Social Media

Home/Social Media

Manfaat Tiktok untuk Bisnis

Manfaat Tiktok untuk bisnis sering kali dianggap enteng oleh pengusaha, bahkan mereka yang cukup fasih dengan digital marketing sekalipun. Memang tidak bisa dipungkiri kalau demografi pengguna Tiktok terutama pada masa awal kemunculannya sangat mempengaruhi persepsi dunia usaha tentang platform yang popularitasnya baru meroket dalam satu atau dua tahun terakhir itu.

Tiktok memang merupakan portal media sosial yang digandrungi kalangan milenial muda. Saat orang-orang dewasa berusaha memahami apa menariknya Tiktok, anak-anak yang masuk kategori Gen-Z justru ketagihan. Jadi jangan heran kalau di dalam keluarga anak-anak atau keponakan anda ramai membicarakan Tiktok atau konten-konten yang mereka lihat di platform itu.

Tapi bagi kita yang fokus dengan pemanfaatan platform media sosial untuk pemasaran alias digital marketing, memahami keseruannya bolehlah disihkan menjadi prioritas berikutnya. Yang paling esensial adalah dimana ada keramaian, istilah digital marketingnya “crowd” disitu ada potensi viralitas. Makin besar crowd-nya, makin besar pula potensi viralitasnya.

Kalau kita bicara manfaat Tiktok untuk bisnis, landasan berfikirnya sama saja dengan memahami pentingnya portal social media lain untuk bisnis. Bahkan mungkin sama saja dengan bisnis konvensional. Dimana ada keramaian disitu kita berjualan. Pedagang rokok asongan saja faham koq, makanya mereka nyari gelaran layar tancep untuk menjajakan dagangannya.

Tiktok yang diluncurkan pada tahun 2016 ini baru benar-benar mulai menggeliat di akhir 2017. Dan sejak itu jumlah penggunanya terus meroket dan saat ini sudah mencapai lebih dari 1 milyar. Padahal Instagram yang sudah lebih lama hadir di jagat maya karena sudah berdiri sejak tahun 2010 saja jumlah pengguna aktifnya saat ini nggak sampe 1.4 milyar.

Artinya Tiktok memang fenomenal.

Tidak perlu diragukan lagi, Tiktok merupakan platform media sosial dengan tingkat pertumbuhan pengguna paling tinggi.

Jelas pasti banyak manfaat Tiktok untuk bisnis. Pertanyaannya apa dan bagaimana mendapatkannya.

Fokus Tiktok adalah konten video. Di awal popularitasnya, orang sering mengatakan kalau Tiktok itu Instagram tapi video. Karena saat itu Instagram memang Instagram hanya mengakomodasi foto saja. Belum mengakomodasi video. Belum bisa posting video, belum punya Reels.

Kunci keberhasilan Tiktok adalah bagaimana dia membuat kreasi video itu sangat mudah dilakukan para penggunanya. Bukan rahasia kalau mengolah video sangat rumit dan memerlukan software dengan dukungan hardware mumpuni. Penggunaan software editing video seperti Final Cut Pro atau Adobe Premier itu sangat rumit. Perlu belajar serius untuk dapat menggunakannya. Belum lagi penggunaanya menuntut sumber daya perangkat keras yang sangat besar.

Laptop “biasa-biasa” yang biasa dipakai untuk browsing internet atau melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan dengan Microsoft Office misalnya, pasti akan keteteran.

Tiktok memungkinkan penggunanya menghasilkan editan video menarik hanya dengan menggunakan smartphone berspesifikasi “biasa-biasa saja”. Ingat kata kuncinya disitu lho ya … MENARIK. Jadi jangan dicampuradukan dengan parameter-parameter kualitas seperti resolusi, efek sinematik, dan hal-hal sejenis lainnya.

Maanfaat Tiktok untuk Bisnis

Tapi manfaat Tiktok untuk bisnis tentu berbeda-beda, tergantung karakter usaha dan produk yang kemudian menentukan segmen pasarnya. Beda segmen pasar, beda cara komunikasinya, beda pula efektivitas kanal-kanal komunikasi yang digunakan untuk berhubungan dengan target pasarnya.

Salah satu hal yang paling menentukan efektivitas kanal pemasaran untuk produk perusahaan adalah demografi penggunanya. Demografi pengguna portal media sosial yang digunakan sebagai kanal pemasaran harus sesuai dengan demografi kelompok sasaran pemasaran produk.

Apakah produk anda cocok dengan Tiktok?

Sejumlah pakar mengatakan bahwa produk-produk yang cocok dipasarkan melalui platform Tiktok harus memiliki karakter sebagai berikut:

• Target pasar berada di rentang usia antara 16 sampai 30 tahun.

• Anda ingin memperluas cakupan audience bisnis atau usaha anda pada rentang usia yang lebih muda.

• Produk, jasa, layanan yang anda tawarkan memang cocok dikomunikasikan melalui video.

• Anda tidak keberatan usaha, merk, atau produk anda dipromosikan dengan “tone” yang terkesan “merakyat”.

• Anda suka bereksplorasi dengan sesuatu yang baru.

• Anda siap menginvestasikan waktu dan tenaga untuk mencoba platform dan konten baru.

Pada dasarnya Tiktok merupakan platform santai yang dapat digunakan untuk tujuan serius dengan hasil yang serius juga. Atmosfir santai Tiktok dapat membuat audience lebih mudah menangkap dan menerima pesan komunikasi yang kita sampaikan.

Adopsi Social Media Pada Perusahaan Besar Amerika

Riset membuktikan bahwa adopsi social media pada perusahaan besar sangat masif. Kita sering kali berasumsi bahwa penggunaan social media untuk kebutuhan pemasaran hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kecil berskala UKM yang memang tidak memiliki kekuatan finansial yang cukup. Dengan alasan itu, penggunaan social media untuk UKM menjadi realistis karena biayanya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan instrumen-instrumen pemasaran tradisional. Bahkan dengan tingkat kreativitas yang tinggi, banyak kisah sukses UKM menggunakan social media tanpa mengeluarkan biaya sama sekali.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Center for Marketing Research, sebuah lembaga riset pemasaran yang dikelola University of Massachusetts Dartmouth membuktikan bahwa asumsi tersebut salah besar. Riset yang dilakukan secara berkala setiap tahun ini menyasar perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam daftar Top 500. Daftar yang dikompilasi oleh majalah bisnis terkemuka Inc. Magazine ini memuat 500 perusahaan pribadi dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di Amerika Serikat.

Kesimpulannya adopsi social media pada perusahaan besar sangat tinggi. 88% perusahaan yang masuk dalam daftar Top 500 menggunakan setidaknya satu platform social media.

Riset ini menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan Top 500 intensif meggunakan platform-platform social media untuk hal-hal yang berkaitan dengan pemasaran. 88% menggunakan Facebook. 79% menggunakan Twitter. 53% menggunakan Google+. 48% menggunakan YouTube. 46% menggunakan Instagram. 30% menggunakan Pinterest. Merajai jajaran portal social media untuk penggunaan oleh perusahaan-perusahaan Top 500 adalah LinkedIn yang digunakan oleh 94%.

Adopsi Instagram Pada Perusahaan Besar

Kalau bicara pertumbuhan, ternyata dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan penggunaan portal social media pada perusahaan besar ini cenderung stagnan. Tetapi stagnasi ini tidak terjadi pada semua portal social media. Ada satu portal social media yang penggunaanya oleh perusahaan besar meningkat tajam. Adalah Instagram yang pada tahun 2014 hanya dipergunakan oleh 25% saja, tumbuh menjadi 32% pada tahun 2015, dan melonjak menjadi 46% pada tahun 2016.

Penggunaan Instagram pada Perusahaan Besar

Pertumbuhan penggunaan Instagram pada perusahaan besar ini sangat berbeda dengan portal-portal social media lainnya. Sebagai bandingan saja, penggunaan Pinterest oleh perusahaan besar Top 500 hanya meningkat 1% saja. Kondisi yang lebih buruk terjadi pada YouTube yang mengalami penurunan sebesar 2%. Sementara itu nasib Google+ lebih mengenaskan lagi, turun 11% dalam rentang waktu yang sama.

Facebook Tetap Perkasa

Dengan prosentase pengguna yang sudah cukup besar dari beberapa tahun lalu, dalam hal pertumbuhan Facebook memang tidak menunjukan peningkatan berarti. Tetapi efeknya masih dinilai paling signifikan. Riset yang sama membuktikan dibandingkan dengan portal-portal social media lain, Facebook menarik lebih banyak pengguna, memiliki jangkauan lebih luas, dan lebih mampu membawa perubahan pada golongan masyarakat yang disasar. Facebook juga paling kuat dalam hal menghasilkan traffic referral. Dan yang paling penting adalah konversinya juga paling tinggi.

Eksekutif-eksekutif Top 500 menyatakan bahwa Facebook merupakan platform social media paling efektif untuk kebutuhan mereka. Sementara Twitter merupakan yang tingkat efektivitasnya paling rendah terutama dalam membangun saluran-saluran untuk memacu penjualan.

Pemanfaatan Social Media Pada Perusahaan Besar

81% pemimpin-pemimpin perusahaan Top 500 meyakini bahwa aktivitas social media sangat penting bagi bisnis mereka. Sementara dari sisi manfaat, 94% dari mereka mengatakan bahwa social media merupakan kanal yang efektif untuk menciptakan brand awareness. Sementara itu 85% menyatakan bahwa portal social media juga efektif untuk membangun dan menjaga hubungan dengan pelanggan.

