SEO

Home/SEO

Pakar SEO 2018 Kelas Dunia

Mengapa saya memberikan datar pakar SEO 2018 kelas dunia yang layak kita pantau? Karena SEO merupakan disiplin ilmu yang sangat dinamis karena search engine sendiri terus menyempurnakan sistemnya. Karena itu strategi dan teknik SEO dari waktu ke waktu terus berubah. Karenanya riset dan praktek terus menerus merupakan satu-satunya cara untuk mempertahankan kealian dalam bidang yang satu ini. Tidak kalah penting dari melakukan riset dan praktek sendiri adalah memantau riset dan praktek yang dilakukan praktisi dan pakar SEO terutama yang tingkat kepakarannya sudah mendapat pengakuan dunia. Untuknya para pakar SEO biasanya cenderung tidak pelit, mereka rajin berbagi sehingga ada banyak yang bisa kita pelajari dengan memantau mereka secara terus menerus.

Sebagai praktisi biasa, tingkat kepakaran saya di bidang SEO hanya sebatas memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya tidak merasa memiliki cukup kredibilitas untuk memberikan penilaian mengenai kelayakan seorang pakar SEO apalagi mereka yang berkelas dunia. Untuk itu saya menggunakan artikel yang diterbitkan majalah manajemen terkemuka Inc. Pada versi online dari majalah tersebut Joseph Steinberg, seorang kolumnis yang juga merupakan CEO SecureMySocial menulis artikel yang kalau diterjemahkan berjudul “9 Pakar SEO yang Layak di-Follow di Tahun 2018”. Anda bisa membaca artikel tersebut disini. Tertarik untuk mengetahui siapa saja yang masuk ke dalam jajaran pakar SEO 2018 kelas dunia tersebut?

Anda juga dapat mempelajari update terbaru seputar dunia SEO di blog SEO berbahasa Indonesia ini http://artamaya.web.id/blog-seo-indonesia/

Daftar 8 Pakar SEO 2018

1. Rand Fishkin

Rand berkecimpung dalam dunia SEO sejak lama. Salah satu buah dari pengalaman panjangnya itu adalah salah satu tool SEO terbaik yang banyak dipakai pakar dan praktisi SEO di seluruh dunia, Moz. Seperti banyak pakar SEO lain, Rand juga kerap memberi pengalaman dan pemikirannya. Yang membuatnya istimewa adalah keberaniannya untuk melawan arus, menyatakan sesuatu yang pada saat itu masih berlawanan dengan pendapat kebanyakan pakar SEO lainya. Hebatnya biasanya pernyataan kontroversinya lambat laun terbukti kebenarannya. Tidak heran kalau Rand menduduki posisi puncak daftar pakar SEO 2018 ini.

Beberapa tulisannya yang banyak menuai kontroversi diantaranya “Cara Membangun Konten yang Sukses dengan Mencari Musuh”, “Tahun Depresi yang Buruk dan Panjang Akhirnya Berlalu”, dan “Tidak Menjadi CEO Itu Tidak Enak”.

Posisi saat ini: Pakar SEO di Moz
Website: https://moz.com/community/users/63
Blog: https://moz.com/rand/
Socmed: Twitter @randfish

2. Guy Sheetrit

Berbekal pengalaman lebih dari 10 tahun di dunia SEO, Guy mendirikan perusahaan konsultan SEO berama Over the Top SEO yang lebih dikena dengan singkatannya, OTT. Hanya dalam setahun perusahaan ini sukses membantu website milik sejumlah perusahaan terkemuka dunia untuk menguasai search engine. Beberapa client raksasa OTT adalar Coca Cola, China Mobile, dan Victoria’s Secret.

Kunci susses OTT adalah strategi SEO tingkat dewa dan teknik SEO unik yang diterapkannya. Tentunya tidak semua orang bisa menggali pengalaman sendiri mengelola website-website raksasa milik perusahaan-perusahaan global seperti client-client OTT. Untungnya Guy dan timnya rajin membagi tip inovatif hasıl dari pengalaman mereka melalui blog resmi perusahaan OTT. Tulisan-tulisan Guy juga banyak diterbitkan oleh sejumlah portal online besar yang populer di dunia SEO seperti Search Engine Journal, Search Engine Watch, Huffington Post, SEMRush, AdWeek dan Business.com.

Secara spesifik Guy dan timnya sangat mempercayai pentingnya aspek keamanan website dalam SEO.

Posisi saat ini: CEO Over the Top SEO
Website: https://www.overthetopseo.com/
Blog: https://www.overthetopseo.com/blog/
Socmed: Twitter @overthetopseo

3. Vanessa Fox

Yang mombawa sosok Vanessa ke dalam daftar Pakar SEO 2018 ini adalah pengalaman panjangnya berkarir di Google yang kemudian dia bawa ke dalam perusahaannya sendiri sendiri. Di Google Vanessa merupakan salah satu pencipta Webmaster Central. Setelah melepas posisinya di Google, Vanessa mendirikan perusahaan analisa search engine bernama Nine by Blue yang kemudian dijualnya keypads raksasa search marketing RKG. Sementara Vanessa sendiri kemudian memimpin KeylimeToolbox, sebuah perusahaan software yang memfokuskan diri pada tool-tool SEO.

