admin

Home/admin

About admin

This author has not yet filled in any details.
So far admin has created 67 blog entries.

Search Engine Apple

Search engine Apple dikabarkan akan segera diluncurkan raksasa teknologi yang didirikan mendiang Steve Jobs, Apple, untuk menantang Google Search yang saat ini mendominasi pasar search engine tanpa pesaing berarti.

Sejumlah portal berita yang mengamati dunia teknologi komputer dan digital marketing menyoroti berbagai tanda-tanda, karena Apple sendiri masih tutup mulut. Bukan hal aneh, Apple memang cenderung selalu begitu saat menggodok produk baru. Menyimpannya sebagai rahasia dan membiarkan spekulasi di luar beredar tanpa keterlibatan mereka, sampai mereka benar-benar siap me-“launching”.

Perubahan yang diterapkan pada Spotlight Search di iOS dan versi beta iPadOS 14, perubahan menyeluruh pada halaman support Applebot, dan meningkatnya aktivitas mesin penjelajah AppleBot mengunjungi website-website dipandang banyak pengamat sebagai signal kuat bahwa Apple search engine akan segera diluncurkan.

Apple v.s. Google di Eropa

Joka otoritas berwenang di Inggris benar-benar melaksanakan ancamannya, Apple search engine akan mendapat keuntungan besar yang bisa membuat mereka lebih mudah merebut pasar Eropa. Seperti banyak diberitakan, European Union alias Masyarakat Ekonomi Eropa berkali-kali mempermasalahkan Google dalam hal praktek-praktek persaingan tidak sehat.

Pihak berwenang di Eropa bisa saja memaksa Apple untuk mendepak Google yang saat ini menjadi search engine standar dalam browser besutan Apple. Meskipun tidak sepopuler browser Chrome milik Google, kebanyakan pengguna komputer dan perangkat gadget Apple menggunakan Safari. Selama ini saat pengguna membuka browser Safari, secara default mereka mendapatkan Google sebagai search engine standar.

Mengapa Apple Perlu Punya Search Engine?

Pengguna yang mengakses internet melalui perangkat buatan Apple jumlahnya meningkat terus. Popularitas komputer Apple, baik desktop maupun laptop, mungkin tidak begitu banyak. Tapi jangan lupa, pengguna perangkat bergerak buatan Apple, iPad dan iPhone melipatgandakan jumlah penngguna yang mengakses internet dengan perangkat buatan raksasa Cupertino itu.

Selain tekanan dari otoritas salah satu pasar teknologi terbesar dunia seperti dijelaskan sebelumnya, hubungan Apple dan Google tidaklah benar-benar harmonis. Seperti umumnya dua pemain besar yang bermain di lapangan yang sama, mereka bekerjasama di bidang-bidang tertentu karena secara ekonomis diperlukan. Sementara di sisi lain mereka tetap saling curiga, saling waspada, dan saling mencari kesempatan untuk menyalip.

Apple tentu tidak ingin terus menerus tergantung dan memberi keuntungan pada pesaingnya itu.

Sementara di sisi lain Apple juga semakin mantap dengan sejumlah teknologi yang dimilikinya, sehigga ketergantungan dengan perangkat milik kompetitor jadi semakin riskan. Semakin stabilnya Siri dan iCloud membuat Apple punya kekuatan cukup untuk memiliki search engine sendiri, bahkan bisa menciptakan keunggulan untuk search engine besutannya saat berhadapan dengan Google Search.

Apple Nggak Perlu Duitnya Google

Sudah diketahui secara luas kalau Google membayar Apple agar Google Search dijadikan search engine standar perangkat Apple. Uang yang dibayarkan Google untuk itu juga tidak kecil. Konon angkanya berada di kisaran 8 sampai 12 milyar dolar. Ambil saja yang terkecil, 8 milyar dolar. Kalau dirupiahkan dengan kurs 1:14.000 jadi 112 trilyun.

Banyak? Iya, pake banget. Tapi Apple saat ini menyandang gelar “the most valuable company”, perusahaan dengan nilai (dalam bentuk uang) terbesar di dunia. Selain aset dalam berbagai bentuk, disebutkan bahwa pada akhir kuartal ketiga tahun 2020 ini saja Apple menyimpan dana sebesar 193,8 milyar dolar, tunai, nganggur tersimpan di bank. Berapa itu kalau dirupiahkan? 2.700 trilyun lebih.

Jadi sebetulnya Apple nggak beneran butuh duit yang dibayarkan Google itu. Hanya saja, Apple memiliki sesuatu yang dibutuhkan Google. Nggak mungkin juga Apple memberikannya dengan cuma-cuma. Sementara kalau Google berani membayar sebanyak itu, artinya Google sudah menghitung kalau lewat kerjasama itu Google bisa menghasilkan uang yang jauh lebih banyak dari yang dia bayarkan. Nggak mungkin Apple nggak tahu itu.

Pastinya Apple sadar kalau uang yang dihasilkan Google itu bisa mereka kuasai sendiri kalau mereka memiliki search engine yang setidaknya sekelas dengan Google Search.

Tidak heran kalau Apple kemudian membenamkan investasi besar untuk membangun search engine Apple sendiri.

Jadi tinggal kita tunggu saja tanggal mainnya. Menarik untuk melihat apa search engine Apple benar-benar lebih unggul dari Google Search. Lebih menarik lagi melihat bagaimana praktisi dan pakar SEO Indonesia menghadapi search engine baru ini. Sama, lebih sulit, atau malah lebih mudah?

Konsultan SEO di Bali

Konsultan SEO di Bali sangat banyak. Setidaknya jauh lebih banyak dari kebutuhan. Tapi mereka yang benar-benar ahli, tahu persis cara membawa website mendominasi search engine, punya portfolio yang membuktikan keahliannya, dan profesional menangani client-clientnya, dihitung dengan jari sebelah tangan saja masih bersisa.

Masih adakah perusahaan yang tidak turun ke dunia maya saat ini? Bisa jadi jawabannya ada. Tapi kalaupun ada pastinya tidak banyak. Perusahaan tidak akan bisa hidup tanpa konsumen, sementara sekarang hampir semua orang ada di dunia maya. Artinya perusahaan yang tidak turun ke dunia maya tidak mungkin bisa bertahan. (more…)

Pakar SEO 2018 Kelas Dunia

Mengapa saya memberikan datar pakar SEO 2018 kelas dunia yang layak kita pantau? Karena SEO merupakan disiplin ilmu yang sangat dinamis karena search engine sendiri terus menyempurnakan sistemnya. Karena itu strategi dan teknik SEO dari waktu ke waktu terus berubah. Karenanya riset dan praktek terus menerus merupakan satu-satunya cara untuk mempertahankan kealian dalam bidang yang satu ini. Tidak kalah penting dari melakukan riset dan praktek sendiri adalah memantau riset dan praktek yang dilakukan praktisi dan pakar SEO terutama yang tingkat kepakarannya sudah mendapat pengakuan dunia. Untuknya para pakar SEO biasanya cenderung tidak pelit, mereka rajin berbagi sehingga ada banyak yang bisa kita pelajari dengan memantau mereka secara terus menerus.

Sebagai praktisi biasa, tingkat kepakaran saya di bidang SEO hanya sebatas memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya tidak merasa memiliki cukup kredibilitas untuk memberikan penilaian mengenai kelayakan seorang pakar SEO apalagi mereka yang berkelas dunia. Untuk itu saya menggunakan artikel yang diterbitkan majalah manajemen terkemuka Inc. Pada versi online dari majalah tersebut Joseph Steinberg, seorang kolumnis yang juga merupakan CEO SecureMySocial menulis artikel yang kalau diterjemahkan berjudul “9 Pakar SEO yang Layak di-Follow di Tahun 2018”. Anda bisa membaca artikel tersebut disini. Tertarik untuk mengetahui siapa saja yang masuk ke dalam jajaran pakar SEO 2018 kelas dunia tersebut?

Anda juga dapat mempelajari update terbaru seputar dunia SEO di blog SEO berbahasa Indonesia ini http://artamaya.web.id/blog-seo-indonesia/

Daftar 8 Pakar SEO 2018

1. Rand Fishkin

Rand berkecimpung dalam dunia SEO sejak lama. Salah satu buah dari pengalaman panjangnya itu adalah salah satu tool SEO terbaik yang banyak dipakai pakar dan praktisi SEO di seluruh dunia, Moz. Seperti banyak pakar SEO lain, Rand juga kerap memberi pengalaman dan pemikirannya. Yang membuatnya istimewa adalah keberaniannya untuk melawan arus, menyatakan sesuatu yang pada saat itu masih berlawanan dengan pendapat kebanyakan pakar SEO lainya. Hebatnya biasanya pernyataan kontroversinya lambat laun terbukti kebenarannya. Tidak heran kalau Rand menduduki posisi puncak daftar pakar SEO 2018 ini.