Hanya saja keyakinan tersebut juga tidak serta-merta menghapus kekhawatiran mereka. Ada sejumlah isu yang masih membuat keyakinan akan pentingnya adopsi social media pada perusahaan mereka sedikit terganggu. Keraguan terbesar mengarah pada return on investment. Maklum, di kelas perusahaan sebesar ini, saat mereka terjun ke social media, mereka melakukannya bukan karena gratis, tapi karena pencapaian. Mereka tetap akan menggelontorkan uang dalam jumlah besar. 59% diantara perusahaan-perusahaan ini belum yakin apakah ROI-nya positif.

Beberapa masalah lain diantaranya masalah sumber daya yang harus disediakan untuk operasi social media yang efektif (52%), banyaknya waktu yang diperlukan (52%), masalah privacy (42%), dan soal analytics yang mengarah pada kemudahan memantau parameter-parameter keberhasilan (41%).

Kesimpulan

  • Kalau penggunaan social media pada perusahaan-perusahaan besar di negara maju saja sudah sedemikian besar, bagaimana dengan pengunaan social media pada perusahaan anda sendiri?
  • Dengan tingkat efektivitasnya yang sedemikian besar, apakah penggunaan Facebook sudah maksimal?
  • Dengan tingkat evektifitasnya yang menurun, masihkan anda tergantung hanya dengan Twitter tanpa mengeksplorasi kanal social media lain?
  • Dengan pesatnya pertumbuhan penggunaan Instagram pada perusahaan besar, sudahkah anda terjun ke portal social media yang satu ini?

Referensi:
https://www.warc.com/LatestNews/News/US_businesses_rapidly_adopt_Instagram.news?ID=38228

 

 

Panjang Tweet Akhirnya Ditambah

Wacana mengenai penambahan panjang posting twitter yang dikenal dengan istilah tweet memang sudah sejak lama merebak, bahkan sudah menjadi kontroversi. Memang selama ini twitter membatasi panjang tweet pada angka 140 karakter saja. Sementara fihak twitter dan pendukungnya berpendapat bahwa sejalan dengan konsepnya twitter memang dirancang untuk pesan singkat, banyak pengguna menginginkan kebebasan untuk dapat mengekspresikan pikirannya dengan menulis sebanyak-banyaknya.

Kalau anda pengguna atau setidaknya pemerhati twitter, anda mungkin sering melihat twitter berseri, pesan panjang yang dipaksa disampaikan melalui twitter dengan dipecah-pecah menjadi sejumlah tweet. Tahu dong tokoh penting yang hobi banget main tweet berseri. Hehehe.

Mungkin secara teknis sebetulnya menambah batasan panjang tweet memang bukan masalah yang terlalu pelik. Toh meskipun akan menuntut kapasitas server tambahan karena isi masing-masing tweet akan jauh lebih panjang, tetapi isinya hanya teks. Tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan portal-portal social media lain yang selain memuat pesan-pesan tekstual juga memuat gambar, foto, bahkan video. Tetapi sepertinya para pendiri twitter tidak rela kalau konsep dasarnya berubah.

Akhirnya setelah cukup lama berputar-putar sebagai wacana, twitter memberikan jalan tengah dengan menambah batasan panjang tweet. Benarkah?

Antara ya dan tidak karena penambahan batasan panjang tweet tersebut juga selain tidak memungkinkan pengguna untuk bebas menulis pesan sepanjang apapun yang mereka mau, secara faktual batasannyapun tetap berada di angka yang sama, 140 karakter saja. Lalu apa yang berbeda sehingga banyak media memberitakan bahwa twitter menambah batas panjang tweet dan sejumlah pengguna menyatakan kegembiraanya, baik yang menginginkan kebebasan tanpa batas maupun yang menginginkan batasan tetap seperti dulu?

Kalau anda pengguna twitter tentu anda sering mengalami tantangan dalam membuat pesan sesingkat mungkin karena batasan yang sudah sangat terbatas pada angka 140 karakter itu harus terpotong saat kita menyisipkan URL, men-tag nama pengguna twitter lain, atau menyisipkan foto yang secara otomatis terkonversi menjadi URL juga. Memang kemudian ada fasilitas yang kita kenal dengan URL shortener yang dapat memperpendek URL sepanjang apapun menjadi hanya beberapa karakter saja. Banyak membantu, tetapi tetap saja satu URL yang sudah diperpendek dengan URL shortener-pun akan memakan sekitar 10-12 karakter.

Per tanggal 24 Mei 2016 lalu, twitter resmi menerapkan aturan baru dalam pembatasan panjang tweet. Angkanya tetap sama, panjang tweet maksimum tetap 140 karakter. Tetapi sekarang beberapa hal yang biasanya memakan tempat diperhitungkan sebagai tambahan, sehingga 140 karakter itu benar-benar khusus untuk menuliskan pesan anda. Tag pengguna twitter lain seperti @namauser tidak diperhitungkan, sehigga anda akan bebas men-tag berapapun teman pada saat anda membuat tweet.

Selain nama user dalam bentuk tag, nama file attachment dan URL juga tidak diperhitungkan. Ini benar-benar membawa angin segar. Praktisi sangat tahu bahwa tweet dengan gambar atau foto memiliki tingkat engagement yang jauh lebih tinggi. Perbedaanya sangat signifikan, 313% menurut statistik. Tetapi kalau kita menyisipkan satu URL (yang sudah diperpendek dengan URL shortener) dan satu foto, itu sudah memakan setidaknya 24 karakter, 17% dari batasan 140 karakter yang kita miliki.

twitter-menambah-batas-panjang-tweet

Keputusan ini akhirnya membantah sinyalemen – atau hanya sekedar spekulasi? – yang menyebut bahwa twitter akan menambah batasan panjang tweet dari 140 karakter menjadi 10.000 karakter. Dalam pernyataan yang di-tweet melalui akun pribadinya, CEO Twitter, Jack Dorsey memberikan sedikit penjelasan di balik keputusan twitter ini.

Social Media Menjadi Sumber Berita Utama

Kita semua pasti masih ingat saat beberapa tahun yang lalu bisnis koran dan majalah terpuruk karena media yang dipergunakan orang untuk mengkonsumsi berita bergeser dari cara tradisional, berupa koran dan majalah yang dicetak di atas kertas, ke media digital. Banyak koran dan majalah berguguran, bangkrut. Sementara yang bertahan lebih menggantungkan keberadaannya pada versi digital. Koran dan majalah masih ada, tetapi dominasinya sebagai media penyebar berita sudah semakin menurun.

Trend tersebut bukan hanya terjadi di negara-negara maju saja. Perkembangan teknologi internet telah membuat trend tersebut menjalar ke seluruh dunia. Di tanah air,  kita bisa meihat bagaimana detik.com menjadi demikian populer. Lihat bagaimana kompas.com kemudian lebih banyak dibaca orang daripada koran Kompas-nya itu sendiri. Lihat bagaimana bahkan sejumlah media televisi mulai menghidupkan portal berita digital. Saat itu portal berita digital dan blog menjadi primadona.

Ternyata saat ini telah terjadi pergeseran baru. Saat ini portal social media mencadi sumber berita utama.

Setidaknya hal tersebut dibuktikan oleh survey yang dilakukan oleh Pew Research Center di Amerika Serikat. Survey bertajuk News Use Across Social Media Platforms 2016 ini menjaring 4600 responden. Berdasarkan laporan hasil survey yang dipublikasikan beberapa hari lalu, orang semakin banyak yang menggunakan platform social media sebagai sumber berita. Dominasinyapun tidak main-main, 62% orang di Amerika Serikat sekarang memilih portal social media sebagai sumber berita. Sementara itu pilihan portal social medianya relatif beragam, termasuk Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, bahkan Snapchat.

Facebook memimpin sebagai portal social media yang paling banyak dijadikan sumber berita.

Sebagai portal social media yang menguasai pasar karena memiliki 222 juta pengguna aktif hanya di kawasan Amerika Serikat dan Kanada saja, Facebook juga menjadi portal social media yang paling banyak dijadikan sebagai sumber berita. Survey tersebut menemukan bahwa 66% pengguna Facebook di Amerika Serikat menggunakan portal social media besutan Mark Zuckerberg tersebut sebagai sumber berita, tentunya selain sebagai media untuk berkomunikasi dan bersosialisasi. Angka tersebut melonjak dibandingkan dengan hasil survey terdahulu yang diselenggarakan pada tahun 2013 lalu. Saat itu hanya 47% pengguna Facebook menggunakan portal social media itu sebagai sumber berita.

Portal berita lain, Twitter, memiliki 59% pengguna yang juga menjadikannya sebagai sumber berita. Portal social media yang dikenal sebagai portal micro-blogging karena hanya memperbolehkan posting sepanjang maksimal 140 karakter ini ternyata sejak lama memang telah dijadikan pengunanya sebagai sumber berita. Survey yang sama pada tahun 2013 menunjukkan bahwa 52% pengguna Twitter saat itu sudah menjadikannya sebagai sumber berita. Hanya saja karena jumlah pengguna aktif Twitter itu sendiri jauh di bawah Facebook, secara agregat Facebook tetap berada di puncak.

Kejutan datang dari Reddit. Portal social media yang dari sisi jumlah pengguna aktif berada jauh di bawah Twitter dan Facebook ini ternyata 70% penggunanya juga menggunakan portal ini sebagai sumber berita.

Seorang pakar digital marketing di Amerika Serikat yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai jurnalis, Sree Sreenivasan, mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah hal yang mengejutkan jika kita memang sudah mengamati apa yang terjadi di jagat maya selama beberapa tahun terakhir ini. Seperti dilansir oleh mashable.com, Sreenivasan justru mengingatkan bahwa hasil survey tersebut menunjukkan bahwa para pengelola media berita tidak hanya cukup berkutat di dalam portal beritanya sendiri saja tetapi harus hadir penuh di kancah social media, setidaknya melalui portal-portal social media terkemuka.