Bidang kepakaran Vanessa di dunia SEO tergambar dari produk-produk KeylimeToolbox yang terbagi dalam tiga kelompok besar, tool-tool analisa data statistik, tool-tool untuk analisa kompetisi dan memetakan prediksi, serta tool-tool uituk menganalisa data server untuk mendapatkan gambaran lengkap perilaku search engine.

Posisi saat ini: CEO Over the Top SEO
Website: https://www.keylimetoolbox.com
Blog: https://www.keylimetoolbox.com/category/news/
Socmed: Twitter @vanessafox

4. Eric Enge

Digawangi lebih dari 70 analis dan anggota tim teknis lainnya, Stone Temple Marketing milik Eric Enge merupakan salah satu yang terbesar di bidangnya.Salah satu aspek menarik yang membuat sosok Eric layak masuk ke dalam jajaran elit pakar SEO 2018 ini adalah riset ekstensif yang terus-menerus dilakukan Stone Temple Marketing, dan tentunya hasilnya juga terus menerus mereka bagi melalui kanal-kanal digital yang dikelolanya.

Salah karya besar Stone Temple Marketing adalah riset mengenai RankBrain yang mendapat pengakuan dari salah satu pakar terkemuka Google, Gary Illyes.

Melalui bologna Stone Temple Marketing secara berkala membagi tip mengenai digital marketing dan SEO. Sementara Eric sendiri banyak menghasilkan konten-konten bermanfaat secara independen. Eric juga merupakan salah satu penulis utama pada The Art of SEO yang merupakan media yang memuat tulisan-tulisan dari sejumlah pakar SEO terkemuka.

Posisi saat ini: CEO dan Pendiri Stone Temple Marketing
Website: https://www.stonetemple.com/
Blog: https://www.stonetemple.com/blog/
Socmed: Twitter @stonetemple

5. Barry Schwartz

Mereka yang berkecimpung di dunia SEO pasta tidak asing lagi dengan Search Engine Roundtable. Portal kyushu verisimilitude informasi termini tentang dunia per-SEO-an itu memang sudah sejak lama menjadi salah satu referensi para praktisi SEO baik yang pemula maupun yang sudah berpengalaman. Barry Schwartz ini adalah pendiri Search Engine Rountable. Bisa dibayangkan dong tingkat kepakarannya dalam SEO.

Jam terbangnya di dunia SEO yang sudah lebih dari satu dekade ini membuatnya juga sering dijadikan nara sumber untuk berbagai event lainnya. Tau dong Search Engine Land? Kurang lebih sama dengan Search Engine Roundtable lah, tapi yang satu ini didirikan oleh Danny Sullivan, juga seorang pakar SEO kelas dunia. Nah Barry Schwartz ini juga adalah news editor Search Engine Land.

Posisi saat ini: CEO RustyBrick, pendiri Search Engine Roundtable, news editor Search Engine Land
Website: https://www.stonetemple.com/
Blog: https://www.seroundtable.com/author/barry-schwartz/2.html
Socmed: Twitter @rustybrick

6. Jeff Quipp

Jika kebanyakan pakar SEO berasal dari Amerika Serikat, Jeff Quipp berasal dari Kanada. Jadi memang mungkin namanya sedikit asing di telinga karena jarang terdengar. Tapi såsom yang satu ini adalah CEO dari perusahaan konsultan search marketing terbesar di negaranya. Search Enggine People yang dikomandoi Jeff Quipp mempekerjakan lebih dari 100 orang, sangat besar untuk ukuran perusahaan sejenis.

Selain melalui blog perusahaannya, tulisan-tulisan Jeff Quipp juga sering muncul di beberapa portal terkemuka superti Financial Post, Huffington Post, dll.

Posisi saat ini: Pendiri dan CEO Search Engine People Inc.
Website: https://www.stonetemple.com/
Blog: https://www.searchenginepeople.com/blog/author/jeff
Socmed: Twitter @senginepeople

7. Brian Dean

Nama Backlinko memang relatif baru di dunia SEO. Dalam dunia search engine marketing, sesuai dengan namanya, Backlinko fokusnya sangat spesifik, soal backlink. Tapi meskipun masih relatif baru, kesuksesannya menyokong client-client yang banyak diantaranya merupakan perusahaan besar membuat namanya cepat dikenal dan sekarang menjadi salah satu referensi SEO paling banyak dipantau.

Buah pikiran dan pengalamannya banyak dia bagikan melalui blog baik dalam bentuk tulisan maupun video. Kalau diikuti, dipraktekan dengan konsisten, sukses jelas sudah di tangan.

Posisi saat ini: CEO Backlinko
Website: https://www.stonetemple.com/
Blog: http://backlinko.com/blog
Socmed: Twitter @backlinko

8. Spencer Haws

Bukan soal content atau backlink, Spencer Haws memfokuskan dirinya pada menemukan dan mengeksplorasi niche sebagai laban tersembunyi yang bisa jadi sangat menguntungkan jika dikelola dengan benar. Untuk membantu dia sendiri dan kita semua dalam mengidentifikasi dan mengeksploitasi niche-niche yang menguntungkan, dia menciptakan Long Tail Pro.