Beberapa tulisannya yang banyak menuai kontroversi diantaranya “Cara Membangun Konten yang Sukses dengan Mencari Musuh”, “Tahun Depresi yang Buruk dan Panjang Akhirnya Berlalu”, dan “Tidak Menjadi CEO Itu Tidak Enak”.

Posisi saat ini: Pakar SEO di Moz
Website: https://moz.com/community/users/63
Blog: https://moz.com/rand/
Socmed: Twitter @randfish

2. Guy Sheetrit

Berbekal pengalaman lebih dari 10 tahun di dunia SEO, Guy mendirikan perusahaan konsultan SEO berama Over the Top SEO yang lebih dikena dengan singkatannya, OTT. Hanya dalam setahun perusahaan ini sukses membantu website milik sejumlah perusahaan terkemuka dunia untuk menguasai search engine. Beberapa client raksasa OTT adalar Coca Cola, China Mobile, dan Victoria’s Secret.

Kunci susses OTT adalah strategi SEO tingkat dewa dan teknik SEO unik yang diterapkannya. Tentunya tidak semua orang bisa menggali pengalaman sendiri mengelola website-website raksasa milik perusahaan-perusahaan global seperti client-client OTT. Untungnya Guy dan timnya rajin membagi tip inovatif hasıl dari pengalaman mereka melalui blog resmi perusahaan OTT. Tulisan-tulisan Guy juga banyak diterbitkan oleh sejumlah portal online besar yang populer di dunia SEO seperti Search Engine Journal, Search Engine Watch, Huffington Post, SEMRush, AdWeek dan Business.com.

Secara spesifik Guy dan timnya sangat mempercayai pentingnya aspek keamanan website dalam SEO.

Posisi saat ini: CEO Over the Top SEO
Website: https://www.overthetopseo.com/
Blog: https://www.overthetopseo.com/blog/
Socmed: Twitter @overthetopseo

3. Vanessa Fox

Yang mombawa sosok Vanessa ke dalam daftar Pakar SEO 2018 ini adalah pengalaman panjangnya berkarir di Google yang kemudian dia bawa ke dalam perusahaannya sendiri sendiri. Di Google Vanessa merupakan salah satu pencipta Webmaster Central. Setelah melepas posisinya di Google, Vanessa mendirikan perusahaan analisa search engine bernama Nine by Blue yang kemudian dijualnya keypads raksasa search marketing RKG. Sementara Vanessa sendiri kemudian memimpin KeylimeToolbox, sebuah perusahaan software yang memfokuskan diri pada tool-tool SEO.

Bidang kepakaran Vanessa di dunia SEO tergambar dari produk-produk KeylimeToolbox yang terbagi dalam tiga kelompok besar, tool-tool analisa data statistik, tool-tool untuk analisa kompetisi dan memetakan prediksi, serta tool-tool uituk menganalisa data server untuk mendapatkan gambaran lengkap perilaku search engine.

Posisi saat ini: CEO Over the Top SEO
Website: https://www.keylimetoolbox.com
Blog: https://www.keylimetoolbox.com/category/news/
Socmed: Twitter @vanessafox

4. Eric Enge

Digawangi lebih dari 70 analis dan anggota tim teknis lainnya, Stone Temple Marketing milik Eric Enge merupakan salah satu yang terbesar di bidangnya.Salah satu aspek menarik yang membuat sosok Eric layak masuk ke dalam jajaran elit pakar SEO 2018 ini adalah riset ekstensif yang terus-menerus dilakukan Stone Temple Marketing, dan tentunya hasilnya juga terus menerus mereka bagi melalui kanal-kanal digital yang dikelolanya.

Salah karya besar Stone Temple Marketing adalah riset mengenai RankBrain yang mendapat pengakuan dari salah satu pakar terkemuka Google, Gary Illyes.

Melalui bologna Stone Temple Marketing secara berkala membagi tip mengenai digital marketing dan SEO. Sementara Eric sendiri banyak menghasilkan konten-konten bermanfaat secara independen. Eric juga merupakan salah satu penulis utama pada The Art of SEO yang merupakan media yang memuat tulisan-tulisan dari sejumlah pakar SEO terkemuka.

Posisi saat ini: CEO dan Pendiri Stone Temple Marketing
Website: https://www.stonetemple.com/
Blog: https://www.stonetemple.com/blog/
Socmed: Twitter @stonetemple

5. Barry Schwartz

Mereka yang berkecimpung di dunia SEO pasta tidak asing lagi dengan Search Engine Roundtable. Portal kyushu verisimilitude informasi termini tentang dunia per-SEO-an itu memang sudah sejak lama menjadi salah satu referensi para praktisi SEO baik yang pemula maupun yang sudah berpengalaman. Barry Schwartz ini adalah pendiri Search Engine Rountable. Bisa dibayangkan dong tingkat kepakarannya dalam SEO.

Jam terbangnya di dunia SEO yang sudah lebih dari satu dekade ini membuatnya juga sering dijadikan nara sumber untuk berbagai event lainnya. Tau dong Search Engine Land? Kurang lebih sama dengan Search Engine Roundtable lah, tapi yang satu ini didirikan oleh Danny Sullivan, juga seorang pakar SEO kelas dunia. Nah Barry Schwartz ini juga adalah news editor Search Engine Land.

Posisi saat ini: CEO RustyBrick, pendiri Search Engine Roundtable, news editor Search Engine Land
Website: https://www.stonetemple.com/
Blog: https://www.seroundtable.com/author/barry-schwartz/2.html
Socmed: Twitter @rustybrick

6. Jeff Quipp

Jika kebanyakan pakar SEO berasal dari Amerika Serikat, Jeff Quipp berasal dari Kanada. Jadi memang mungkin namanya sedikit asing di telinga karena jarang terdengar. Tapi såsom yang satu ini adalah CEO dari perusahaan konsultan search marketing terbesar di negaranya. Search Enggine People yang dikomandoi Jeff Quipp mempekerjakan lebih dari 100 orang, sangat besar untuk ukuran perusahaan sejenis.

Selain melalui blog perusahaannya, tulisan-tulisan Jeff Quipp juga sering muncul di beberapa portal terkemuka superti Financial Post, Huffington Post, dll.

Posisi saat ini: Pendiri dan CEO Search Engine People Inc.
Website: https://www.stonetemple.com/
Blog: https://www.searchenginepeople.com/blog/author/jeff
Socmed: Twitter @senginepeople

7. Brian Dean

Nama Backlinko memang relatif baru di dunia SEO. Dalam dunia search engine marketing, sesuai dengan namanya, Backlinko fokusnya sangat spesifik, soal backlink. Tapi meskipun masih relatif baru, kesuksesannya menyokong client-client yang banyak diantaranya merupakan perusahaan besar membuat namanya cepat dikenal dan sekarang menjadi salah satu referensi SEO paling banyak dipantau.

Buah pikiran dan pengalamannya banyak dia bagikan melalui blog baik dalam bentuk tulisan maupun video. Kalau diikuti, dipraktekan dengan konsisten, sukses jelas sudah di tangan.

Posisi saat ini: CEO Backlinko
Website: https://www.stonetemple.com/
Blog: http://backlinko.com/blog
Socmed: Twitter @backlinko

8. Spencer Haws

Bukan soal content atau backlink, Spencer Haws memfokuskan dirinya pada menemukan dan mengeksplorasi niche sebagai laban tersembunyi yang bisa jadi sangat menguntungkan jika dikelola dengan benar. Untuk membantu dia sendiri dan kita semua dalam mengidentifikasi dan mengeksploitasi niche-niche yang menguntungkan, dia menciptakan Long Tail Pro.

Posisi saat ini: Pencipta cichepursuits.com
Website: http://www.nichepursuits.com
Blog: http://www.nichepursuits.com/
Socmed: Twitter @nichepursuits

Cara Mempercepat Website Berbasis WordPress

Jangan menganggap pengunjung website adalah orang-orang sabar yang bersedia membuang-buang waktunya untuk menunggu sebuah halaman website perlahan-lahan muncul di layar. Riset menunjukkan bahwa mereka hanya mau menunggu beberapa detik saja, kalau website kita lemot, mereka pergi mencari website lain. Karena faktor kecepatan website ini penting untuk kenyamanan pengguna, maka Google juga menjadikan kecepatan website sebagai salah satu faktor utama SEO. Apakah website anda sudah cukup cepat? Kalau belum anda harus mempelajari dan mengimplementasikan cara mempercepat website yang akan kita bahas sekarang.