Terkait dengan kemungkinan bahwa berita yang didapat melalui portal social media tidak lagi obyektif karena terpengaruh oleh pandangan pribadi, Sreenivasan mengatakan bahwa hal tersebut memang bukan hanya sangat mungkin terjadi tetapi sudah benar-benar terjadi. Dia merujuk pada pengalaman saat blog mulai menangguk popularitas beberapa dekade lalu. Meskipun tahu bahwa blog cenderung dipengaruhi oleh pikiran pribadi penulisnya, orang tetapi lebih tertarik untuk membacanya. “Kita harus fahami bahwa orang lebih suka membaca tulisan yang sesuai dengan selera pribadinya daripada tulisan yang benar-benar obyektif”, tuturnya.

Berikut adalah sejumlah fakta menarik lain yang terungkap dari survey tesebut:

  • Ternyata semakin rendah tingkat pendidikan seseorang, semakin besar ketertarikannya terhadap berita yang disebarkan melalui portal social media. Artinya mereka yang lebih terpelajar lebih banyak memilih portal berita yang cenderung lebih obyektif sebagai sumber berita. 65% pengguna LinkedIn mengecap pendidikan di perguruan tinggi, angka ini jauh lebih tinggi dari angka rata-rata penduduk di Amerika Serikat yang hanya 28%-nya saja mengecap pendidikan di tingkat tersebut. Ternyata hanya 19% saja penggunanya yang mengandalkan portal social media sebagai smber berita. Bandingkan dengan Facebook 66%., Twitter 59%, dan Reddit 70%.
  • Apakah wanita juga termasuk golongan yang cenderung menggunakan portal social media sebagai sumber berita tanpa terlalu mempedulikan obyektivitasnya? Survey tadi juga menunjukkan bahwa wanita merupakan pengguna mayoritas Facebook dengan angka 57%. Silahkan hubungkan sendiri dengan angka 66% sebagai porsentase jumlah pengguna Facebook yang menggunakan portal social media sebagai sumber berita.
  • Tumblr, Vine, dan Snapchat sebagai pendatang baru juga cukup meyakinkan menarik para penggunanya untuk menjadikan portal mereka sebagai sumber berita.

Berita Buruk Bagi Portal Berita?

Statistik tersebut tidak serta merta menjadi berita buruk apalagi lonceng kematian bagi portal-portal berita digital. Harus juga digaris-bawahi, salah satu yang membuat portal social media menjadi sumber berita bagi banyak orang adalah karena berita bisa muncul begitu saja ke hadapan mereka. Memang ada yang sengaja mencari berita dengan mengakses platform. Kecepatan menjadi salah satu alasannya. Sering kali suatu kejadian lebih cepat tersebar secara viral melalui social media daripada portal berita digital apalagi media cetak. Tetapi kebanyakan justru berita yang tanpa dicari langsung muncul di linimasa.

Statistik menunjukkan bahwa 39% pengguna Facebook masih mengunjungi portal-portal berita digital. Bahkan 15% pengguna Facebook masih membaca koran.

Meskipun demikian, sangat jelas bahwa para pengelola portal berita digital harus segera menyesuaikan strategi mereka kalau tidak ingin tergilas. Banyak koran dan media cetak bangkrut saat pembaca beralih ke portal berita digital. Tetapi yang tidak terlambat menyesuaikan diri, membangun versi digital sebelum terlambat, tetap dapat bertahan. Bukan hanya sekedar betahan hidup tetapi bertahan sebagai pemimpin di indsutrinya. Lihat kompas.com sebagai contoh

Lalu apa yang harus dilakukan para pengelola portal berita digital untuk tetap bertahan saat portal social media mulai mengambil alih peranannya? Paa prinsipnya, pendekatan bisnis klasik tak lekang di makan jaman, itu yang perlu diterapkan. Apa itu? Sesuatu yang tidak bisa kita kalahkan harus kita manfaatkan. Jadi kuncinya adalah bagaimana portal berita digital dapat memanfaatkan portal social media untuk tetap bertahan. Bagaimana caranya? Kapan-kapan akan kita bahas lebih lebih lengkap.

Lalu bagaimana kalau anda bukan pengelola portal berita tetapi pemilik blog yang selama ini sudah menjadi referensi pada niche tersendiri? Itu juga akan kita dalami bersama-sama di lain kesempatan.

Trik Implementasi Rich Pin Untuk Marketing Dengan Pinterest

Dalam bahasan terdahulu melalui posting berjudul Strategi Marketing Dengan Pinterest kita sempat bicara mengenai pentingnya penggunaan Rich Pin dalam aktivitas marketing dengan Pinterest. Kalau anda lupa atau belum sempat membaca sehingga tidak mengetahui apa itu Rich Pin pada Pinterest, mungkin ada baiknya kita kutipkan lagi untuk sekedar menyegarkan ingatan.

Rich Pin memungkinkan kita untuk memperkaya Pin dengan memasukkan informasi tambahan dari domain kita sendiri. Saat ini tersedia 6 jenis Rich Pin yang masing-masing menawarkan cara berbeda untuk menarik pengguna. Diantaranya ada Pin Recipe yang memungkinkan kita menyisipkan resep pada Pin, Pin Place untuk menyisipkan lokasi, dan Pin Product yang memungkinkan pengguna untuk membeli produk yang di-Pin.

Lalu bagaimana kalau kita tidak memiliki produk yang cocok dengan keenam jenis Rich Pin yang sudah tersedia itu? Apakah kita harus menunggu sampai Pinterest kemudian menciptakan dan memperkenalkan Rich Pin jenis baru yang lebih sesuai? Pastinya tidak. Selama kita memiliki website, memiliki blog, kita bisa tetap mengambil manfaat optimal dari Rich Pin dengan mengimplementasikan trik marketing dengan Pinterest yang akan kita bahas dalam postingan ini.

Kalau Rich Pin saja masih jarang diketahui apalagi dimanfaatkan orang, apalagi yang satu ini, lebih jarang lagi yang tahu apalagi memanfaatkannya. Jadi perhatikan baik-baik, karena kalau anda memanfaatkannya secara konsisten, bisa saja membawa keberhasilan dalam implementasi marketing dengan Pinterest yang anda lakukan.

Teknik Supaya Posting Blog Bisa Dijadikan Rich Pin

Nah untuk anda yang tidak bermain dengan hal-hal yang sudah tersedia Rich Pin-nya, Pinterest membukakan pintu supaya posting blog kita bisa di-Pin dalam bentuk Rich Pin. Hebatnya lagi, Pin dalam bentuk Rich Pin dari blog kita ini dapat dilakukan oleh siapa saja yang mengunjungi website kita, dengan cara yang sangat sederhana, tinggal click. Pin yang muncul akan menampilkan judul posting, ringkasan isinya, nama penulis, link ke postingannya di blog, dan sejumlah informasi lainnya.

Hanya saja memang untuk dapat menikmati manfaat ini, kita mesti mau bersusah-susah dulu sedikit. Ada dua cara yang tersedia, dan keduanya kita akan bahas di bawah ini.

Open Graph

Meskipun diciptakan oleh Facebook, markup Open Graph yang merupakan informasi tambahan yang disisipkan di bagian awal posting ini juga dapat dimanfaatkan oleh Pinterest. Caranya tinggal sisipkan saja kode berikut di bagian header pada kode HTML halaman website atau posting blog anda. Artinya anda memang harus sedikit mengerti bagaimana caranya meng-edit HTML.

Kodenya seperti berikut. Jangan lupa untuk mengganti informasi di antara tanda kutip (“) sesuai kebutuhan. Yang ini hanya contoh saja.

<head>
 <meta property=”og:title” content=”Strategi Marketing Dengan Pinterest”/>
 <meta property=”og:description” content=”Popularitasnya yang semakin melejit membuat Pinterest mulai dilirik sebagai salah satu kanal marketing pontensial, pelajari caranya disini.”/>
 <meta property=”og:type” content=”article”/>
 <meta property=”og:url” content=”http://artamaya.web.id/strategi-marketing-dengan-pinterest/”/>
 <meta property=”og:site_name” content=”Artamaya”/>
 <meta property=”article:published_time” content=”2016-04-16T21:8:24-05:00″/>
 <meta property=”article:section” content=”Marketing”/>
 <meta property=”article:tag” content=”Pinterest”/>
 <meta property=”article:tag” content=”Social Media”/>
 <meta property=”article:author” content=”Adi Arifin” />
 </head>

Meta yang wajib ada untuk Open Graph adalah:

  • og:type: Harus diisi dengan “article” atau “og:article”.
  • og:title: Judul artikel, tidak boleh ada kode HTML.
  • og:description: Ringkasan atau penjelasan mengenai isi artikel, juga tidak boleh ada kode HTML.

Yang berikut ini opsional, boleh ada ataupun tidak, tetapi sebaiknya ada:

  • og:site_name: Nama website atau blog kita.
  • og:url: URL, link ke halaman web atau posting blog kita.
  • article:published_time: Waktu publikasi.
  • article:modified_time: Waktu update terakhir, kalau pernah di update setelah publikasi.
  • article:author: Nama penulis konten atau pemegang hak ciptanya.
  • article:section: Kategori dari konten yang relevan.
  • article:tag: Tag ini kurang-lebih seperti keyword, bisa disamakan dengan tag pada blog. Hanya saja penulisannya, kalau ada lebih dari satu tag, masing-masing harus dimasukkan menjadi satu baris tertentu lengkap dengan atributnya.

Schema.org

Kode markup Schema.org merupakan standar universal yang bisa diterima oleh banyak sistem, diantaranya search engine terkemuka seperti Google dan Yahoo. Penggunaannya sama seperti Open Graph, harus mengedit kode HTML untuk menyisipkannya.