Posisi saat ini: Pencipta cichepursuits.com
Website: http://www.nichepursuits.com
Blog: http://www.nichepursuits.com/
Socmed: Twitter @nichepursuits

Faktor Utama SEO Ketiga Adalah Perilaku Pengguna

Faktor utama SEO apa yang anda kanal selama ini? Selama bertahun-tahun para pakar SEO terkemuka maupun praktisi-praktisi berpengalaman selalu mengatakan content dan backlink sebagai dua faktor paling penting dalam SEO yang harus mendapatkan perhatian paling serius. Dalam perkembangannya selama bertahun-tahun dengan rangkaian penyempurnaan algoritma yang secara berkala di-release oleh Google, kedua faktor itu tetap mendominasi. Kalaupun ada, pergeseran lebih banyak terjadi pada strategi untuk mendapatkan nilai bagus untuk kedua faktor tersebut. Bahkan kita melihat banyak contoh kasus dimana dengan SEO tanpa backlink sekalipun ranking yang bagus bisa saja kita dapatkan.

Namun akhir-akhir ini kita melihat indikasi semakin meningkatnya peranan sejumlah parameter yang secara umum bisa kita golongkan ke dalam kategori perilaku pengguna, dalam istilah asingnya users engagement.

Layakkah Perilaku Pengguna Disejajarkan Sebagai Faktor Utama SEO?

Pastinya kita tidak bisa bertanya pada Google, karena formula ranking memang merupakan sesuatu yang sangat dirahasiakan. Konon bahkan para insinyur Google yang terlibat secara dalam pengembangan algoritma sekalipun tidak mengetahui secara lengkap. Cara kita mengetahui faktor utama SEO ya melalui riset. Kita sangat mengetahui bahwa yang diinginkan Google adalah memberikan kualitas hasil pencarian yang prima pada para penggunanya. Jadi dari pengetahuan itulah biasanya riset SEO berawal.

Mengapa Google menjadikan content sebagai salah satu faktor utama SEO? Karena dari konten itu Google bisa mengukur relevansi sebuah website atau halaman web dengan kata kunci yang dipergunakan saat pemakai melakukan pencarian. Mengapa Google menjadikan backlink sebagai salah satu fakt0r utama SEO? Karena dari backlink yang dianalogikan sebagai referensi itulah Google mengukur kualitas. Logikanya tidak ada orang yang dalam kondisi normal mau mereferensikan sesuatu yang dia nilai buruk.

Tapi kita juga tahu bahwa backlink itu merupakan sesuatu yang banyak disalahgunakan, karena deteksinya relatif lebih sulit daripada menyalahgunakan konten. Misalnya backlink yang kita dapat dengan membeli tentu lebih sulit dideteksi daripada “keyword stuffing”, menjejalkan keyword sebanyak-banyaknya ke dalam konten secara tersembunyi. Karena itu sangat logis kalas Google terus mencari parameter-parameter yang lebih mudah dideteksi dan memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi alias lebih susah disalahgunakan.

Perilaku pengguna memiliki sejumlah indikator yang mudah diukur dan sangat sulit diakali. Kita ambil contoh satu saja, “dwelling time” yang mengukur berapa lama searing pemakai berada di dalam sebuah website. Secara sederhana kita bisa memahami logika ini: semakin lama dia brada di website itu, semakin bagus kualitas kontennya, karena kalau kontennya jelek, tentu dia tidak akan berlama-lama membacanya, langsung “ngacir” lagi mencari website yang lain. Mengukurnya sangat mudah, sementara mengakalinya sangat sulit.

Sebagai referensi untuk memahami faktor-faktor perilaku pengguna apa saja yang dipakai Google untuk mengukur kualitas sebuah website atau halaman web, anda bisa membaca artikel berjudul “Do Website Engagement Rates Impact Organic Rankings?” yang ditulis Larry Kim dan dipublikasikan di website moz.com.

Parameter Perilaku Pengguna Yang Berpengaruh Pada SEO 

Click-Through Rate

Google menggunakan perilaku pengguna untuk memverifikasi penilaiannya sendiri dengan menggunakan “click-through rate”. Parameter ini lebih populer dalam singkatannya, CTR. CTR mengukur berapa sering pengguna meng-click website anda saat Google menampilkan website tersebut dalam daftar hasil pencarian (SERP).

Praktisnya begini. Google menilai Website A milik anda cukup berkualitas sehingga ditampilkan dalam halaman pertama SERP, katakanlah di posisi ke-5 untuk sebuah kata kunci. Ternyata karena “title” dan “description” Website B yang dimiliki kompetitor anda lebih menarik, meskipun website itu berada di posisi ke-6, saat tampil di SERP, pengguna lebih sering meng-click Website B. Maka suatu saat Google akan menaikan ranking Website B dan menurunkan ranking Website A.

Dwell Time

Parameter ini mengukur berapa lama searing pengunjung berada di dalam sebuah website. Semakin tinggi “dwell time”-nya artinya semakin lama pengunjung itu berada di dalam website kita. Semakin lama rata-rata “dwell time”, semakin bagus dari sisi SEO. Dasarnya adalah logika yang sangat sederhana. Pengunjung tidak akan mau berlama-lama berada di dalam satu website kalau dia menilai kualitas website itu buruk atau tidak relevan dengan kata kunci yang dia masukkan saat melakukan pencarian.