Cara Mempercepat Website Ala WordPress

Kalau website anda berbasis teknologi WordPress, mempercepat website bukanlah pekerjaan yang terlalu sulit, karena ada tersedia banyak perangkat tambahan yang memiliki fungsi-fungsi khusus yang secara keseluruhan membantu meningkatkan kecepatan website. Perangkat tambahan berupa software ini biasa kita kenal dengan sebutan PlugIn yang bisa kita tambahkan ke dalam website kita dengan menginstallnya. Jangan khawatir, menginstall PlugIn WordPress bukan hal yang sulit sehingga tidak memerlukan keahlian khusus, hanya perlu beberapa klik saja. Yang lebih sulit justru memilih PlugIn yang tepat, karena biasanya kita memerlukan banyak PlugIn dan selain fungsi, kita juga harus memastikan bahwa PlugIn-PlugIn yang kita pakai data bekerja bersama-sama secara efektif.

Inilah salah satu alasan memilih platform WordPress nutuk membangun website, cara mempercepat website berbasis WordPress sangat mudah. Sebetulnya bukan hanya untuk mempercepat website saja sih, ada banyak hal lain terkait dengan website dapat dilakukan dengan sangat mudah jika kita menggunakan mesin WordPress.

PlugIn WordPress untuk Mempercepat Website

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan website, dan banyak diantaranya berhubungan dengan konstruksi website itu sendiri sehingga cara untuk mempercepat website dari sisi ini dapat dilakukan tanpa perlu mengotak-atik sistem server. Beberapa contohhnya diantaranya ukuran file gambar yang terlalu besar, database yang kurang optimal, penggunaan kode pemrograman yang kurang efektif, dan lain-lain. Berikut adalah beberapa PlugIn WordPress yang dapat mengatasi masalah-masalah tersebut. Perlu dicatat, biasanya ada banyak PlugIn yang tersedia untuk satu fungsi yang sama. Dalam daftar ini dipilih yang memang sudah cukup teruji.

Mempercepat Rendering Website dengan WP Fastest Cache

Rendering merujuk kepada proses menterjemahkan kode yang dipergunakan untuk membangun website menjadi sesuatu yang kita lihat di layar monitor. Anda pernah mendengar istilah HTML? HTML adalah “bahasa” yang dipakai untuk membuat website. Salah satu instruksi yang dikenal dalam HTML adalah <b> … </b> untuk membuat tampilan teks menjadi tebal. Rendering adalah proses membaca dan menterjemahkan kode HTML sampai kita melihat teks yang tampil dalam huruf tebal di layar monitor.

Kalau proses “menterjemahkan” ini berjalan lambat, pengunjung website harus menunggu lama sampai halaman website kita tampil dengan sempurna di layar monitornya. Jadi salah satu cara mempercepat website adalah mempercepat renderingnya.

Salah satu PlugIn yang berfungsi untuk mempercepat rendering website adalah WP Fastest Cache. Ada yang lain? Banyak. Tapi WP Fastest Cache ini memiliki sejumlah kelebihan, diantara kelebihannya yang paling penting adalah cepat dan settingnya mudah. Selain itu PlugIn ini sudah banyak dipakai dan rata-rata pemakai memberikan penilaian yang sangat baik. 3 juta download dan reviewnya bintang 5.

Caching dengan WP Total Cache

Pengunjung website sering kali berkunjung dan membuka halaman-halaman web pada website kita secara berulang. Setiap kali dia berkunjung atau membuka halaman web yang sama, proses rendering akan dilakukan dari awal lagi. Kalau pengunjung website kita hanya satu atau dua orang saja mungkin memang tidak menimbulkan masalah. Tapi kalau seperti harapan kita, pengunjung website kita berada di hitungan seribu – dua ribu atau bahkan sejuta – dua juta, tentu rendering berulang ini akan sangat membebani server yang ujung-ujungnya membuat website kita menjadi lemot.

Solusinya adalah teknik yang disebut “caching”. Secara sederhana bisa dijelaskan teknik ini membuat sebuah “salinan” yang sudah dirender di dalam komputer pengunjung. Setiap pengunjug ini membuka halaman web baru, satu salinan dibuat di dalam komputernya. Saat dia mengunjungi kembali, alih-alih server yang merender dan mengirim kembali halaman web tersebut, komputer yang dipakai si pengunjung akan membuka salinan yang sudah tersimpan di dalam komputernya sendiri. Jadi beban kerja server akan berkurang, demikian juga lalu lintas data antara komputer pengunjug dan server website kita.

Salah satu PlugIn populer nutuk teknik caching ini adalah W3 Total Cache. Kelebihan utamanya ada pada performa dan kelengkapan fitur yang dimilikinya. Tidak heran kalau banyak penyedia hosting terkemuka berkelas dunia merekomendasikannya. Penggunanyapun bukan hanya website dan blog kecil-kecil tetapi juga nama-nama besar seperti raksasa telekomunikasi AT&T dan portal berita internacional Mashable.

Kompresi File dengan WP Super Minify

Untuk mengoptimalkan tampilan dan mengendalikan fitur-fitur tertentu, biasanya website dibangun dengan melibatkan file-file tambahan. HTML yang merupakan “bahasa” yang kita pergunakan untuk mengatur tampilan didukung sejumlah file tambahan yang juga berisi kode pemrograman yang ditulis dalam bahasa lain, biasanya CSS dan JavaSript. Tampilan website yang cantik jelita dan kaya fitur biasanya memiliki konsekuensi, jumlah dan kuran file-file pendukung, CSS dan JavaScript yang membengkak. Logikanya, kalau file-file pendukung ini banyak dan besar-besar, waktu yang dipergunakan untuk mengirimkannya dari server ke komputer pengunjung dan menampilkannya di layar monitor jadi lebih lama.

WP Super Minify, melakukan kompresi untuk memperkecil ukuran file-file yang ditransmisikan dari server ke komputer pengunjung, baik yang berbentuk HTML maupun CSS dan JavaScript. Karena ukuran file lebih kecil, waktu yang diperlukan untuk mentransmisikannya jadi lebih pendek, otomatis pengunjung merasa website kita lebih cepat.

Memperkecil Ukuran File Gambar dengan WP Smush

Ingat kata pepatah yang mengatakan “Sebuah Gambar Berbicara Seribu Kata”? Karena itulah para prancing visual website menggunakan banyak komponen gambar dalam sebuah website. Begitu pentingnya gambar bagi pengunjung website, sampai Google memberikan nilai lebih rendah pada website atau halaman web yang miskin eleman gambar. Sayangnya ukuran file gambar jauh lebih besar dari ukuran file yang hanya berisi teks. Kalau kita menggunakan banyak gambar di website kita, apalagi ukurannya juga besar besar, otomatis waktu yang diperlukan untuk mentransmisikannya dari server kita ke komputer pengunjung jadi jauh lebih lama.

Salah satu cara mempercepat website yang sangat efektif adalah mengurangi ukuran file gambar di website kita. Sayangnya biasanya ada dua kemungkinan kensekuensi negatif dari mengurangi ukuran file gambar, ukuran gambarnya jadi lebih kecil, atau ketajamannya yang berkurang sehingga jadi tidak enak dilihat.

WP Smushmemiliki teknologi yang dapat mengurangi ukuran file gambar dengan tetap menjaga kualitas tampilannya di monitor pengunjung.

Beberapa fitur yang membuat WP Smush menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan PlugIn-PlugIn lain yang memiliki fungsi yang sama adalah fitur-fiturnya. Beberapa diantaranya adalah:

  • Dapat memproses beberapa format gambar yang biasa dipakai pada website seperti JPEG, GIF, dan PNG.
  • Membuang warna yang tidak terpakai dari gambar.
  • Berfungsi normal saat dikombinasikan dengan PlugIn-PlugIn lain.
  • Mengkompresi gambar dalam satu directory sekaligus.
  • Menghilangan metadata dari file gambar berformat JPEG.
  • Mengkompresi sejumlah file gambar secara bersamaan.

Optimasi Database dengan WP-Optimize

Website-website modern, termasuk yang menggunakan mesin WordPress, menyimpan sejumlah besar data di dalam database. Sejumlah aktivitas dapat membuat ukuran database ini membengkak sehingga waktu untuk melakukan pencarian dan pengambilan data jadi lebih lama. Tidak heran kalau optimasi database menjadi salah satu cara mempercepat website yang sangat efektif.

Mari kita lihat contoh kasusnya.