Berikut contoh penggunaan kode markup Schema.org:

<meta property=”og:site_name” content=”Artamaya” />
 <div itemscope itemtype=”http://schema.org/Article”>
 <meta itemprop=”url” content=“http://artamaya.web.id/strategi-marketing-dengan-pinterest/” />
 <span itemprop=”name” content=”Strategi Marketing Dengan Pinterest” />
 <span itemprop=”author” content=”Adi Arifin” />
 <span itemprop=“datePublished” content=“2016-04-16T21:2:46-05:00” />
 <span itemprop=“articleSection” content=“Marketing” />
 <span itemprop=“keywords” content= “Pinterest” />
 <span itemprop=“keywords” content= “Social Media”/>
 <span itemprop=“wordCount” content=“420”/>
 <span itemprop=”description”>Popularitasnya yang semakin melejit membuat Pinterest mulai dilirik sebagai salah satu kanal marketing pontensial, pelajari caranya disini.</span>
 </div>

Perhatikan baris pertama. Karena Schema.org tidak menyediakan markup untuk nama website, kita terpaksa menyisipkan kode dari Open Graph.

Sepertinya sih masing-masing baris dari contoh di atas sudah relatif jelas dengan sendirinya ya? Tetapi untuk memastikan kita sama-sama memahaminya dengan benar, tidak ada salahnya kita bahas dengan lebih detai lagi isi dari masing-masing markup ini.

Yang wajib ada adalah sebagai berikut:

  • url: URL dari link ke artikel, halaman web, atau posting web ybs.
  • name: Judul artikel.
  • description: Keterangan atau ringkasan posting tersebut..

Seperti pada Open Graph, ada juga markup-markup yang sifatnya optional tapi tetap lebih baik kalau kita lengkapi saja sekalian:

  • datePublished: Tanggal publikasi.
  • author: Nama penulis.
  • articleSection: Kategori
  • keywords: Fungsinya sama seperti Tag pada Open Graph, penggunaanya juga sama, jika ada lebih dari satu maka masing-masing dimasukkan dalam baris tersendiri.
  • wordCount: Jumlah kata dalam posting tersebut.

Submit Untik Approval Oleh Pinterest

Sebelum Rich Pin anda di-submit untuk mendapatkan approval dari Pinterest, sebaiknya divalidasi dulu untuk memastikan bahwa kode-kodenya sudah terpasang dengan benar. Meskipun tidak ada hukuman atau penalty untuk men-submit Rich Pin yang salah, tentunya akan menghemat waktu kalau sekali submit langsung di-approve, daripada ditolak dulu hanya karena kesalahaan menyisipkan kode.

Caranya gampang, Pinterest sudah menyediakan tool untuk melakukannya. Kita dapat mengaksesnya melalui link berikut developers.pinterest.com/rich_pins/ lalu tinggal masukan URL dari artikel atau posting blog yang baru kita pasangi markup tadi

Selanjutnya tinggal submit dan sabar menunggu saja. Biasanya lumayan lama, ada yang sampai sebulan. Makanya kalau sampai ditolak hanya gara-gara menyisipkan kodenya kurang sempurna lalu ditolak dan kita harus mengulang lagi, makin banyak waktu yang terbuang.

Plugin WordPress Untuk Open Graph

Kalau kita cukup terbiasa dengan HTML, mungkin pekerjaan diatas tidak terlalu rumit. Sedikit makan waktu tapi dibandingkan manfaatnya mendukung usaha kita dalam marketing dengan Pinterest, tidak ada apa-apanya. Tapi kalau masih terasa ribet, atau anda misalnya ingin memberi kemudahan karena posting akan dilakukan orang lain, karyawan misalnya, prosesnya kita bisa permudah, terutama kalau website atau blog anda menggunakan mesin WordPress. Tinggal cari dan install saja plugin yang sesuai. Saya biasanya lebih memilih plugin WordPress untuk Open Graph, karena selain melalui Pinterest saya juga bermain marketing dengan Facebook.

Strategi Marketing Dengan Pinterest

Pinterest ini cukup unik, karena kalau kita mengenalinya cukup baik, kita akan menemukan bahwa fungsi Pinterest ada dua, sebagai portal social media sekaligus mesin pencari alias search engine. Secara alamiah keduanya memiliki kesamaan yang sangat fundamental, yaitu menyajikan konten yang paling relevan dengan apa yang dicari penggunanya.

Kalau kita mengajukan sebuah pertanyaan pada mesin pencari Google, sistem super canggih Google akan menyisir seluruh jagat maya untuk memberikan jawaban yang sangat akurat. Banyak faktor yang dipakai sistem Google untuk memastikan kualitas jawaban yang diberikannya, termasuk diantaranya perilaku pemakai yang megajukan pertanyaan yang sama sebelumnya, lokasi tempat kita berada, bahasa yang dipergunakan, bahkan berita yang paling aktual saat itu. Karena itulah Google menjadi referensi terpercaya bagi banyak orang.

Google tidak mencapai prestasi tersebut dalam sekejap, tetapi melalui evolusi, pengembangan terus-menerus tiada henti selama bertahun-tahun. Kalau anda sudah menjadi pengguna Google cukup lama, coba ingat-ingat lagi bagaimana kualitas hasil pencarian Google dulu.

Mereka yang sukses menangguk keuntungan karena berhasil mendominasi Google – memiliki ranking bagus untuk kata kunci yang relevan – umumnya bukan mereka yang baru terjun sekarang ini, tetapi mereka yang sudah selama bertahun-tahun tumbuh bersama dan mengikuti evolusi teknologi mesin pencari tersebut. Pinterest belum mencapai tingkat kecanggihan seperti yang dimiliki Google saat ini, tetapi seperti Google, Pinterest juga terus berevolusi menyempurnakan sistemnya.

Kalau anda ingin sukses dalam menerapkan strategi marketing dengan Pinterest, sudah selayaknya anda terjun dari sekarang.

Ketika berfikir memanfaatkan Pinterest untuk marketing, ingatlah bahwa mungkin memang untuk sebagian orang Smart Feed pada Pinterest merupakan pembaharuan sehingga mereka perlu membiasakan diri lagi untuk bisa menikmati aktivitasnya dalam Pinterest. Tapi akan ada lebih banyak yang mulai menggunakan Pinterest setelah Smart Feed ada. Bagi mereka Smart Feed sudah terasa sebagai bagian dari Pinterest yang mereka kenal sejak awal, bukan sesuatu yang baru. Kalau anda termasuk kelompok yang pertama, perlu anda yakini bahwa sedikit kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan teknologi baru ini akan membawa banyak manfaat di masa depan.

Seperti halnya algoritma Google, teknologi Smart Feed milik Pinterest ini akan menyingkirkan spammer dan hanya memberi tempat untuk mereka yang benar-benar menyajikan konten berkualitas. Jadi mulai sekarang anda harus benar-benar menjaga supaya Pin anda benar-benar berkualitas, hanya menyajikan hal-hal yang benar-benar bernilai. Dengan demikian Pin dan Board anda akan mendapatkan penilaian yang baik.

Beberapa hal sederhana yang harus menjadi bagian dari strategi marketing dengan Pinterest anda diantaranya adalah sebagai berikut:

Langkah Awal Strategi Marketing Dengan Pinterest

Mungkin anda melihat hal-hal berikut ini sebagai sesuatu yang sangat sederhana. Tapi masalahnya justru karena sangat sederhana sehingga akhirnya malah sering kali terlupakan. Jadi sebelum anda melangkah lebih jauh, pastikan anda sudah memahami dan melaksanakan hal-hal berikut ini dengan baik, karena meskipun sangat sederhana tetapi perannya sangat penting dan tingkat kepentingannya tidak akan pernah berubah meskipun algoritma Pinterest terus berkembang.

#1 – Verifikasi Website Anda

Ini merupakan langkah sangat sederhana tetapi justru paling banyak dilewatkan. Padahal dengan melakukan verifikasi Pinterest akan mengenali anda sebagai orang yang dikenal, bukan sekedar orang lewat sesaat. Sebagai penghargaan langsung untuk pengguna yang sudah terverifikasi, Pinterest memberi akses pada sejumlah fasilitas khusus seperti fungsi analitik.

#2 – Optimasi Pin Anda Dengan Keyword Yang Relevan

Biara keyword bukan hanya soal SEO atau search engine marketing secara umum. Sama dengan strategi konten untuk search engine, deskripsi harus mengandung keyword tetapi tetap menarik dan enak dibaca sehingga orang tetap mau meng-click dan menghasilkan traffic. Harus diingat, semakin baik reaksi pengguna Pinterest terhadap Pin anda, nilai anda sebagai Pinner terpercaya – Pinterest menggunakan istilah Pinner Quality Score – akan terdongkrak. Tidak hanya sampai disitu saja, website yang dirujuk pada Pin tersebut juga akan terangkat nilainya. Untuk yang terakhir ini Pinterest menggunakan istilah Domain Quality Score.

Tapi perlu anda ingat, saat menempatkan keyword dalam deskripsi, hindari “keyword stuffing”.

Untuk memastikan bahwa Pin yang mengarah pada website atau halaman web anda mengandung konten yang relevan, saat anda memasang icon Pin pada website atau halaman web tersebut, pastikan anda menyertakan deskripsi default yang mengandung keyword yang relevan. Dengan demikian jika ada pengunjung yang mem-Pin tanpa memberikan deskripsi, Pin tersebut sudah secara otomatis memiliki deskripsi yang mengandung keyword yang relevan.