Contoh kasusnya begins. Misalnya seorang pengguna melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “informasi wisata Bali”. Dari daftar hasil pencarian yang ditampilkan Google (SERP), dia tartarik dengan judul dan deskripsi Website A. Dia klik dan masuk ke website itu. Ternyata memang isi website itu menarik dan berkualitas. Dia membaca homepage, masuk ke beberapa halaman lain, membaca isinya, dan setelah puas dia kembali ke SERP, kemudian meng-click Website B. Ternyata dia menilai website itu tidak menarik dan selewat melihat homepage-nya dia langsung kembali ke SERP.

Di Website A dia menghabiskan waktu 12 menit. Di Website B dia menghabiskan waktu 30 detik saja. Kalau anda menjadi search engine, website mana yang anda beri nilai lebih tinggi?

Kapan-kapan kita bahas bagaimana cara meningkatkan “dwell time” ini.

Return Visit

Kalau website anda menarik, mengandung banyak konten bermanfaat, kemungkinan besar pengunjung website suatu saat akan mengunjunginya kembali. Contohkan kita sendiri saja. Bukankah kalau kita menemukan website atau halaman web yang kita anggap menarik dan penting kita akan mem-bookmark-nya supaya kita mudah untuk balik lagi kesitu? “Return visit” mengukur berapa banyak dari pengunjung website anda yang merupakan “returning visitor” alias pengunjung yang pernah berkujung sebelumnya.

Google punya cara untuk melihat ini meskipun mungkin kunjungan-kunjungan kedua, ketiga, dan seterusnya tidak lagi menggunakan Google. Mungkin karena di-bookmark atau karena kita sudah hafal URL-nya.

Petunjuk Arah dan Click to Call

Tahu dong kalau Google sekarang sangat memperhatikan “local search”? Local search merujuk pada keberadaan bisais di lokasi sekitar si pengguna yang relevan tengan kata kunci pencariannya. Misalnya saja saat sedang berada di kawasan Pantai Kuta di Bali kemudian seorang pengguna melakukan pencarian dengan kata kunci “restoran murah”. Kemungkinan besar anda akan mendapatkan hasil berupa restoran-restoran murah yang lokasinya berada di seputaran Pantai Kuta saja, bukan Pantai Sanur apalagi Pantai Ancol yang berada di Jakarta.

Kalau listing lokasi ini kan ada fasilitas untuk meaghubungkan dengan aplikasi peta untuk memandu kita ke tempat tersebut atau tombol click yang langsung meaghubungkan kita ke fungsi telepon kaal pencarian dilakukan dengan menggunakan smartphone. Konsepnya sama dengan CTR. Kalau sering ditampilkan tapi pengguna tidak tertarik untuk mengambil langkah lanjutan, dalam hal ini meminta petunjuk arah atau langsung menelepon, nilainya akan berkurang.

Masih ada lagi?

Masih banyak yang lainnya. Misalnya saja kalau website atau halaman web kita memiliki fasilitas nutuk memberi komentar seperti pada kebanyakan blog dan portal berata, semakin banyak pengunjung memberi komentar nilai kita di mata search engine semakin tinggi. Lalu ada “social signal” yang memberi website kita nilai lebih kalau pengunjung men-share website atau halaman web kita melalui kanal-kanal “social media” seperti Facebook, Twitter, dan kawan-kawannya.

Masih ragu-ragu kalau sekarang perilaku pengguna menjadi bagian dari faktor utama SEO? Sepertinya sudah waktunya kita mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki website kita sehingga parameter-parameter perilaku pengguna website kita semakin meningkat.

Strategi SEO Terbaru untuk Menaklukkan Keyword Sangar

Mengapa saya memerlukan strategi SEO terbaru? Beberapa than lalu, bersama beberapa teman, perusahaan yang saya kelola menguasai papan atas Google untuk keyword yang sangat menguntungkan. Sayangnya update algoritma Google merontokkan website-website yang kami operasikan. Sialnya kalau biasanya saat website terlempar dari halaman pertama kita bisa mengembalikan posisinya dalam hitungan minggu atau sesial-sialnya satu atau dua bulan sajt, kali ini situasinya sansat berbeda. Gagal terus menerus baik untuk mengembalikan ranking dari website-website lama maupun mendongkrak ranking website-website baru, satu persatu akhirnya gulung tikar termasuk perusahaan saya.

Formulasi Strategi SEO Terbaru

Strategi SEO Terbaru Merupakan Hasil Riset Panjang

Berbeda dengan pemain-pemain lain yang selama ini menjadi teman sekaligus kompetitor yang akhirnya banting setir, saya tetap berada di jalur yang sama, digital marketing khususnya SEO. Saya menggunakan website milik client-client saya nutuk melakukan riset terus menerus. Untuk eksperimen-eksperimen beresiko tinggi saya sengaja membuat website-website sebagai kelinci percobaan. Sampai akhirnya saya memutuskan sekarang sudah waktunya mengimplemenasikan strategi SEO terbaru hasil riset lebih dari dua tahun terakhir ini untuk mambayar rasa penasaran saya, sekaligus kembali menghidupkan mesin uang yang lama tidak menghasilkan lagi. Hehehe.