WordPress menyimpan data revisi yang kita lakukan. Misalnya kita membuat satu posting dan supaya supaya aman, sambil mengetik kita men-save secara berkala, misalnya saja serial 10 menit. Kalau kita mengetik satu posting selama 60 menit, artinya kita men-save 6 kali sebelum posting itu kita publikasikan. WordPress menyimpan semua revisi itu di dalam database. Jadi untuk satu posting ada 6 versi yang tersimpan. Kalau kita punya 1000 posting dan masing-masing ada 6 versi, bisa dibayangkan betapa banyak isi database kita. Padahal yang ditampilkan saat ada pengunjung yang membuka hanya versi yang terakhir saja.

Contoh lain. Kalau website atau blog kita cukup populer dan banyak pengunjungnya, akan ada banyak komentar yang dibuat pengunjung dan banyak diataranya tidak berguna sehingga tidak akan kita “approve”, bahkan banyak diantaranya mungkin hanya “spam”. Tapi data ini tetap disimpan di dalam database. Makin banyak posting, makin banyak komentar yang sebagian diantaranya tidak penting, makin bengkak ukuran database kita.

WP-Optimize membantu kita membersihkan database dari data-data yang tidak penting sehingga ukurannya jadi lebih ramping. Selain ruang yang termakan di dalam server jadi lebih sedikit, proses mencari dan menampilkan data juga jadi jauh lebih cepat.

Loading Bertahap dengan BJ Lazy Load

Biasanya halaman web cukup panjang, tidak hanya sekedar yang tampil di layar monitor saja. Saat kita memasuki website atau membuka halaman web, yang muncul di layar monitor dan langsung terlihat hanya bagian paling atas saja. Kalau apa yang kita lihat menarik perhatian kita untuk lanjut, kita akan men-scroll untuk turun pelan-pelan.

Mengikuti logika itu, BJ Lazy Load menciptakan trik efektif nutuk membuat pengunjung merasa website kita cepat. Sederhana saja, alih-alih menunggu seluruh halaman web ter-loading seluruhnya lalu baru ditampilkan sekaligus, dia mengatur loading bertahap halaman web secara bertahap. Mungkin secara teknis teknik tidak bisa benar-benar dikatakan sebagai sebuah cara mempercepat website, tapi solusi efektif nutuk membuat website terasa cepat.

Faktor Utama SEO Ketiga Adalah Perilaku Pengguna

Faktor utama SEO apa yang anda kanal selama ini? Selama bertahun-tahun para pakar SEO terkemuka maupun praktisi-praktisi berpengalaman selalu mengatakan content dan backlink sebagai dua faktor paling penting dalam SEO yang harus mendapatkan perhatian paling serius. Dalam perkembangannya selama bertahun-tahun dengan rangkaian penyempurnaan algoritma yang secara berkala di-release oleh Google, kedua faktor itu tetap mendominasi. Kalaupun ada, pergeseran lebih banyak terjadi pada strategi untuk mendapatkan nilai bagus untuk kedua faktor tersebut. Bahkan kita melihat banyak contoh kasus dimana dengan SEO tanpa backlink sekalipun ranking yang bagus bisa saja kita dapatkan.

Namun akhir-akhir ini kita melihat indikasi semakin meningkatnya peranan sejumlah parameter yang secara umum bisa kita golongkan ke dalam kategori perilaku pengguna, dalam istilah asingnya users engagement.

Layakkah Perilaku Pengguna Disejajarkan Sebagai Faktor Utama SEO?

Pastinya kita tidak bisa bertanya pada Google, karena formula ranking memang merupakan sesuatu yang sangat dirahasiakan. Konon bahkan para insinyur Google yang terlibat secara dalam pengembangan algoritma sekalipun tidak mengetahui secara lengkap. Cara kita mengetahui faktor utama SEO ya melalui riset. Kita sangat mengetahui bahwa yang diinginkan Google adalah memberikan kualitas hasil pencarian yang prima pada para penggunanya. Jadi dari pengetahuan itulah biasanya riset SEO berawal.

Mengapa Google menjadikan content sebagai salah satu faktor utama SEO? Karena dari konten itu Google bisa mengukur relevansi sebuah website atau halaman web dengan kata kunci yang dipergunakan saat pemakai melakukan pencarian. Mengapa Google menjadikan backlink sebagai salah satu fakt0r utama SEO? Karena dari backlink yang dianalogikan sebagai referensi itulah Google mengukur kualitas. Logikanya tidak ada orang yang dalam kondisi normal mau mereferensikan sesuatu yang dia nilai buruk.

Tapi kita juga tahu bahwa backlink itu merupakan sesuatu yang banyak disalahgunakan, karena deteksinya relatif lebih sulit daripada menyalahgunakan konten. Misalnya backlink yang kita dapat dengan membeli tentu lebih sulit dideteksi daripada “keyword stuffing”, menjejalkan keyword sebanyak-banyaknya ke dalam konten secara tersembunyi. Karena itu sangat logis kalas Google terus mencari parameter-parameter yang lebih mudah dideteksi dan memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi alias lebih susah disalahgunakan.

Perilaku pengguna memiliki sejumlah indikator yang mudah diukur dan sangat sulit diakali. Kita ambil contoh satu saja, “dwelling time” yang mengukur berapa lama searing pemakai berada di dalam sebuah website. Secara sederhana kita bisa memahami logika ini: semakin lama dia brada di website itu, semakin bagus kualitas kontennya, karena kalau kontennya jelek, tentu dia tidak akan berlama-lama membacanya, langsung “ngacir” lagi mencari website yang lain. Mengukurnya sangat mudah, sementara mengakalinya sangat sulit.

Sebagai referensi untuk memahami faktor-faktor perilaku pengguna apa saja yang dipakai Google untuk mengukur kualitas sebuah website atau halaman web, anda bisa membaca artikel berjudul “Do Website Engagement Rates Impact Organic Rankings?” yang ditulis Larry Kim dan dipublikasikan di website moz.com.

Parameter Perilaku Pengguna Yang Berpengaruh Pada SEO 

Click-Through Rate

Google menggunakan perilaku pengguna untuk memverifikasi penilaiannya sendiri dengan menggunakan “click-through rate”. Parameter ini lebih populer dalam singkatannya, CTR. CTR mengukur berapa sering pengguna meng-click website anda saat Google menampilkan website tersebut dalam daftar hasil pencarian (SERP).

Praktisnya begini. Google menilai Website A milik anda cukup berkualitas sehingga ditampilkan dalam halaman pertama SERP, katakanlah di posisi ke-5 untuk sebuah kata kunci. Ternyata karena “title” dan “description” Website B yang dimiliki kompetitor anda lebih menarik, meskipun website itu berada di posisi ke-6, saat tampil di SERP, pengguna lebih sering meng-click Website B. Maka suatu saat Google akan menaikan ranking Website B dan menurunkan ranking Website A.

Dwell Time

Parameter ini mengukur berapa lama searing pengunjung berada di dalam sebuah website. Semakin tinggi “dwell time”-nya artinya semakin lama pengunjung itu berada di dalam website kita. Semakin lama rata-rata “dwell time”, semakin bagus dari sisi SEO. Dasarnya adalah logika yang sangat sederhana. Pengunjung tidak akan mau berlama-lama berada di dalam satu website kalau dia menilai kualitas website itu buruk atau tidak relevan dengan kata kunci yang dia masukkan saat melakukan pencarian.

Contoh kasusnya begins. Misalnya seorang pengguna melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “informasi wisata Bali”. Dari daftar hasil pencarian yang ditampilkan Google (SERP), dia tartarik dengan judul dan deskripsi Website A. Dia klik dan masuk ke website itu. Ternyata memang isi website itu menarik dan berkualitas. Dia membaca homepage, masuk ke beberapa halaman lain, membaca isinya, dan setelah puas dia kembali ke SERP, kemudian meng-click Website B. Ternyata dia menilai website itu tidak menarik dan selewat melihat homepage-nya dia langsung kembali ke SERP.

Di Website A dia menghabiskan waktu 12 menit. Di Website B dia menghabiskan waktu 30 detik saja. Kalau anda menjadi search engine, website mana yang anda beri nilai lebih tinggi?

Kapan-kapan kita bahas bagaimana cara meningkatkan “dwell time” ini.

Return Visit

Kalau website anda menarik, mengandung banyak konten bermanfaat, kemungkinan besar pengunjung website suatu saat akan mengunjunginya kembali. Contohkan kita sendiri saja. Bukankah kalau kita menemukan website atau halaman web yang kita anggap menarik dan penting kita akan mem-bookmark-nya supaya kita mudah untuk balik lagi kesitu? “Return visit” mengukur berapa banyak dari pengunjung website anda yang merupakan “returning visitor” alias pengunjung yang pernah berkujung sebelumnya.