#3 – Visual Maupun Tekstual, Konten Harus Menarik

Pertama, jangan pernah asal mem-Pin. Pastikan anda hanya mem-Pin sesuatu yang benar-benar berkualitas dan bermanfaat. Kalau anda mem-Pin sesuatu dari website atau blog anda sendiri, ini artinya anda juga hanya boleh mempublikasikan sesuatu yang benar-benar berkualitas.

Jangan hanya mem-Pin saja. Sertkan konten termasuk deskripsi yang juga berkualitas. Mengandung keyword sekaligus menarik orang untuk melakukan sesuatu, meng-click, sehingga mereka akan terkonversi menjadi traffic yang berkualitas.

#4 – Gunakan Rich Pin

Ini merupakan fasilitas baru dari Pinterest dan masih banyak orang yang belum memanfaatkannya secara optimal, bahkan belum menggunakannya sama sekali. Rich Pin memungkinkan kita untuk memperkaya Pin dengan memasukkan informasi tambahan dari domain kita sendiri. Saat ini tersedia 6 jenis Rich Pin yang masing-masing menawarkan cara berbeda untuk menarik pengguna. Diantaranya ada Pin Recipe yang memungkinkan kita menyisipkan resep pada Pin, Pin Place untuk menyisipkan lokasi, dan Pin Product yang memungkinkan pengguna untuk membeli produk yang di-Pin.

Hal Yang Harus Dihindari Dalam Marketing Dengan Pinterest

Seperti halnya algoritma Google, algoritma Pinterest juga terus berevolusi. Sebagai sistem yang jauh lebih muda dari Google, sering kali penyempurnaan algoritma Pinterest ini membawa perubahan yang cukup ekstrim. Sayangnya, sama seperti Google, perubahan algoritma Pinterest juga cenderung gelap, tidak ada yang benar-benar tahu formula yang sebenarnya. Logis, menghindari penyalahgunaan.

Kalau anda serius mendalami marketing dengan Pinterest, anda akan banyak mendengar spekulasi, petunjuk-petunjuk untuk melakukan sesuatu, yang mungkin pada akhirnya bukan hanya tidak menghasilkan apa-apa tapi malah bisa jadi berefek negatif.  Jadi berhati-hatilah menyikapinya. Bukan berarti harus tutup mata dan telinga sama sekali. Bisa jadi spekulasi tersebut benar, dan saat anda mengikuti petunjuknya, anda mendapatkan hasil yang baik. Sayang kalau sampai anda lewatkan kan. Biasakanlah mengamankan diri anda dengan berhati-hati, jangan mengikuti spekulasi dan petunjuk yang tidak didukung dengan data dan logika.

Contoh misalnya, suatu kali sempat merebak spekulasi yang berujung pada saran untuk menghapus Pin jika setelah sekian hari Pin tersebut sama sekali tidak mendapatkan efek viral. Padahal sering kali Pin mendapat traksi viral setelah beberapa minggu bahkan bulan. Bayangkan kalau anda mengikuti saran tersebut, kesempatan Pin anda untuk mendapat efek viral yang tertunda akan hilang. Seharusnya, alih-alih menghapus, seharusnya justru dipertahankan tetapi dengan optimasi ulang.

Menyusun Strategi Marketing Dengan Pinterest Yang Sukses

Jika anda meyakini bahwa Pinterest merupakan salah satu kanal potensial untuk memompa pesan-pesan pemasaran yang anda usung, berarti anda perlu menyusun strategi marketing yang mumpuni. Kalau anda sudah pernah menyusunnya tetapi strategi itu anda susun sebelum implementasi Smart Feed, anda harus menyempurnakannya lagi, karena sudah ada banyak perubahan mendasar pada Pinterest itu sendiri sehingga banyak bagian dari strategi lama kemungkinan besar sudah tidak relevan lagi.

Memahami Algoritma Pinterest

Kalau anda mulai beraktivitas dengan menggunakan portal social media Pinterest mungkin anda pernah mengalami situasi dimana Pin-Pin anda seperti menghilang ditelan bumi. Maksudnya tidak terlihat orang dan karenanya tidak menghasilkan Engagement. Atau mungkin justru sebaliknya, anda dibuat berbunga-bunga karena tiba-tiba anda mendapatkan banjir Re-Pin dan aliran Traffic melalui Pinterest.

Beberapa bulan belakangan memang banyak pengguna Pinterest yang membicarakan perubahan-perubahan dalam hal engagement dan Traffic referal yang dinilai aneh.

Pinterest memang terhitung “barang baru” di dunia social media, apalagi kalau dibandingkan muka-muka lama seperti Facebook dan Twitter. Namun demikian, pertumbuhannya yang demikian pesat membuatnya terlalu potensial untuk dilewatkan para pemain digital marketing. Sayangnya memang permainan marketing dengan Pinterest memang masih agak remang-remang. Tapi tentunya kita tidak boleh berdiam diri dan menunggu, justru disitu potensinya, saat masih remang-remang kita justru harus bergerak cepat.

Untuk dapat meraih sukses dalam marketing dengan Pinterest, kita harus terlebih dahulu memahami algoritma-nya.

Kalau anda pemain digital marketing atau setidaknya cukup banyak memperhatikan dunia digital marketing, mungkin anda sering mendengar istilah algoritma Google dan bagaimana perubahan algoritma Google membuat para pemain digital marketing yang menangguk peruntungan melalui raja search engine tersebut menjerit gara-gara perubahan algoritma Google tersebut membuat ranking websitenya terjun bebas.

Pinterest juga sama. Untuk mengatur mana Pin-Pin yang muncul saat seseorang mengakses Pinterest sehingga bisa memompa Engagement dan Traffic, Pinterest menggunakan algoritma. Algoritma inilah yang mengendalikan semua yang muncul di layar sejak awal seorang pengguna melakukan Login ke Pinterest. Jika dalam Google dikenal istilah SERP, dalam Facebook dikenal istilah Wall, dalam Twitter dikenal istilah Timeline, layar yang dihadapi pengguna setelah Login di Pinterest disebut Smart Feed.

Dengan algoritma ini Smart Feed sekarang tidak lagi hanya sekedar memunculkan pin-pin terbaru dari Board-Board yang di-Follow seorang pengguna. Algoritma Pinterest sekarang memasukkan konteks relevansi yang melibatkan banyak parameter lain selain faktor kekinian. Pinterest mengukur minat seorang pengguna melalui interaksinya di dalam Pinterest, diantaranya Pin-Pin yang dia Like dan Board-Board yang dia Follow.

Cara Kerja Algoritma Pinterest

Sebagai jantung dari teknologi ini adalah sebuah sistem yang disebut Smart Feed Worker. Meskipun menggunakan istilah “Worker“, sistem ini merupakan perangkat lunak yang memberikan nilai pada setiap Pin berdasarkan relevansinya dengan minat seorang pengguna tertentu. Jadi sebelum mengolah Pin, sistem ini terlebih dahulu mengenali minat masing-masing pengguna.

Pin-Pin tersebut sementara disimpan dalam sejumlah Pool. Pada mulanya dikenal 3 Pool berbeda, Pool Following, Pool Related, dan Pool Interest. Nama masing-masing Pool secara eksplisit menunjukkan alasan mengapa Pin-Pin yang dimasukkan ke dalam Pool tersebut dinilai relevan dengan minat pengguna. Misalnya Pool Following berisi Pin-Pin dari Board yang di-Follow oleh user yang bersangkutan. Seiring berjalannya waktu, logikanya semakin kompleks karena ada banyak Pool-Pool baru yang dilibatkan.

Blog resmi Pinterest memiliki diagram sederhana yang dapat dengan mudah menggambarkan cara kerja tersebut. Pada gambar pertama di bawah ini nampak Smart Feed Worker mengumpulkan Pin berdasarkan hubungannya dengan minat user kemudian memasukkannya ke dalam masing-masing Pool.

skema-kerja-algoritma-pinterest

Langkah berikutnya, Pin dari masing-masing Pool kemudian ditampilkan pada Smart Feed pengguna oleh perangkat lunak lain yang disebut Smart Feed Content Generator. Untuk menampilkan pada Smart Feed, sistem tidak menarik begitu saja dari masing-masing Pool tetapi “mencubit” dari sana sini. Cubitan-cubitan yang dikenal dengan istilah Chunk ini yang kemudian ditata untuk muncul di Smart Feed saat pengguna mengakses Pinterest.

alur-eksekusi-algoritma-pinterest

Nampaknya disinilah algoritma Pinterest terus menerus disempurnakan melalui eksperimen untuk mendapatkan “resep” yang paling pas, sehingga kita sering melihat hasil yang muncul bisa berbeda-beda meskipun kita tidak melakukan aktivitas seperti me-Like Pin lain atau mem-Follow Board lain.

Pada dasarnya sepertinya memang algoritma sistem seperti ini memang sengaja dibuat untuk tidak mudah dianalisa polanya, sehingga integritasnya bisa dijaga. Kalau kembali kita membandingkan dengan algoritma Google, kita juga bisa melihat bahwa sampai sekarang para praktisi SEO tetap hanya dapat bekerja secara “tebak-tebakan”, mencari pola dengan menganalisa, tanpa pernah tahu yang 100% benar. Sebelum analisa terhadap pola yang dipantau semakin terlihat nyata, Google sudah mengubah kembali algoritma tersebut.

Seperti kebanyakan sistem lain, algoritma Pinterest yang bekerja di belakang Smart Feed memang tetapi misterius. Mungkin justru disitulah tantangannya. Pertanyaan yang tidak bisa didapatkan jawabannya secara pasti adalah faktor-faktor apa saja yang menjadi parameter penentu dalam menilai relevansi Pin dan bobot dari masing masih faktor tersebut.