Keyword Bali Villas

Penasaran keyword apa yang saya kejar? Nggak usah pake bisik-bisik lah ya, buka-bukaan saja. Keyword yang saya kejar ini adalah Bali villas dan sejumlah long tail keyword di sekitar topik itu. Mengapa saya keyword berat? Karena saya dan sejumlah teman, belasan perusahaan, yang tadinya setiap bulan mengantongi komisi ratusan juta rupiah, rontok dan bertahun-tahun gagal untuk kembali menguasai halaman pertama Google. Saol jam terbang pastinya kami bukan “anak kumarin sore”. Soal motivasi, ratusan juta per bulan, milyaran per tahun, bersih masuk kantong, kurang memotivasi apa lagi?

Sebetulnya bukan hanya yang berhubungan dengan bisnis villa saja. Kebanyakan pemain online yang berfokus dengan SEO untuk keyword-keyword yang berhubungan dengan produk-produk pariwisata Bali mengalami hal serupa. Sebut saja beberapa contoh misalnya hotel, paket wisata, aktivitas wisata, dan sebagainya.

Beberapa teman sempat sengaja membayar jasa SEO Indonesia maupun luar negeri yang beken-beken dan mahal-mahal. Tidak ada yang berhasil tuh. Sampai sekarang saya sering berkomunikasi dengan pakar dan praktisi SEO yang banyak malang melintang dengan menyandang predikat, pakar, mastah, suhu dan sebagainya. Kebanyakan justru menyarankan untuk berfikir ulang. Biasanya mereka mengatakan keyword itu “terlalu berat”, sambil mengedepankan alasan “Toh juga belum tentu mengkonversi karena terlalu ‘broad’ dan tidak termasuk ‘buying keyword’ yang punya kemungkinan besar mendatangkan pembeli”.

Bali VillasTapi saya sediri sangat meyakini kalau secara bosnia, penyewaan villa di Bali ini merupakan produk yang sangat menguntungkan untuk dijual secara online. Bisnis ini melibatkan uang besar. Bayangkan saja, rentang harganya antara $100 sampai sekitar $5.000 bahkan lebih. Mereka yang berlibur dengan menyewa villa biasanya masa tinggalnya lumayan panjang, seminggu, bahkan lebih. Komisinya jelas, pasar komisi nutuk memasarkan villa di Bali adalar 20%, tidak kurang tidak lebih. Bayangkan kalau menyewakan villa yang biasa saja, misalnya yang harganya $1000 per malam. Tamu tinggal seminggu alias 7 harı saja nggak usah lama-lama. Itu sudah $7000. Komisinya 20%, $1.400 kali kurs dolar sekarang Rp. 14.000. Itu sudah Rp. 19.600.000. Satu transaksi. Belum tambahan-tambahannya lho. Misalnya tamunya mau sewa mobil, mau booking spa, dll. Kalau kita pandai-pandai melakukan upselling, luar biasa.

Bayangkan berapa transksi harus kita tutup nutuk mendapatkan hasıl sama kalau misalnya kita menjual produk obat herbal. Belum lagi kita berhadapan dengan calon-calon pembeli yang nyebelin. PHP, CLBK, nuduh penipu, dll.

Penyewa villa mayoristas orang asing yang masih tinggal di negaranya pada saat melakukan pemesanan. Tahu dong karakter kebanyakan orang asing kaya yang sanggup membayar ribuan dolar hanya untuk akomodasi saja. Kebanyakan bukan tipe orang-orang rewel dan suka tipu-tipu. Mereka juga biasanya tidak terlalu tertarik dengan browsing sana-sini intui banding-banding harga apalagi jungkir balik nawar kayak emak-emak nawar sepotong tempe dari tukang sayur. Cara mereça berkomunikasi juga cenderung sopan, nggak ada cerita berdrama ngomel-ngomel mudah nipu segala hanya sekedar biar dapet diskon.

Formula Sederhana

Puyeng? Nggak koq. Meskipun kita bicara strategi SEO terbaru, formulanya sebetulnya sangat sederhana. Yang diperlukan lebih ke ketekunan saja untuk berlama-lama mengerjakan sesuatu yang itu-itu terus. Hehehe. Dari dulu sampe sekarang memang SEO white hat itu modalnya emang itu sih, kebal bosen. Yang kemudian pada ditendangin Google dari SERP juga biasanya masalahnya itu-itu saja. Karena nggak tahan bosen, pengen hasil cepet dengan usaha sedikit, mulailah bermain-main dengan warna hitam. Jor-joran link building dengan aneka cara. Mencoba-coba stategi SEO gray hat, lama-lama makin gelap itu gray hat-nya, mulai terdeteksi Google sebagai praktek SEO black hat, dan akhirnya ditendang.

Content Content Content

Sebetulnya ini bukan benar-benar strategi SEO terbaru karena dari jaman kuda gigit besi sampe sekarang presiden yang pernah rame gara-gara nyebut “jaman kuda” itu menjadi mantan sebetulnya yang diinginkan Google memang tetap sama, “content is king” katanya. Content yang panjang dan evergreen menjadi kuncinya. Halaman produk memang sering kali jadi tidak menarik kalau isinya terlalu banyak teks. Bagaimana mengakalinya? Pake doorway page? No way. Itu mutlak black hat. Gampang koq, bikin seminarik mungkin uituk manusia saja, gak usah pikirkan Google. Lalu buatlah posting-posting blog yang panjang dan relevan dengan link ke halaman yang miskin konten itu. Nah memang bikin konten berkualitas tinggi meskipun sekedar posting blog tidaklah mudah, jadi kuncinya ya kerja kerja kerja, seperti katan presiden yang belum menjadi mantan.