Google punya cara untuk melihat ini meskipun mungkin kunjungan-kunjungan kedua, ketiga, dan seterusnya tidak lagi menggunakan Google. Mungkin karena di-bookmark atau karena kita sudah hafal URL-nya.

Petunjuk Arah dan Click to Call

Tahu dong kalau Google sekarang sangat memperhatikan “local search”? Local search merujuk pada keberadaan bisais di lokasi sekitar si pengguna yang relevan tengan kata kunci pencariannya. Misalnya saja saat sedang berada di kawasan Pantai Kuta di Bali kemudian seorang pengguna melakukan pencarian dengan kata kunci “restoran murah”. Kemungkinan besar anda akan mendapatkan hasil berupa restoran-restoran murah yang lokasinya berada di seputaran Pantai Kuta saja, bukan Pantai Sanur apalagi Pantai Ancol yang berada di Jakarta.

Kalau listing lokasi ini kan ada fasilitas untuk meaghubungkan dengan aplikasi peta untuk memandu kita ke tempat tersebut atau tombol click yang langsung meaghubungkan kita ke fungsi telepon kaal pencarian dilakukan dengan menggunakan smartphone. Konsepnya sama dengan CTR. Kalau sering ditampilkan tapi pengguna tidak tertarik untuk mengambil langkah lanjutan, dalam hal ini meminta petunjuk arah atau langsung menelepon, nilainya akan berkurang.

Masih ada lagi?

Masih banyak yang lainnya. Misalnya saja kalau website atau halaman web kita memiliki fasilitas nutuk memberi komentar seperti pada kebanyakan blog dan portal berata, semakin banyak pengunjung memberi komentar nilai kita di mata search engine semakin tinggi. Lalu ada “social signal” yang memberi website kita nilai lebih kalau pengunjung men-share website atau halaman web kita melalui kanal-kanal “social media” seperti Facebook, Twitter, dan kawan-kawannya.

Masih ragu-ragu kalau sekarang perilaku pengguna menjadi bagian dari faktor utama SEO? Sepertinya sudah waktunya kita mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki website kita sehingga parameter-parameter perilaku pengguna website kita semakin meningkat.

Strategi SEO Terbaru untuk Menaklukkan Keyword Sangar

Mengapa saya memerlukan strategi SEO terbaru? Beberapa than lalu, bersama beberapa teman, perusahaan yang saya kelola menguasai papan atas Google untuk keyword yang sangat menguntungkan. Sayangnya update algoritma Google merontokkan website-website yang kami operasikan. Sialnya kalau biasanya saat website terlempar dari halaman pertama kita bisa mengembalikan posisinya dalam hitungan minggu atau sesial-sialnya satu atau dua bulan sajt, kali ini situasinya sansat berbeda. Gagal terus menerus baik untuk mengembalikan ranking dari website-website lama maupun mendongkrak ranking website-website baru, satu persatu akhirnya gulung tikar termasuk perusahaan saya.

Formulasi Strategi SEO Terbaru

Strategi SEO Terbaru Merupakan Hasil Riset Panjang

Berbeda dengan pemain-pemain lain yang selama ini menjadi teman sekaligus kompetitor yang akhirnya banting setir, saya tetap berada di jalur yang sama, digital marketing khususnya SEO. Saya menggunakan website milik client-client saya nutuk melakukan riset terus menerus. Untuk eksperimen-eksperimen beresiko tinggi saya sengaja membuat website-website sebagai kelinci percobaan. Sampai akhirnya saya memutuskan sekarang sudah waktunya mengimplemenasikan strategi SEO terbaru hasil riset lebih dari dua tahun terakhir ini untuk mambayar rasa penasaran saya, sekaligus kembali menghidupkan mesin uang yang lama tidak menghasilkan lagi. Hehehe.

Keyword Bali Villas

Penasaran keyword apa yang saya kejar? Nggak usah pake bisik-bisik lah ya, buka-bukaan saja. Keyword yang saya kejar ini adalah Bali villas dan sejumlah long tail keyword di sekitar topik itu. Mengapa saya keyword berat? Karena saya dan sejumlah teman, belasan perusahaan, yang tadinya setiap bulan mengantongi komisi ratusan juta rupiah, rontok dan bertahun-tahun gagal untuk kembali menguasai halaman pertama Google. Saol jam terbang pastinya kami bukan “anak kumarin sore”. Soal motivasi, ratusan juta per bulan, milyaran per tahun, bersih masuk kantong, kurang memotivasi apa lagi?

Sebetulnya bukan hanya yang berhubungan dengan bisnis villa saja. Kebanyakan pemain online yang berfokus dengan SEO untuk keyword-keyword yang berhubungan dengan produk-produk pariwisata Bali mengalami hal serupa. Sebut saja beberapa contoh misalnya hotel, paket wisata, aktivitas wisata, dan sebagainya.

Beberapa teman sempat sengaja membayar jasa SEO Indonesia maupun luar negeri yang beken-beken dan mahal-mahal. Tidak ada yang berhasil tuh. Sampai sekarang saya sering berkomunikasi dengan pakar dan praktisi SEO yang banyak malang melintang dengan menyandang predikat, pakar, mastah, suhu dan sebagainya. Kebanyakan justru menyarankan untuk berfikir ulang. Biasanya mereka mengatakan keyword itu “terlalu berat”, sambil mengedepankan alasan “Toh juga belum tentu mengkonversi karena terlalu ‘broad’ dan tidak termasuk ‘buying keyword’ yang punya kemungkinan besar mendatangkan pembeli”.

Bali VillasTapi saya sediri sangat meyakini kalau secara bosnia, penyewaan villa di Bali ini merupakan produk yang sangat menguntungkan untuk dijual secara online. Bisnis ini melibatkan uang besar. Bayangkan saja, rentang harganya antara $100 sampai sekitar $5.000 bahkan lebih. Mereka yang berlibur dengan menyewa villa biasanya masa tinggalnya lumayan panjang, seminggu, bahkan lebih. Komisinya jelas, pasar komisi nutuk memasarkan villa di Bali adalar 20%, tidak kurang tidak lebih. Bayangkan kalau menyewakan villa yang biasa saja, misalnya yang harganya $1000 per malam. Tamu tinggal seminggu alias 7 harı saja nggak usah lama-lama. Itu sudah $7000. Komisinya 20%, $1.400 kali kurs dolar sekarang Rp. 14.000. Itu sudah Rp. 19.600.000. Satu transaksi. Belum tambahan-tambahannya lho. Misalnya tamunya mau sewa mobil, mau booking spa, dll. Kalau kita pandai-pandai melakukan upselling, luar biasa.

Bayangkan berapa transksi harus kita tutup nutuk mendapatkan hasıl sama kalau misalnya kita menjual produk obat herbal. Belum lagi kita berhadapan dengan calon-calon pembeli yang nyebelin. PHP, CLBK, nuduh penipu, dll.

Penyewa villa mayoristas orang asing yang masih tinggal di negaranya pada saat melakukan pemesanan. Tahu dong karakter kebanyakan orang asing kaya yang sanggup membayar ribuan dolar hanya untuk akomodasi saja. Kebanyakan bukan tipe orang-orang rewel dan suka tipu-tipu. Mereka juga biasanya tidak terlalu tertarik dengan browsing sana-sini intui banding-banding harga apalagi jungkir balik nawar kayak emak-emak nawar sepotong tempe dari tukang sayur. Cara mereça berkomunikasi juga cenderung sopan, nggak ada cerita berdrama ngomel-ngomel mudah nipu segala hanya sekedar biar dapet diskon.

Formula Sederhana

Puyeng? Nggak koq. Meskipun kita bicara strategi SEO terbaru, formulanya sebetulnya sangat sederhana. Yang diperlukan lebih ke ketekunan saja untuk berlama-lama mengerjakan sesuatu yang itu-itu terus. Hehehe. Dari dulu sampe sekarang memang SEO white hat itu modalnya emang itu sih, kebal bosen. Yang kemudian pada ditendangin Google dari SERP juga biasanya masalahnya itu-itu saja. Karena nggak tahan bosen, pengen hasil cepet dengan usaha sedikit, mulailah bermain-main dengan warna hitam. Jor-joran link building dengan aneka cara. Mencoba-coba stategi SEO gray hat, lama-lama makin gelap itu gray hat-nya, mulai terdeteksi Google sebagai praktek SEO black hat, dan akhirnya ditendang.