Faktor Yang Menentukan Ranking Pinterest

Berikut adalah beberapa faktor yang diyakini turut menentukan ranking Pin pada Smart Feed, kalau anda serius dengan Pinterest marketing, ini hanya batu pijakan awal yang harus terus anda dalami:

  • Kualitas Domain. Kalau anda mempelajari SEO, anda tentu faham bahwa Google memberi nilai berbeda-beda terhadap tiap-tiap Domain. Dalam dunia SEO, ada istilah khusus untuk yang satu ini, Domain Authority. Posting pada website yang Domain-nya dinilai berkualitas cenderung lebih cepat terindeks dan lebih mudah mendapat Ranking bagus. Link dari website dengan domain berkualitas memberi efek yang lebih dahsyat. Pinterest menganut konsep yang sama. Jika anda mem-Pin sesuatu dari website yang Domain-nya dinilai berkualitas, kemungkinannya untuk tampil di Smart Feed lebih tinggi.
  • Kualitas Pin. Sejumlah parameter diyakini berpengaruh pada kualitas pin. Semakin populer sebuah sumber, banyak yang mem-Pin, semakin baik kualitasnya. Bagaimana pengguna bereaksi terhadap Pin yang mengarah pada sumber tersebut juga sangat penting. Kekinian merupakan faktor lain yang juga sangat jelas terlihat pengaruhnya. Pin terhadap sumber-sumber yang aktual, yang lebih baru, dinilai memiliki kualitas lebih baik. Bahkan Pin yang memiliki tingkat viralitas tinggi pun secara berangsur tenggelam seiring berjalannya waktu. Pinterest juga sangat hati-hati dengan memberi rujukan pada hal-hal yang bersifat merusak, Pin yang dicurigai bersifat Spam memiliki kualitas yang rendah.
  • Kualitas Pinner. Pinner merujuk pada pengguna Pinterest yang mem-Pin suatu sumber. Pada dasarnya Pinner berfungsi seperti kurator, mengidentifikasi dan menganalisa sesuatu yang menarik dan bermanfaat di dunia maya kemudian membagikannya kepada pengguna lain dengan mem-Pin. Kualitas Pinner dinilai dari kualitas Pin-Pin yang dibuatnya. Menilainya tentu dari bagaimana pengguna lain bereaksi, misalnya berapa banyak Repin. Jika seorang Pinner banyak mem-Pin sesuatu yang kemudian di Repin banyak pengguna lain, kualitasnya sebagai Pinner dianggap tinggi. Sehingga jika kemudian dia mem-Pin sesuatu lagi, kemungkinan munculnya Pin tersebut di Smart Feed jadi lebih tinggi.
  • Relevansi Topik. Banyak-banyak mem-Pin memang bagus, tetapi jika anda berfikir marketing dengan Pinterest, berusahalah untuk mempertahankan relevansi topik. Jika anda ingin menjadi pengguna yang dianggap memiliki authority di bidang tertentu, katakanlah SEO, maka sebaiknya konsistenlah mem-Pin hal-hal yang berhubungan dengan itu. Terlalu banyak mem-Pin sesuatu yang diluar konteks justru akan “membingungkan” algoritma Pinterest. Saat mem-Pin, pastikan anda memasukkannya pada Board yang relevan.

Cara Meningkatkan Traffic Blog dengan Facebook

Dengan jumlah pengguna yang demikian besar – jumlah pengguna Facebook Januari 2016 mencapai lebih dari 1.5 milyar orang – Facebook merupakan salah satu sumber potensial dalam meningkatkan traffic blog maupun website. Tidak heran kalau banyak praktisi digital marketing menggunakan aneka strategi untuk meningkatkan traffic blog dengan Facebook melalui berbagai cara.

Sayangnya, seperti umumnya tempat-tempat ramai di dunia nyata, menarik perhatian pengguna Facebook bukanlah hal yang mudah. Kalau melalui keyword yang tepat, SEO dapat menarik orang-orang yang memang sedang mencurahkan perhatian pada topik yang kita usung, perhatian pengguna Facebook memang berada dimana-mana. Lalu bagaimana cara menarik perhatian pengguna Facebook yang kepalanya penuh dengan banyak hal lain untuk melirik bahkan melompat dari portal social media kesayangannya itu pada blog anda?

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan Search Engine Journal, seorang kolumnis yang juga merupakan praktisi digital marketing bernama Debbie Miller membeberkan 8 cara untuk meningkatkan traffic blog dengan Facebook.

#1 – Tipe Posting Facebook yang Efektif Harus Bervariasi

Sering kali kita terjebak dengan melakukan sesuatu yang membosankan, melakukan hal yang sama dengan cara yang sama secara terus-menerus, berulang-ulang. Anda terus-menerus meng-update blog anda secara berkala, setiap hari, bahkan beberapa kali sehari, lalu langsung men-share-nya begitu saja di page Facebook. Kalau anda bosan, apalagi audience anda.

Pada saat men-share posting blog anda melalui Facebook, pastikan anda memberikan pengantar yang relevan dan menarik. Jangan pernah hanya sekedar copas satu atau dua kalimat dari postingan tersebut. Kalau perlu, justru buatlah pengantar dalam bentuk kalimat yang berseberangan dengan isi posting tersebut. Dari pada melulu menulis ringkasan dari isi posting tersebut, cobalah untuk mengulas masalah yang dapat diselesaikan dengan mengikuti saran pada posting tersebut, misalnya.

Selain dari sisi isi, coba juga variasikan tipenya. Alih-alih selalu hanya memposting link dan membiarkan Facebook mencomot sendiri bagian dari posting tersebut yang akan dimunculkan, sekali waktu gunakan foto yang relevan, gunakan gambar ilustrasi, atau bahkan video.

Selanjutnya, jangan lupa untuk selalu memonitor dengan menggunakan tool-tool analitik yang banyak tersedia. Cari tahu yang seperti apa yang lebih banyak mendapatkan respon positif.

#2 – Jika Anda Menggunakan Pertanyaan Sebagai Pengantar, Variasikan Bentuknya

Salah satu strategi menarik traffic melalui Facebook adalah dengan membuat pengantar berbentuk pertanyaan yang menohok. Misalnya saja anda seorang konsultan digital marketing untuk industri pariwisata, mungkin anda bisa membuat pengantar dengan pertanyaan “Tahukan anda, kalau hotel anda tidak berada di posisi puncak listing TripAdvisor berarti anda dipecundangi pesaing?”

Pertanyaan yang menohok secara langsung itu menarik perhatian para pelaku industri pariwisata terutama pengelola hotel untuk melihat kondisinya sendiri, kalau kemudian mereka melihat usahanya berada dalam situasi tersebut, dia kemudian tertarik untuk mempelajari lebih jauh dengan membaca posting blognya.

Selain yang bernada “ancaman”, ada banyak pilihan pendekatan lain. Misalnya dengan melempar pertanyaan berbentuk metafora atau pertanyaan hipotetis. “TripAdvisor itu pengunjungnya lebih dari 1 juta per hari, bagaimana kira-kira pengaruhnya pada bisnis anda kalau anda berada di puncak listing TripAdvisor?”

Pilihan lain lagi, melempar pertanyaan yang memancing orang untuk berfikir sendiri. “Kalau susah sekali mendapat ranking bagus di Google, bagaimana kalau mencoba dengan TripAdvisor?”

#3 – Berinteraksi Dengan Page Facebook Lain

Kita bisa berinteraksi dengan page Facebook tertentu dengan menampilkan diri sebagai page Facebook yang kita kelola, alih-alih sebagai akun pribadi kita. Cari panah kecil di kanan-atas, di bagian bidang biru yang memanjang di puncak halaman Facebook. Kalau anda klik panah itu, akan muncul pertanyaan “Use Facebook as:” dan dropdown yang berisi page-page Facebook yang anda kelola. Sekali pilih anda akan langsung menggunakan Facebook sebagai page tersebut, bukan sebagai akun pribadi anda lagi.

Awalnya anda akan berada di page Facebook yang anda pergunakan, tetapi dengan meng-click icon Facebook yang berada di kiri atas layar, anda akan masuk ke timeline dari berbagai page yang anda follow. Kalau anda belum mem-follow satupun, berarti mulailah dengan melakukannya. Cari aneka page Facebook yang relevan dengan menggunakan fasilitas search, kalau anda menemukan page yang cocok, boleh langsung like.

Begitu anda me-like page Facebook tertentu, update dari page tersebut akan langsung masuk ke timeline anda. Dari situ anda bisa melakukan aktivitas-aktivitas seperti yang biasa anda lakukan dengan timeline pribadi yang berisi update dari teman-teman anda, berkomentar, me-like, dll.

Kalau anda bingung memilih page mana yang akan di-follow, patokannya adalah page yang berhubungan dengan bidang page anda sendiri, atau yang berhubugan dengan audience yang anda sasar. Misalnya page anda mewakili sebuah toko. Dengan me-like page toko lain yang menjual barang yang sama, anda seperti tiba-tiba muncul di tengah-tengah toko pesaing tersebut dimana para pelanggannya sedang berkumpul. Pastinya tinggal bisa-bisa anda untuk menarik mereka ke toko anda sendiri.

Lucunya, kalau pesaing mungkin tidak suka kita tiba-tiba muncul di tokonya, biasanya mereka cenderung suka saat kita me-like page Facebooknya. Pastinya dengan begitu selain menangguk potensi mendapat tambahan audience, kita juga bisa saja menemukan peluang kerjasama yang saling menguntungkan.

#4 – Tampilkan Ringkasan Dalam Bentuk Quote Grafis

quote-about-facebookUntuk membuatnya semakin menarik perhatian, buatlah ringkasan menjadi berbentuk seperti quote yang sering ditampilkan dalam bentuk grafis, seperti contoh ini. Saat men-share, pastikan quote berbentuk grafis tersebut muncul. Anda juga dapat bereksperimen dengan bentuk lain yang tidak terlalu berbeda, meme. Tentunya anda harus berhati-hati supaya tidak ada fihak lain yang merasa tersinggung atau malah dirugikan.