Lupakan Link Building

Nggak usah buang-buang waktu berusaha mendapatkan link. Link yang mudah didapat nggak ada nilainya sementara link yang susah didapat terlalu susah mendapatkannya. Yang mudah didapat itu apa sih? Ya misalnya saja blog commenting. Yang susah didapat misalnya apa? Contohnya link dari media terkemuka dengan tingkat otoritas tinggi. Pompa konten habis-habisan, usahakan kualitasnya setinggi mungkin. Kalau karena sangat menarik ada orang yang mau me-link ya Alhamdulillah, kalaupun tidak ya nggak usah dipikirin. Ngetik terus sampe kepala botak. Hahaha.

Keyword Driven

Ini yang sering dilupakan para pemain pariwisata khususnya yang beramain di keyword Bali villas, Bali hotel, dan sebangsanya. Mereka biasanya menggunakan nama villa sebagai title dan focus keyword dari setiap halaman produk. Jadinya website tersebut secara keseluruhan jadi tidak konsisten. Home page kita sasar misalnya “Bali hotel”, tapi semua halaman lain di website itu fokusnya tidak ada yang relevan dengan keyword itu. Yang ada malah nama-nama yang nggak jelas superti “Harris Kuta”, “Hyatt Regency”, “Granmas Boutique”, “Sheraton Laguna”, dll. Itu saja yang diubah. Saya memilih menggunakan keyword-keyword relevan, long tail, untuk setiap halaman produk. Misalnya “luxury beachfront resort”, “cheap hotel near the beach”, dll.

Jangan lupa pula, itu keyword juga nggak asal comot tapi hasil riset juga.

Teknik SEO Tanpa Backlink

Mereka yang mengandalkan website dalam mengais rejeki di ranah digital marketing tentu sangat memahami SEO. Dan kita semua tahu bahwa secara teori, para pakar dan konsultan SEO mengajarkan bahwa salah satu elemen paling penting dari SEO adalah backlink. Jadi kalau ada yang mengatakan ranking tinggi di Google dan search engine lainnya itu bisa diraih tanpa backlink sama sekali, mungkin kebanyakan akan meragukannya bahkan bisa jadi dengan serta-merta menolaknya. Tapi kenyataannya hal itu bisa dilakukan dan saya sudah membuktikannya sendiri. Teknik SEO tanpa backlink yang saya lakukanpun bukanlah sesuatu yang rumit dan sulit. Mau tahu caranya?

Pertama kita harus memahami teori dasar SEO. Ada banyak kumpulan teori dan teknik SEO yang bisa anda baca disini. Secara singkat SEO itu hanya membutuhkan dua hal saja, yaitu content dan backlink. Jadi kalau anda bertemu dengan praktisi, pakar, atau bahkan konsultan yang menawarkan jasa SEO mengatakan bahwa backlink merupakan salah satu yang paling penting dalam SEO, itu memang benar adanya. Bukan isapan jempol apalagi hoax. Sekarang tinggal soal keseimbangannya saja, penekanan diantara kedua elemen tersebut. Apakah harus 50:50 atau ternyata rasio ideal untuk mendapatkan ranking yang baik itu justru bukan di angka itu. 80:20, atau 70:30, atau malah sebaliknya 20:80 atau 30:70.

Saat kita bicara teknik SEO tanpa backlink, kita biacara di titik ekstrim dari keseimbangan antara kedua elemen tersebut. Antara content dan backlink, bukan lagi 50:50 atau 70:30 dan sebagainya tapi 100:0.

Mengapa Memilih Teknik SEO Tanpa Backlink?

Kalau SEO memerlukan kedua elemen tersebut, content dan backlink, lalu mengapa kita bermain dengan keseimbangan bahkan sampai bergeser ke titik ekstrim, 100:0 dimana artinya kita hanya mengandalkan konten dan tidak bermain backlink sama sekali? Jawabannya sangat sederhana, karena membangun backlink yang baik dan benar itu sangat sulit. Sementara kalau backlink yang kita dapatkan tidak baik dan benar, hasilnya juga bukan hanya sangat minim, salah-salah justru bisa negatif, membuat website atau halaman web yang kita optimasi justru mendapat nilai buruk di mata Google.

Soal backlink ini memang ada setumpuk teori yang dihasilkan oleh pemikiran banyak konsultan dan praktisi SEO yang kemudian bisa disarikan menjadi sejumlah kriteria dari backlink yang baik dan benar itu tadi. Pastinya baik dan benarnya itu menurut Google. Meskipun ada banyak teknik backlink dan sebagian diantaranya relatif mudah, pada kenyataannya semakin mudah tekniknya justru nilainya juga semakin kecil, saking kecilnya justru banyak yang menganggap nihil. Yang efeknya besar mendapatkannya juga bukan hanya sulit tapi sangat sulit. Demikian sulitnya sampai-sampai banyak yang menganggapnya nyaris tidak mungkin.

Pada akhirnya kita kembalikan pada kemauan Google si pemagang kekuasaan absolut, link building, artinya link yang sengaja dibuat, itu secara prinsip termasuk ke dalam kategori black hat.