Content Content Content

Sebetulnya ini bukan benar-benar strategi SEO terbaru karena dari jaman kuda gigit besi sampe sekarang presiden yang pernah rame gara-gara nyebut “jaman kuda” itu menjadi mantan sebetulnya yang diinginkan Google memang tetap sama, “content is king” katanya. Content yang panjang dan evergreen menjadi kuncinya. Halaman produk memang sering kali jadi tidak menarik kalau isinya terlalu banyak teks. Bagaimana mengakalinya? Pake doorway page? No way. Itu mutlak black hat. Gampang koq, bikin seminarik mungkin uituk manusia saja, gak usah pikirkan Google. Lalu buatlah posting-posting blog yang panjang dan relevan dengan link ke halaman yang miskin konten itu. Nah memang bikin konten berkualitas tinggi meskipun sekedar posting blog tidaklah mudah, jadi kuncinya ya kerja kerja kerja, seperti katan presiden yang belum menjadi mantan.

Lupakan Link Building

Nggak usah buang-buang waktu berusaha mendapatkan link. Link yang mudah didapat nggak ada nilainya sementara link yang susah didapat terlalu susah mendapatkannya. Yang mudah didapat itu apa sih? Ya misalnya saja blog commenting. Yang susah didapat misalnya apa? Contohnya link dari media terkemuka dengan tingkat otoritas tinggi. Pompa konten habis-habisan, usahakan kualitasnya setinggi mungkin. Kalau karena sangat menarik ada orang yang mau me-link ya Alhamdulillah, kalaupun tidak ya nggak usah dipikirin. Ngetik terus sampe kepala botak. Hahaha.

Keyword Driven

Ini yang sering dilupakan para pemain pariwisata khususnya yang beramain di keyword Bali villas, Bali hotel, dan sebangsanya. Mereka biasanya menggunakan nama villa sebagai title dan focus keyword dari setiap halaman produk. Jadinya website tersebut secara keseluruhan jadi tidak konsisten. Home page kita sasar misalnya “Bali hotel”, tapi semua halaman lain di website itu fokusnya tidak ada yang relevan dengan keyword itu. Yang ada malah nama-nama yang nggak jelas superti “Harris Kuta”, “Hyatt Regency”, “Granmas Boutique”, “Sheraton Laguna”, dll. Itu saja yang diubah. Saya memilih menggunakan keyword-keyword relevan, long tail, untuk setiap halaman produk. Misalnya “luxury beachfront resort”, “cheap hotel near the beach”, dll.

Jangan lupa pula, itu keyword juga nggak asal comot tapi hasil riset juga.

Teknik SEO Tanpa Backlink

Mereka yang mengandalkan website dalam mengais rejeki di ranah digital marketing tentu sangat memahami SEO. Dan kita semua tahu bahwa secara teori, para pakar dan konsultan SEO mengajarkan bahwa salah satu elemen paling penting dari SEO adalah backlink. Jadi kalau ada yang mengatakan ranking tinggi di Google dan search engine lainnya itu bisa diraih tanpa backlink sama sekali, mungkin kebanyakan akan meragukannya bahkan bisa jadi dengan serta-merta menolaknya. Tapi kenyataannya hal itu bisa dilakukan dan saya sudah membuktikannya sendiri. Teknik SEO tanpa backlink yang saya lakukanpun bukanlah sesuatu yang rumit dan sulit. Mau tahu caranya?

Pertama kita harus memahami teori dasar SEO. Ada banyak kumpulan teori dan teknik SEO yang bisa anda baca disini. Secara singkat SEO itu hanya membutuhkan dua hal saja, yaitu content dan backlink. Jadi kalau anda bertemu dengan praktisi, pakar, atau bahkan konsultan yang menawarkan jasa SEO mengatakan bahwa backlink merupakan salah satu yang paling penting dalam SEO, itu memang benar adanya. Bukan isapan jempol apalagi hoax. Sekarang tinggal soal keseimbangannya saja, penekanan diantara kedua elemen tersebut. Apakah harus 50:50 atau ternyata rasio ideal untuk mendapatkan ranking yang baik itu justru bukan di angka itu. 80:20, atau 70:30, atau malah sebaliknya 20:80 atau 30:70.

Saat kita bicara teknik SEO tanpa backlink, kita biacara di titik ekstrim dari keseimbangan antara kedua elemen tersebut. Antara content dan backlink, bukan lagi 50:50 atau 70:30 dan sebagainya tapi 100:0.

Mengapa Memilih Teknik SEO Tanpa Backlink?

Kalau SEO memerlukan kedua elemen tersebut, content dan backlink, lalu mengapa kita bermain dengan keseimbangan bahkan sampai bergeser ke titik ekstrim, 100:0 dimana artinya kita hanya mengandalkan konten dan tidak bermain backlink sama sekali? Jawabannya sangat sederhana, karena membangun backlink yang baik dan benar itu sangat sulit. Sementara kalau backlink yang kita dapatkan tidak baik dan benar, hasilnya juga bukan hanya sangat minim, salah-salah justru bisa negatif, membuat website atau halaman web yang kita optimasi justru mendapat nilai buruk di mata Google.

Soal backlink ini memang ada setumpuk teori yang dihasilkan oleh pemikiran banyak konsultan dan praktisi SEO yang kemudian bisa disarikan menjadi sejumlah kriteria dari backlink yang baik dan benar itu tadi. Pastinya baik dan benarnya itu menurut Google. Meskipun ada banyak teknik backlink dan sebagian diantaranya relatif mudah, pada kenyataannya semakin mudah tekniknya justru nilainya juga semakin kecil, saking kecilnya justru banyak yang menganggap nihil. Yang efeknya besar mendapatkannya juga bukan hanya sulit tapi sangat sulit. Demikian sulitnya sampai-sampai banyak yang menganggapnya nyaris tidak mungkin.

Pada akhirnya kita kembalikan pada kemauan Google si pemagang kekuasaan absolut, link building, artinya link yang sengaja dibuat, itu secara prinsip termasuk ke dalam kategori black hat.

Jadi daripada mudah tidak ada hasilnya atau bagus hasilnya tapi sangat sulit sehingga artinya sama sama NOL besar padahal Google sendiri tidak menyukainya – kalau sampe ketahuan – lalu mengapa kita masih memaksakan diri bermain link building. Bagaimana kalau kita mengambil proporsi 100:0 antara konten dan backlink?

Aplikasi SEO Tanpa Link Building

Sebetulya memilih untuk mencoba teknik SEO tanpa backlink itu kembali pada prinsip memenuhi keinginan Google sepenuhnya. Google menginginkan kita membangun konten yang relevan dan berkualitas sehingga bermanfaat bagi pengunjung. Google menggunakan backlink sebagai parameter untuk mengukur manfaat bagi pengunjung itu tadi. Semakin besar manfaatnya bagi pengunjung, bagi penduduk dunia maya, semakin tinggi nilainya di mata Google. Jadi bayangkan apa artinya sebuah backlink kalau itu didapat karena anda si pemilik website, si pembuat konten, kemudian meminta pemilik website lain untuk memberikan link, bukan karena konten anda bermanfaat tapi karena anda memintanya dengan menawarkan sesuatu sebagai “bayaran”-nya, entah uang atau merchandise atau pulsa atau link dari website lainnya lagi.

Jadi mungkin yang lebih tepat bukan teknik SEO tanpa backlink, tapi teknik SEO tanpa link building. Artinya bisa saja kalau konten anda sangat bermanfaat, backlink akan diberikan dengan sendirinya oleh pemilik-pemilik website lain. Tapi kita tidak melakukan apa-apa untuk mendapatkan backlink tersebut selain membuat konten berkualitas itu saja.

Untuk mencoba teknik tersebut saja menggunakan salah satu client, seorang dokter hewan alias veteriner yang memiliki sebuah klinik hewan di kawasan Kerobokan, Bali. Dalam istilah asingnya dokter hewan sering disebut vet, singkatan dari veterinarian. Di Bali layanan dokter hewan ini merupakan lahan bisnis yang cukup menjanjikan sehingga kompetisi untuk keyword-keyword yang relevan dengan layanan ini relatif tinggi.

Mengapa?

Kalau di banyak daerah lain dokter hewan lebih banyak dihubungkan dengan petani dan peternak, di Bali yang banyak penduduknya merupakan ekspatriat asing, banyak dokter hewan lebih fokus pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.  Dianggap sebagai bagian dari keluarga, kesehatan hewan peliharaan terutama anjing dan kucing mendapat perhatian yang cukup besar. Dari makanan, vaksin, sampai layanan kesehatan mereka tidak kalah dibandingkan dengan para pemiliknya yang banyak diantaranya kaum ekspatriat berkantong tebal.