Kalau anda memiliki artikel cukup panjang sehingga ada beberpa ringkasan yang bisa ditampilkan dalam bentuk quote, potensinya bisa lebih dahsyat. Anda dapat mem-post masing-masing quote di tempat berbeda, menyesuaikan dengan audience-nya. Jangan lupa, selain men-share di page Facebook anda sendiri, anda bisa men-share di banyak tempat lain, seperti group atau page Facebook lain.

Mau tau cara membuat quote grafis yang mudah? Cobalah Canva.

#5 – Rangkuman Untuk Mengaktifkan Kembali Posting Lama

Pernah mendengar istilah “recap”? Dalam Bahasa Indonesia kurang lebih bisa diartikan sebagai rangkuman dari posting-posting blog lama. Misalnya anda membuat beberapa posting berjudul “Apa Itu Facebook?”, “Facebook Untuk Pemula”, “Memanfaatkan Facebook untuk Berjualan”, “Beriklan di Facebook, Siapa Takut”, dan “Untung Rugi Beriklan di Facebook”. Anda bisa membuat posting baru berjudul “Facebook Marketing 101” dengan merangkum posting-posting lama tersebut. Jangan lupa, berikan link ke posting-posting tersebut sebagai referensi.

Selain berdasarkan topik, recap alias rangkuman ini juga bisa dilakukan berdasarkan periode, misalnya mingguan, atau bahkan harian jika frekuensi posting anda cukup tinggi. Tips menarik traffic dari Facebook sebelumnya tentunya tetap harus diterapkan juga supaya hasilnya optimal.

Yang membuat posting recap ini penting diantaranya membantu audience untuk menemukan topik-topik relevan sesuai dengan kebutuhannya. Dalam contoh di atas misalnya, audience bisa dengan mudah menemukan semua posting yang berhubungan dengan Facebook marketing sehingga tidak harus bersusah payah menggali posting-posting lama. Demikian juga kalau ringkasan dibuat berdasarkan periode, mereka bisa melihat sekilas posting-posting yang anda buat selama periode tertentu, kemudian memutuskan untuk membaca lebih lengkap posting-posting yang menarik perhatiannya saja.

Teknik ini memungkinkan posting-posting yang terkubur lama teraktifkan kembali dan mungkin akan kembali menarik traffic.

#6 Buat Recap Dalam Bentuk Video

Tips No. 5 di atas dapat juga dibuat dalam bentuk video untuk kemudian diposting di Facebook. Kalau anda membuat ringkasan atau kalimat-kalimat penting dalam posting anda dalam bentuk quote grafis seperti dibahas pada Tips No. 4, anda bisa menggabungkan quote-quote grafis ini menjadi slide yang disajikan dalam bentuk video.

Anda tentu faham bahwa manusia lebih tertarik dengan sesuatu yang visual daripada tekstual, apalagi video. Jadi sudah pasti recap dalam bentuk video ini lebih menarik daripada recap dalam bentuk posting biasa. Benarkah? Coba masing-masing beberapa kali lalu amati hasilnya, baru anda bisa memutuskan mana yang lebih efektif.

Menurut riset yang dilakukan beberapa fihak, saat ini posting berbentuk video memiliki potensi jangkauan paling tinggi dalam Facebook.

#7 – Optimasi Postingan Anda Dari Sisi SEO

Yang perlu dioptimasi dari sisi SEO bukan hanya posting blog anda saja, tapi posting di Facebook juga perlu dioptimasi, karena posting Facebook bisa terindex Google dan muncul di hasil pencarian. Jadi bisa saja orang melakukan pencarian dengan keyword yang relevan di Google kemudian menemukan postingan Facebook anda yang men-share postingan blog. Meskipun berputar-putar, traffic tetap saja traffic, alhamdulilah saja. Bagus kan kalau posting di blog anda dapat ditemukan melalui Google dengan dua cara.

Caranya gampang saja. Sisipkan keyword yang relevan pada postingan Facebook anda. Keyword pada postingan Facebook tidak harus sama persis dengan keyword pada postingan blog yang di-share, tapi relevan. Kalau anda kembali mengingat bahwa Google menyukai konten, jangan terlalu pelit bicara, postingan Facebook kan tidak dibatasi seperti Twitter dulu.

Selain keuntungan traffic, ada juga keuntungan lain untuk blog anda dengan melakukan strategi ini. Link. Dan link tersebut datang dari website yang sangat bagus, Facebook. Kalau anda menulis cukup banyak teks yang relevan untuk menyertai link tersebut, tentu nilai relevansinya akan ikut meningkat. Soal do-follow atau no-follow tidak perlu terlalu dirisaukan. Disuruh untuk “follow” atau tidak, bukankah Google tetap bisa melihat dan mencatat adanya link disitu?

#8 – Manfaatkan Fasilitas Berbayar “Boosted Post”

Anda punya sedikit – atau banyak – dana untuk dibelanjakan, manfaatkanlah fasilitas “boosted post” sehingga posting anda bisa dilihat oleh lebih banyak audience.

Tahukan anda bahwa posting pada page Facebook anda hanya akan dilihat oleh sebagian kecil mereka yang me-like page tersebut? Apalagi yang belum me-like kan? Nah dengan fasilitas berbayar ini selain dilihat oleh lebih banyak audience yang me-like page anda, orang yang belum me-like juga bisa. Hebatnya lagi kita bisa mengatur siapa saja yang bisa melihat, dengan demikian biaya yang anda keluarkan pemanfaatannya sangat terarah.

Cara Gratis Social Media Marketing untuk Mendongkrak Profil

Meroketnya popularitas Facebook seolah-olah mengulang cerita saat Google sebagai raja mesin pencari berada di posisi yang sama. Seiring dengan semakin ramainya pengguna, tingkat kompetisi semakin tinggi sehingga menyedot traffic secara organik menjadi semakin sulit. Mengulang sukses Google dengan AdWords-nya, dalam situasi seperti itu Facebook mulai menggenjot fasilitas periklanan berbayar bertajuk Facebook Ads.

Banyak perusahaan kemudian memutuskan untuk menggunakan fasilitas ini alih-alih berkutat dengan strategi organik. Dengan mengeluarkan sejumlah uang, mereka bisa nangkring di depan calon pelanggannya tanpa harus dipusingkan dengan capaian organik.

Efektivitas Facebook Ads bukanlah sesuatu yang perlu dipertanyakan apalagi diperdebatkan. Semakin banyaknya pemakai sudah cukup untuk memberi indikasi bahwa hasilnya cukup positif. Hanya saja ceritanya bisa lain untuk mereka yang tidak memiliki cukup anggaran untuk membayarrnya. Jika anda salah satunya, beberapa cara gratis social media marketing berikut mungkin bisa anda coba.

Inilah beberapa cara gratis social media marketing di Facebook:

Konten Berkualitas

Tanpa menggelontorkan dana untuk beriklan, anda akan sangat tergantung dengan efek viral. Pesan yang anda sampaikan hanya akan dapat menjangkau banyak orang jika diamplifikasi oleh para pengguna Facebook. Satu-satunya alasan mereka mau men-share adalah kualitas kontennya. Parameternya bisa apa saja, informatif, bermanfaat, menarik, lucu, tapi yang jelas mereka juga tidak akan mau tampak bodoh di depan teman-temannya dengan men-share sesuatu yang konyol, kecuali jika kekonyolan tersebut memang merupakan daya tarinya.

Jangan berharap akan mendapatkan kesuksesan secara organik dengan kualitas posting yang alakadarnya. Karena pada prinsipnya orang men-share postingan – kecuali postingan teman-teman yang secara pribadi dikenalnya – karena mereka ingin terlihat lebih pintar, lebih tahu, lebih melek informasi, lebih bijak, dan lebih-lebih yang positif lainnya.

Buatlah Posting Blog yang Bermanfaat dan Lengkap

Buatlah posting blog yang lengkap, mengulas topik yang dibahas dari berbagai aspek dengan detail. Anda mungkin bertanya “Memangnya harus panjang?” Kalau anda membandingkan antara panjang dan bertele-tele dengan pendek tapi padat, jangan lupakan satu pilihan lain yang lebih bermutu, panjang tapi padat. Tidak mungkin anda mengupas satu topik tertentu dari segala sisi yang relevan dengan lengkap dalam satu posting pendek. Itu esensinya posting blog panjang.

Dukung tulisan anda dengan referensi dan elemen-elemen multimedia yang dapat membantu pembaca untuk memahaminya dengan mudah:

  • Tambahkan link ke referensi, baik itu buku, studi, hasil riset, dll.
  • Tambahkan elemen visual seperti foto, grafik, diagram, dll.
  • Tambahkan video agar penjelasan tertulis bisa lebih mudah dicerna.

Semakin dalam anda mengupas topik yang anda bahas, semakin besar manfaatnya untuk memperkaya pengetahuan pembaca. Ingatlah bahwa mungkin bukan hanya anda yang membuat posting blog yang membahas topik tersebut, jadi pastikan posting yang anda buat lebih berkualitas, lebih lengkap, akurat, dan mudah difahami.

Jangan lupa, di dunia ini tidak ada yang benar-benar gratis. Jika anda ingin cara gratis marketing di Facebook, sebenarnya anda tetap harus membayarnya dalam bentuk lain, tenaga, waktu, dan pikiran.