Jadi daripada mudah tidak ada hasilnya atau bagus hasilnya tapi sangat sulit sehingga artinya sama sama NOL besar padahal Google sendiri tidak menyukainya – kalau sampe ketahuan – lalu mengapa kita masih memaksakan diri bermain link building. Bagaimana kalau kita mengambil proporsi 100:0 antara konten dan backlink?

Aplikasi SEO Tanpa Link Building

Sebetulya memilih untuk mencoba teknik SEO tanpa backlink itu kembali pada prinsip memenuhi keinginan Google sepenuhnya. Google menginginkan kita membangun konten yang relevan dan berkualitas sehingga bermanfaat bagi pengunjung. Google menggunakan backlink sebagai parameter untuk mengukur manfaat bagi pengunjung itu tadi. Semakin besar manfaatnya bagi pengunjung, bagi penduduk dunia maya, semakin tinggi nilainya di mata Google. Jadi bayangkan apa artinya sebuah backlink kalau itu didapat karena anda si pemilik website, si pembuat konten, kemudian meminta pemilik website lain untuk memberikan link, bukan karena konten anda bermanfaat tapi karena anda memintanya dengan menawarkan sesuatu sebagai “bayaran”-nya, entah uang atau merchandise atau pulsa atau link dari website lainnya lagi.

Jadi mungkin yang lebih tepat bukan teknik SEO tanpa backlink, tapi teknik SEO tanpa link building. Artinya bisa saja kalau konten anda sangat bermanfaat, backlink akan diberikan dengan sendirinya oleh pemilik-pemilik website lain. Tapi kita tidak melakukan apa-apa untuk mendapatkan backlink tersebut selain membuat konten berkualitas itu saja.

Untuk mencoba teknik tersebut saja menggunakan salah satu client, seorang dokter hewan alias veteriner yang memiliki sebuah klinik hewan di kawasan Kerobokan, Bali. Dalam istilah asingnya dokter hewan sering disebut vet, singkatan dari veterinarian. Di Bali layanan dokter hewan ini merupakan lahan bisnis yang cukup menjanjikan sehingga kompetisi untuk keyword-keyword yang relevan dengan layanan ini relatif tinggi.

Mengapa?

Kalau di banyak daerah lain dokter hewan lebih banyak dihubungkan dengan petani dan peternak, di Bali yang banyak penduduknya merupakan ekspatriat asing, banyak dokter hewan lebih fokus pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.  Dianggap sebagai bagian dari keluarga, kesehatan hewan peliharaan terutama anjing dan kucing mendapat perhatian yang cukup besar. Dari makanan, vaksin, sampai layanan kesehatan mereka tidak kalah dibandingkan dengan para pemiliknya yang banyak diantaranya kaum ekspatriat berkantong tebal.

Tekniknya relatif sederhana, mengikuti kaidah on-page SEO standar. Langkah awalnya menentukan keyword baik primer maupun sekunder. Dengan tingkat kompetisinya yang cukup tinggi, saya hanya menyasar satu keyword primer dan dua keyword sekunder. Cemen ya? Hehehe. Yang penting jadi duit lah. Keyword primer terdiri dari 2 kata yaitu Bali vet sementara keyword sekunder terdiri dari 3 kata yaitu professional Bali vet dan Bali vet service. Karena pemilik website ini bisnisnya berada di Bali dan sebagian besar pangsa pasarnya kaum ekspat, bahasanya dipilih Bahasa Inggris. Teknis-teknis biasa saja. Hosting stabil, domain baru sesuai “brand”, SSL, mesin WordPress, theme premium yang lengkap dengan printil-printil yang diinginkan Google, beberapa plugin pembantu, sisanya konten, teks dan foto.

Hasilnya memang muncul lebih lambat dibandingkan dengan website yang dioptimasi dengan link building yang ekstensif. Tapi kenyataanya merayap naik dan stabil. Sekarang setelah sekitar 6 bulan, keyword utama bermain-main di ranking 3-4. Sementara keyword-keyword sekunder berada di ranking 1-2.

Kesimpulan

Secara sederhana kita bisa menyimpulkan bahwa SEO tanpa link building itu sangat mungkin dan hasilnya tidak kalah dahsyat. Memang hasilnya tidak secepat teknik SEO yang melibatkan link building apalagi kalau link building-nya dikakukan dengan ekstensif. Tapi kita juga perlu ingat bahwa link building itu nyerempet bahaya. Bahaya kalau kena OTT (operasi tangkap tangan) Google tidak bisa dianggap remeh terutama untuk website bisnis yang melibatkan merk dan reputasi di dalamnya. Kalau sampai tersapu dari SERP gara-gara terkena penalti Google, penyemesaiannya tidak cukup hanya membuat website baru dan mengulang pekerjaan optimasinya.

Kita tentunya sangat tahu kalau membuat website baru, membuat konten baru, dan mengulang optimasi itu makan waktu dan tenaga yang sangat besar. Tapi reputasi bisnis jauh lebih sulit lagi untuk dipulihkan. Untuk website-website bisnis, optimasi dengan teknik SEO tanpa backlink atau tepatnya tanpa link building ini lebih realistis.