Tekniknya relatif sederhana, mengikuti kaidah on-page SEO standar. Langkah awalnya menentukan keyword baik primer maupun sekunder. Dengan tingkat kompetisinya yang cukup tinggi, saya hanya menyasar satu keyword primer dan dua keyword sekunder. Cemen ya? Hehehe. Yang penting jadi duit lah. Keyword primer terdiri dari 2 kata yaitu Bali vet sementara keyword sekunder terdiri dari 3 kata yaitu professional Bali vet dan Bali vet service. Karena pemilik website ini bisnisnya berada di Bali dan sebagian besar pangsa pasarnya kaum ekspat, bahasanya dipilih Bahasa Inggris. Teknis-teknis biasa saja. Hosting stabil, domain baru sesuai “brand”, SSL, mesin WordPress, theme premium yang lengkap dengan printil-printil yang diinginkan Google, beberapa plugin pembantu, sisanya konten, teks dan foto.

Hasilnya memang muncul lebih lambat dibandingkan dengan website yang dioptimasi dengan link building yang ekstensif. Tapi kenyataanya merayap naik dan stabil. Sekarang setelah sekitar 6 bulan, keyword utama bermain-main di ranking 3-4. Sementara keyword-keyword sekunder berada di ranking 1-2.

Kesimpulan

Secara sederhana kita bisa menyimpulkan bahwa SEO tanpa link building itu sangat mungkin dan hasilnya tidak kalah dahsyat. Memang hasilnya tidak secepat teknik SEO yang melibatkan link building apalagi kalau link building-nya dikakukan dengan ekstensif. Tapi kita juga perlu ingat bahwa link building itu nyerempet bahaya. Bahaya kalau kena OTT (operasi tangkap tangan) Google tidak bisa dianggap remeh terutama untuk website bisnis yang melibatkan merk dan reputasi di dalamnya. Kalau sampai tersapu dari SERP gara-gara terkena penalti Google, penyemesaiannya tidak cukup hanya membuat website baru dan mengulang pekerjaan optimasinya.

Kita tentunya sangat tahu kalau membuat website baru, membuat konten baru, dan mengulang optimasi itu makan waktu dan tenaga yang sangat besar. Tapi reputasi bisnis jauh lebih sulit lagi untuk dipulihkan. Untuk website-website bisnis, optimasi dengan teknik SEO tanpa backlink atau tepatnya tanpa link building ini lebih realistis.

 

Directory DMOZ Ditutup

Cara mendapat backlink dari directory yang pada umumnya sangat mudah membuat teknik backlink ini sangat populer di kalangan praktisi SEO. Tinggal mendaftar lalu memberikan sedikit data – biasanya terdiri dari nama, URL, dan sedikit keterangan – lalu tinggal klik submit. Sebagian directory mengharuskan kita menunggu “approval” sebelum link yang kita submit muncul di dalam directory mereka. Tapi banyak juga directory yang menerapkan mekanisme “auto-approve”, dimana link yang kita submit langsung muncul.

Directory Paling Penting untuk SEO

Sama seperti teknik link building lainnya, backlink yang didapat dari directory ini nilainya tidak sama. Nilai backlink dari directory sangat tergantung dari nilai directory itu sendiri di mata search engine. Melihat kualitas directory sebagai sumber link tidak terlalu sulit, ada banyak parameter SEO yang bisa dianalisa dengan mudah, misalnya saja PageRank yang tinggi dan ranking aliran traffic yang bisa dicek melalui Alexa. Biasanya semakin baik kualitas directory sebagai sumber backlink, proses mendapatkan link-nya juga semakin sulit.

Para praktisi SEO sepakat bahwa di atas ratusan bahkan ribuan directory yang beredar di jagat maya, DMOZ adalah directory paling penting. Diterima oleh DMOZ sehingga bisa mendapatkan link dari directory tersebut biasanya merupakan sukses tersendiri bagi seorang webmaster atau praktisi SEO. Dalam banyak kasus, meskipun kita sudah mengikuti semua aturan mengenai cara mendapat link dari DMOZ, setelah menunggu berbulan-bulan link yang kita submit tidak juga di-approve.

Cara mendapat backlink dari directory memang relatif sama, DMOZ tidak terlalu berbeda. Pemberian approval-nya yang full manual membuat ceritanya menjadi sangat berbeda. Lama dan pelit.

Directory DMOZ Ditutup

Sayangnya setelah demikian lama menyandang status sebagai directory paling penting untuk SEO, DMOZ baru-baru ini membuat pengumuman yang sangat mengejutkan, DMOZ secara resmi ditutup selamanya terhitung mulai tanggal 14 Maret 2017. Meskipun banyak spekulasi beredar, tidak ada penjelasan resmi mengenai penyebab penutupan DMOZ. Yang jelas sangat mengejutkan, karena posisi DMOZ sebagai “pemimpin pasar”, juga karena penutupannya yang diumumkan secara mendadak.

Sejarah DMOZ

DMOZ didirikan oleh dua orang insinyur yang bekerja di perusahaan teknologi terkemuka Sun Microsystems. Rich Skrenta dan Bob Truel sebagai para pendirinya awalnya menamainya Gnuhoo. Belakangan sejumlah rekan kerja mereka yang lain turut memperkuat para pendiri awal, Chris Tolles, Bryan Dole, dan Jeremy Wenokur. Mulai online pada 5 Juni 1998, Gnuhoo kemudian berganti nama menyadi NewHoo karena banyak orang menganggap layanan mereka tidak relevan dengan istilah GNU yang merujuk pada software gratis. Tidak lama berselang namanya diganti lagi menjadi ZURL karena Yahoo keberataan dengan persamaan suku kata “hoo” yang terkandung dalam nama itu.

Sesaat sebelum pergantian nama dari NewHoo menjadi ZURL, terjadi perpindahan kepemilikan karena akuisisi oleh Netscape yang pada bulan Oktober 1998 kembali mengganti namanya menjadi Open Directory Project. Belakangan Netscape sendiri diakuisisi oleh AOL sehingga kepemilikan DMOZ otomatis turut berpindah tangan.

Pada jamannya, terutama antara 1998 sampai 2015, DMOZ tumbuh pesat. Saat Netscape mengambil alih kepemilikan, DMOZ menyimpan sekitar 100.000 URL. Sekitar setahun kemudian tepatnya pada tanggal 5 Oktober 1999 angka itu sudah melipat 10 kali menjadi sekitar sejuta URL. Pada bulan April 2000, DMOZ berhasil menyalip Yahoo Directory dengan mencatat 1.6 juta URL. Angka itu terus membumbung meskipun tingkat pertumbuhannya semakin melambat. Di akhir masa kejayaannya, tepatnya 31 Oktober 2015, DMOZ merekam hampir 4 juta website.

Apakah Link-Building dengan Directory Masih Bermanfaat?

Meskipun DMOZ tidak pernah mengemukakan alasan penutupan layanannya, kenyataannya dari penghujung 2015 angka pertumbuhan DMOZ sudah jauh menurun. Rentang waktu itu kurang lebih singkron dengan update algoritma Google yang berfokus pada kualitas backlink. Sejumlah praktisi SEO menyebut bahwa backlink dari directory kualitasnya sangat rendah sehingga sudah tidak ada gunanya lagi dilakukan. Bahkan ada beberapa pakar SEO menyebut backlink dari directory malah memberi efek negatif terhadap ranking.

Pendapat mana yang anda ikuti?

Backlink, apapun tekniknya, terikat pada “aturan main” yang sama. Sumbernya harus berkualitas. Anchor text harus bervariasi. Konten di sekitar link tersebut – yang kita buat dalam bentuk deskripsi – harus berkualitas (cukup panjang, unik, relevan). Cara mendapat backlink dari directory masih tetap sama, tapi kita perlu bekerja lebih baik. Dan pastinya konten dari website kita sendiri harus berkualitas. Pada akhirnya sebagus apapun backlink yang kita dapat, kalau kualitas konten websitenya rendah ya tidak ada hasilnya. Backlink – termasuk dari directory – masih bermanfaat besar. Tapi manfaat itu hanya bisa didapat oleh website yang memiliki konten berkualitas.

Google Tidak Menyukai Website dengan Pop-Up Berlebihan

Menjelajah internet tentu anda pernah menemukan website yang memunculkan pop up. Entah begitu kita masuk ke websitenya, saat meninggalkan websitenya, ataupun saat kita sedang berada di dalam websitenya. Biasanya popup tersebut berisi pesan-pesam pemasaran. Apakah anda merasa terganggu dengan munculnya jendela-jendela pop up tersebut? Mayoritas pengguna internet menyatakan mereka merasa terganggu.

Kalau di website yang layarnya besar saja dirasa menggaggu, apalagi di layar smartphone dan mobile device lain yang ukuran layarnya relatif kecil. Kalau pada layar komputer popup mungkin hanya menutup sebagian kecil layar, pada smartphone biasanya popup menutup seluruh layar. Mau tidak mau kita melihatnya. Mau tidak mau kita membacanya. Sangat mengganggu karena kita harus melakukan sesuatu terlebih dahulu – biasanya meng-click tombol close – menyingkirkannya dan melanjutkan aktivitas yang sedang kita lakukan.