Sajikan Gambar yang Menarik

Pernahkan anda memperhatikan dan membandingkan sampai akhirnya menyimpulkan bahwa posting gambar biasanya mendapat lebih banyak “Like” dibandingkan posting biasa yang hanya berisi tulisan? Memang demikianlah adanya. Bukan hanya sekedar menurut pengamatan atau perasaan anda, banyak statistik dan studi yang dilakukan secara ilmiah memberikan kesimpulan yang sama.

Penyebabnya sederhana. Apalagi di ranah social media yang sangat cepat berubah, elemen visual lebih mudah menarik perhatian. Karena itu memposting gambar yang menarik merupakan salah satu cara efektif menarik perhatian. Elemen gambar bisa hadir dalam berbagai bentuk, tidak hanya foto tapi juga karikatur, grafik, diagram, atau elemen-elemen grafik yang meroket popularitasnya akhir-akhir ini seperti infografik dan meme.

Waktunya Mulai Bermain Video

Dengan semakin tingginya kualitas koneksi internet baik yang diakses melalui komputer maupun melalui perangkat bergerak seperti ponsel, popularitas video turut meroket. Di ranah social media sendiri, Facebook secara konsisten merilis angka-angka statistik yang menunjukan trend yang sama.

Tahukah anda bahwa sejak pertengahan tahun 2014, rata-rate lebih dari 1 milyar video diputar orang di Facebook. Lebih dari 50% pengguna Facebook memutar setidaknya 1 video setiap kali mereka mengakses Facebook. Dengan kecenderungan tersebut, tidak salah kalau banyak praktisi meyakini bahwa konten video merupakan salah satu cara gratis social media marketing di Facebook.

Kenali Audience Anda

Kalau anda berfikir bahwa posting-posting yang sesuai dengan yang disarankan terlebih dahulu merupakan bagian terpenting dari halaman Facebook anda, anda salah besar dan kegagalan sudah pasti di depan mata. Meskipun semuanya penting, yang paling penting disini bukan postingan Facebook anda, bukan posting blog yang anda tulis, bukan kedisiplinan anda dengan jadwal posting, melainkan audience anda.

Dengan mengenal audence anda maka anda bisa merancang posting ya sesuai sehingga popularitas anda secara konsisten terus meningkat tanpa harus mengeluarkan uang.

Bagaimana anda mengenali audience anda?

Wawancarai Pelanggan Ideal

Carilah beberapa orang yang anda anggap mewakili pelanggan ideal anda. Jangan terpaku pada pelanngan yang sudah lama berlangganan, kombinasikan juga dengan pelanggan baru, bahkan calon pelanggan yang menurut anda memiliki profil yang ideal sebagai pelanggan.

Kolumnis Aaron Agius dalam artikel yang dimuat oleh Search Engine Journal menyarankan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Bagaimana anda mengukur kesuksesan dalam pekerjaan anda?
  • Pengetahuan dan peralatan apa yang anda pakai untuk menyelesaikan tugas-tugas anda sehari-hari?
  • Apa yang mewakili kesuksesan dalam fungsi yang anda emban?
  • Dari mana anda menggali informasi yang diperlukan sehubungan dengan pekerjaan anda?
  • Blog, majalah, buku apa yang anda baca?
  • Apakah anda bergabung dengan kelompok, asosiasi, atau komunitas tertentu?
  • Bagaimana anda berhubungan dengan orang-orang lain berng beraktivitas di bidang yang sama?
  • Apakah hal yang anda anggap sebagai tantangan terbesar anda?

Kalau anda mulai berfikir “Apa hubungan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan misi anda meraih sukses di ranah social media?” Jawabannya adalah dengan mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut anda akan lebih mengenal audience anda, kebutuhan dan beban yang mereka hadapi sehari-hari. Tantangan yang mereka hadapi sehari-hari. Sampai pandangan mereka tentang hal yang biasanya paling penting dalam kehidupan kebanyakan orang, pekerjaan. Dengan demikian anda dapat membuat konten yang lebih baik, membangun hubungan yang lebih kuat dengan audience anda.

Buat Gambaran Persona Secara Detail

Dari pemahaman itu anda dapat mengelompokan audence anda ke dalam profil pribadi yang spesifik, sedetail mungkin. Dalam istilah marketing, profil tersebut dikenal dengan istilah “persona”. Setelah itu pastikan bahwa konten social media anda secara spesifik dirancang untuk masing-masing persona tersebut. Dengan demikian konten yang anda buat tidak pernah mubazir karena ngawur. Konten yang anda buat selalu pas untuk satu kelompok audience tertentu. Kelompok audience lain akan disasar dengan konten lain yang secara spesifik dirancang untuk mereka.

Dengan menulis konten yang secara presisi sesuai dengan kebutuhan, harapan, keinginan, tantangan, beban, yang mereka hadapi, audience akan lebih merasa tersentuh dengan konten anda sehingga kecenderungannya untuk menyebarkan, men-“share” akan lebih tinggi.

Beberapa parameter yang bisa anda pakai untuk mengidentifikasi persona audience anda adalah:

  • Informasi demografis, dimana mereka tingga, lingkungannya seperti apa, dll.
  • Profil pekerjaannya, jabatan, tugas, tanggung jawab, dll.
  • Bagaimana anda dapat memberikan solusi atas apa yang mereka butuhkan?
  • Hambatan utama mereka dalam menerima apa yang anda tawarkan.
  • Cara yang tepat untuk mendekati mereka.

Jangan Membuat Kesalahan

Seperti banyak hal lain dalam hidup kita, seringkali kesalahan kecil dapat memporak-porandakan sesuatu yang sudah kita bangun bersusah payah. Apalagi, di ranah social media, sering kali kesalahan tidak dapat diperbaiki lagi. Misalnya saja kalau anda melakukan kesalahan yang mencederai kepercayaan audience, maka selamanya mereka tidak akan pernah kembali lagi.

Berikut beberapa kesalahan social media marketing yang sering tanpa sadar dilakukan:

Menganggap Masing-Masing Platform Social Media Sama

Sering kali kita berfikir semua platform social media sama saja, hanya diisi orang-orang yang berbeda, karenanya kita kemudian membuat posting yang persis sama untuk semua platform. Mudah, cepat, praktis. Lalu apa salahnya?

Kebanyakan orang bergabung dalam beberapa platform sekaligus. Bukankah anda secara pribadi juga punya akun Facebook, Twitter, dan mungkin beberapa platform social media lainnya? Bayangkan jika anda memiliki akun dan aktif di beberapa aku social media, lalu pada saat yang bersamaan melihat satu akun memposting sesuatu yang sama persis di semua platform tersebut? Suka? Atau anda malah melihatnya sebagai sesuatu yang membosankan bahkan berfikir si pembuat posting itu malas?

Padahal mengikuti anda di beberapa platform social media yang berbeda merupakan indikasi bahwa loyalitas mereka pada anda.

Itu kalau kita melihat dari sisi “banyak orang punya akun dan aktif di beberapa platform”. Kalau dilhat dari sisi lain “masing-masing orang hanya sepenuhnya aktif di satu platform tertentu”, kita juga harus ingat bahwa masing-masing platform punya karakteristik tersendiri. Orang-orang tertentu menyukai platform tertentu pastinya karena selera pribadinya, bisa juga disimpulkan mereka yang berkumpul di satu platform tertentu sedikit banyak memiliki kesamaan selera.

Jadi pastikan anda membuat posting yang secara khusus dibuat untuk masing-masing platform. Bukan hanya “asal beda-beda”, tapi dengan mengikuti “tradisi” di masing-masing platform tersebut.

Tidak Mengadirkan “Brand Personality” Anda Dalam Setiap Posting

Memberikan apa yang diinginkan audience tidak serta merta berarti menomorduakan tujuan utama anda hadir di platform social media. Selalu hadirkan “brand personality” anda dalam setiap posting, sehingga pada akhirnya semua audience akan bisa dengan mudah “mengenali” posting anda dari karakternya.

Tidak semudah hanya menyebut merek setiap kali posting atau menempel logo di setiap foto atau gambar yang anda posting, tapi lebih pada karakter dan gaya. Cobalah perhatikan tokoh-tokoh terkemuka yang anda idolakan, pasti anda bisa dengan mudah mengenali mereka meskipun tidak melihat wajahnya. Contoh saja, kalau anda mendengar pidato seseorang, bukankah anda bisa dengan mudah mengenali kalau yang berbicara adalah BJ Habiebie?

Posting Sekali-Sekali Saja

Kalau anda tidak dapat menjaga ritme dengan posting dalam frekuensi cukup dan jadwal yang berkala, lebih baik jangan dulu terjun di ranah social media marketing. Apalagi kalau anda berharap strategi social media marketing gratis yang sangat tergantung dengan traffic organik.

Jasa Internet Marketing Indonesia

Internet marketing bisa dilakukan bleh sapa saja. Ilmunya bertebaran di dunia maya. Sementara itu yang lebih petting adalah mengimplementasikannya secara consisten sampai mendapatkan hasil. Tapi bagi sebagian orang yang waktunya lebih bermanfaat dipergunakan untuk fokus pada faktor-faktor yang lebih esensial dalam bisnisnya, menggunakan jasa internet marketing lebih relisais. Jika anda mencari jasa internet marketing Indonesia terbaik, coba kunjungi website http://artamaya.com

Jasa SEO Indonesia

Jika anda meluangkan waktu cukup untuk mempelajari SEO anda akan segera memahami bahwa SEO adalah pekerjaan yang menuntut kita meluangkan cukup banyak waktu secara terus menerus dalam jangka panjang. Sebagai pengusaha biasanya justru itulah yang sulit kita sediakan. Karena itu banyak perusahaan memutuskan untuk menyewa penyedia jasa SEO. Kalau anda tertaik untuk mencari penyedia jasa SEO Indonesia yang terpercaya, coba kunjungi website http://artamaya.com

Go to Top