukan seperti iklan yang muncul di depan semua orang sementara yang kebetulan sedang membutuhkan mungkin hanya sedikit saja.

Ada AdWords yang memungkinkan kita untuk langsung dapat ranking tanpa harus menunggu lama dan berdarah-darah berusaha. Tapi ada biayanya. Bisa jadi lumayan besar tergantung kompetisi. Tidak ada jaminan kalau semua visitor yang kita peroleh dengan harga mahal itu kemudian membeli. Salah-salah malah tekor bandar karena keluar duit besar tapi nggak “konversi” alias mereka yang “dibeli untuk datang” itu ternyata tidak membeli.

Jadi untuk jangka panjang, SEO tetap merupakan salah satu instrumen digital marketing yang sangat efektif karena kita bisa mendapatkan aliran pengunjung berkualitas tinggi tanpa perlu keluar biaya sama sekali. Ya kecuali kalau SEO-nya dikerjakan orang lain. Atau untuk SEO beberapa fungsi kita pakai fasilitas berbayar.

10. CRO – Conversion Rate Optimization

Conversion rate ini merujuk pada konversi traffic (aliran pengunjung) menjadi pembeli. Karena di satu sisi kita menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan aliran pengunjung ke website tempat kita jualan, tapi kalau pengunjung itu tidak kemudian berubah menjadi pembeli, sia-sia semua usaha kita.

Sebagian fungsi CRO ada di dalam website itu sendiri. Misalnya tampilan website, foto produk yang menarik, deskripsi yang jelas, cara membeli yang tidak bertele-tele, dan sebagainya. Sebagian lain berada dalam operasi di belakang layar. Bagaimana kita menjawab mereka yang bertanya melalui email. Bagaimana pembelian segera ditangani dengan efektif. Dan sejumlah bagaimana-bagaimana lainnya.

Jasa Internet Marketing Indonesia

Internet marketing bisa dilakukan bleh sapa saja. Ilmunya bertebaran di dunia maya. Sementara itu yang lebih petting adalah mengimplementasikannya secara consisten sampai mendapatkan hasil. Tapi bagi sebagian orang yang waktunya lebih bermanfaat dipergunakan untuk fokus pada faktor-faktor yang lebih esensial dalam bisnisnya, menggunakan jasa internet marketing lebih relisais. Jika anda mencari jasa internet marketing Indonesia terbaik, coba kunjungi website http://artamaya.com

Jasa SEO Indonesia

Jika anda meluangkan waktu cukup untuk mempelajari SEO anda akan segera memahami bahwa SEO adalah pekerjaan yang menuntut kita meluangkan cukup banyak waktu secara terus menerus dalam jangka panjang. Sebagai pengusaha biasanya justru itulah yang sulit kita sediakan. Karena itu banyak perusahaan memutuskan untuk menyewa penyedia jasa SEO. Kalau anda tertaik untuk mencari penyedia jasa SEO Indonesia yang terpercaya, coba kunjungi website http://artamaya.com

Go to Top