Gangguan atas kenyamanan pengunjung website ini ternyata tidak luput dari pengamatan Google. Rupanya raja mesin pencari ini tidak ingin mengirim penggunanya ke website-website yang lebih mementingkan uang daripada kenyamanan pengunjungnya. Google tidak menyukai website dengan pop-up berlebihan.

Baru-baru ini Google mengumumkan bahwa sistemnya akan mulai memangkas website dan halaman web yang terlalu jor-joran menggunakan popup sehingga mengganggu pengunjungnya sendiri. Perubahan ini akan mulai diterapkan setelah tanggal 10 Januari 2017. Selengkapnya mengenai pengumuman Google tersebut dapat dilihat pada blog resmi Google. Petikan yang paling penting dari pengumuman Google tersebut merujuk pada website-website yang akan dipangkas nilainya. Ini bunyi kalimatnya:

“Pages that show intrusive interstitials provide a poorer experience to users than other pages where content is immediately accessible.”

Artinya kurang lebih adalah “halaman yang memiliki sisipan yang berlebihan sehingga mengganggu kenyamanan dibandingan dengan halaman-halaman lain dimana pengunjung langsung mendapati konten tanpa hambatan”. Rupanya Google memiliki istilah sendiri untuk praktek ini, yaitu “interstitial“. Kalau dilihat di kamus dan wiki, interstitial ini kurang lebih dapat diartikan sebagai sisipan, sesuatu yang menyelip dan cenderung mengganggu. Kata ini digunakan diantaranya merujuk pada tumor yang menyisip diantara otot.

Selain kata interstitial yang merujuk pada sisipan yang mengganggu kenyamanan pengunjung website karena tidak bisa langsung mendapati konten yang bermanfaat sesuai dengan pencariannya lewat Google, ada satu kata lain yang juga perlu digarisbawahi, yaitu “intrusive” yang secara lugas dapat diartikan sebagai berlebihan. Gangguan yang berlebihan. Artinya Google tidak sama sekali anti dengan sisipan. Google tidak meyukai website dengan pop-up yang BERLEBIHAN. Pertanyaannya adalah seperti apa praktek yang dianggap berlebihan oleh Google.

Dari banyak referensi, yang dianggap berlebihan diantaranya sebagai berikut:

  1. Pop up yang langsung muncul begitu pengguna masuk ke website / halaman web, terutama saat pengunjung datang lewat referensi search engine.
  2. Pop up yang ukurannya memenuhi seluruh atau sebagian besar layar sehingga konten website / halaman web yang dituju sama sekali tidak terlihat.

Pop up yang berisi informasi yang memang penting untuk pengunjung, misalnya saja peringatan penggunaan “cookie” pada website, tidak termasuk ke dalam sisipan yang dianggap mengganggu oleh Google.

Meskipun demikian, Google menyatakan bahwa konsekuensi untuk masalah ini adalah penurunan nilai, bukan penalti apalagi di-ban. Nilai itu sendiri merupakan bagian dari ratusan parameter lain yang mempengaruhi ranking. Karena itu kalau nilai website atau halaman web tersebut sangat tinggi dalam parameter-parameter lain, misalnya saja kontennya sangat bagus, bisa saja tetap menikmati ranking yang baik di SERP.

Jadi kalau cukup pede website atau halaman web anda memang layak mendapatkan ranking tinggi meskipun menerapkan apa yang disebut Google sebagai “intrusive interstitial”, silahkan lanjut.

Cara Menghindari “Bad Link”

Cara menghindari bad link perlu kita ketahui karena ada kalanya untuk membuat konten yang menarik kita memang terpaksa mengangkat topik berkonotasi negatif dan merujuk ke sumber-sumber yang negatif pula. Di dunia maya, tentunya kita tahu bahwa cara merujuk adalah dengan membuat link. Sementara sumber-sumber negatifnya berupa website atau halaman web. Padahal kita tahu bahwa Google dan search engine lainnya tidak suka kita membuat link ke website atau halaman web yang dinilai negatif. Website kita bahkan bisa terkena penalty kalau ngotot melakukannya.

Termasuk dalam kategori bad link adalah link ke website atau halaman website yang memuat konten porno, penyebar kebencian, menunjukkan tindak kekerasan, dan sebagainya. Link ke website atau halaman web yang masuk ke dalam kategori ini dapat berbuah penalty.

Mungkin kita membuat posting yang memuat pendapat kita tentang konflik berdarah yang saat ini banyak terjadi di kawasan Timur Tengah. Untuk memperkuat kredibilitas tulisan kita, dirasa perlu link ke beberapa website atau halaman web yang secara aktual memuat kekerasan yang terjadi disana. Mugnkin kita membuat posting mengenai selebriti yang ternyata memiliki perbuatan menyimpang dan kita merasa perlu untuk membuat link ke situs porno yang memuat video porno selebriti tersebut.

Dalam content building, memang adakalanya hal-hal tersebut tidak bisa dihindari. Bagaimanapun juga pada akhirnya tujuan kita bukan mendapatkan ranking di Google tetapi mendapat aliran pengunjung. SEO itu tujuan antara, tujuan akhirnya pembaca. Dan hal inipun dikonfirmasi oleh Google sendiri. Dalam banyak kesempatan Google selalu mendorong kita untuk membangun konten yang disukai pengunjung website. Kalau pengunjung website menyukai konten kita, Google akan mengikutinya.

Ternyata ada cara menghindari bad link yang sangat sederhana supaya kita bisa memberikan rujukan ke website atau halaman web yang ber-konten negatif tanpa membuat kita terkena penalty Google.

Cara Menghindari Bad Link

Trik ini jelas sahih, karena diungkapkan langsung oleh Gary Illyes. Sosok yang satu ini bukan orang sembarangan di dunia per-SEO-an. Bekerja di Google sejak tahun 2011, Gary bertugas memastikan kepuasan para pengguna Google dengan cara membantu para webmaster membuat website yang menarik.

Trik Cara Menghindari Bad Link dari Gary Illyes

Seperti bisa dilihat sendiri dari cuitan Gary, cara menghindari bad link saat kita membangun konten dan merasa perlu menyisipkan rujukan ke website atau halaman web yang memiliki konten negatif sangat-sangat sederhana, tinggal pakai NoFollow saja. Mengenai bagaimana cara menggunakan NoFollow, bisa dipelajari disini. Tidak sulit kan? Hanya perlu dicatat adalah ini trik berkaitan dengan link keluar dari website kita, bukan link dari website lain ke website kita.

Nah setelah mengetahui cara menghindari bad link, lebih pede dong membangun konten website kita? Apapun isinya, kemanapun kita perlu merujuk, santai saja, tidak akan kena penalty. Hanya saja harus difahami bahwa kita bicara sesuatu yang positif lho ya. Ingat, pisau bisa dipakai membunuh orang, tapi bisa juga dipakai untuk membuat makanan enak. Jangan digunakan berlebihan.

Saat kita menggunakan, jangan lupa juga diimbangi dengan link-link lain yang DoFollow. Banyak pakar SEO mengatakan bahwa link keluar sebagai rujukan, terutama ke website-website yang “kuat”, sangat baik untuk SEO. Kalau semua link NoFollow, sama saja dengan tidak ada link.

Nah selamat bekerja membangun konten yang menarik untuk memanjakan para pengunjung website. Traffic membludak, ranking Google melonjak!

Jasa Internet Marketing Indonesia

Internet marketing bisa dilakukan bleh sapa saja. Ilmunya bertebaran di dunia maya. Sementara itu yang lebih petting adalah mengimplementasikannya secara consisten sampai mendapatkan hasil. Tapi bagi sebagian orang yang waktunya lebih bermanfaat dipergunakan untuk fokus pada faktor-faktor yang lebih esensial dalam bisnisnya, menggunakan jasa internet marketing lebih relisais. Jika anda mencari jasa internet marketing Indonesia terbaik, coba kunjungi website http://artamaya.com

Jasa SEO Indonesia

Jika anda meluangkan waktu cukup untuk mempelajari SEO anda akan segera memahami bahwa SEO adalah pekerjaan yang menuntut kita meluangkan cukup banyak waktu secara terus menerus dalam jangka panjang. Sebagai pengusaha biasanya justru itulah yang sulit kita sediakan. Karena itu banyak perusahaan memutuskan untuk menyewa penyedia jasa SEO. Kalau anda tertaik untuk mencari penyedia jasa SEO Indonesia yang terpercaya, coba kunjungi website http://artamaya.com

Go to Top