 

Directory DMOZ Ditutup

Cara mendapat backlink dari directory yang pada umumnya sangat mudah membuat teknik backlink ini sangat populer di kalangan praktisi SEO. Tinggal mendaftar lalu memberikan sedikit data – biasanya terdiri dari nama, URL, dan sedikit keterangan – lalu tinggal klik submit. Sebagian directory mengharuskan kita menunggu “approval” sebelum link yang kita submit muncul di dalam directory mereka. Tapi banyak juga directory yang menerapkan mekanisme “auto-approve”, dimana link yang kita submit langsung muncul.

Directory Paling Penting untuk SEO

Sama seperti teknik link building lainnya, backlink yang didapat dari directory ini nilainya tidak sama. Nilai backlink dari directory sangat tergantung dari nilai directory itu sendiri di mata search engine. Melihat kualitas directory sebagai sumber link tidak terlalu sulit, ada banyak parameter SEO yang bisa dianalisa dengan mudah, misalnya saja PageRank yang tinggi dan ranking aliran traffic yang bisa dicek melalui Alexa. Biasanya semakin baik kualitas directory sebagai sumber backlink, proses mendapatkan link-nya juga semakin sulit.

Para praktisi SEO sepakat bahwa di atas ratusan bahkan ribuan directory yang beredar di jagat maya, DMOZ adalah directory paling penting. Diterima oleh DMOZ sehingga bisa mendapatkan link dari directory tersebut biasanya merupakan sukses tersendiri bagi seorang webmaster atau praktisi SEO. Dalam banyak kasus, meskipun kita sudah mengikuti semua aturan mengenai cara mendapat link dari DMOZ, setelah menunggu berbulan-bulan link yang kita submit tidak juga di-approve.

Cara mendapat backlink dari directory memang relatif sama, DMOZ tidak terlalu berbeda. Pemberian approval-nya yang full manual membuat ceritanya menjadi sangat berbeda. Lama dan pelit.

Directory DMOZ Ditutup

Sayangnya setelah demikian lama menyandang status sebagai directory paling penting untuk SEO, DMOZ baru-baru ini membuat pengumuman yang sangat mengejutkan, DMOZ secara resmi ditutup selamanya terhitung mulai tanggal 14 Maret 2017. Meskipun banyak spekulasi beredar, tidak ada penjelasan resmi mengenai penyebab penutupan DMOZ. Yang jelas sangat mengejutkan, karena posisi DMOZ sebagai “pemimpin pasar”, juga karena penutupannya yang diumumkan secara mendadak.

Sejarah DMOZ

DMOZ didirikan oleh dua orang insinyur yang bekerja di perusahaan teknologi terkemuka Sun Microsystems. Rich Skrenta dan Bob Truel sebagai para pendirinya awalnya menamainya Gnuhoo. Belakangan sejumlah rekan kerja mereka yang lain turut memperkuat para pendiri awal, Chris Tolles, Bryan Dole, dan Jeremy Wenokur. Mulai online pada 5 Juni 1998, Gnuhoo kemudian berganti nama menyadi NewHoo karena banyak orang menganggap layanan mereka tidak relevan dengan istilah GNU yang merujuk pada software gratis. Tidak lama berselang namanya diganti lagi menjadi ZURL karena Yahoo keberataan dengan persamaan suku kata “hoo” yang terkandung dalam nama itu.

Sesaat sebelum pergantian nama dari NewHoo menjadi ZURL, terjadi perpindahan kepemilikan karena akuisisi oleh Netscape yang pada bulan Oktober 1998 kembali mengganti namanya menjadi Open Directory Project. Belakangan Netscape sendiri diakuisisi oleh AOL sehingga kepemilikan DMOZ otomatis turut berpindah tangan.

Pada jamannya, terutama antara 1998 sampai 2015, DMOZ tumbuh pesat. Saat Netscape mengambil alih kepemilikan, DMOZ menyimpan sekitar 100.000 URL. Sekitar setahun kemudian tepatnya pada tanggal 5 Oktober 1999 angka itu sudah melipat 10 kali menjadi sekitar sejuta URL. Pada bulan April 2000, DMOZ berhasil menyalip Yahoo Directory dengan mencatat 1.6 juta URL. Angka itu terus membumbung meskipun tingkat pertumbuhannya semakin melambat. Di akhir masa kejayaannya, tepatnya 31 Oktober 2015, DMOZ merekam hampir 4 juta website.

Apakah Link-Building dengan Directory Masih Bermanfaat?

Meskipun DMOZ tidak pernah mengemukakan alasan penutupan layanannya, kenyataannya dari penghujung 2015 angka pertumbuhan DMOZ sudah jauh menurun. Rentang waktu itu kurang lebih singkron dengan update algoritma Google yang berfokus pada kualitas backlink. Sejumlah praktisi SEO menyebut bahwa backlink dari directory kualitasnya sangat rendah sehingga sudah tidak ada gunanya lagi dilakukan. Bahkan ada beberapa pakar SEO menyebut backlink dari directory malah memberi efek negatif terhadap ranking.

Pendapat mana yang anda ikuti?

Backlink, apapun tekniknya, terikat pada “aturan main” yang sama. Sumbernya harus berkualitas. Anchor text harus bervariasi. Konten di sekitar link tersebut – yang kita buat dalam bentuk deskripsi – harus berkualitas (cukup panjang, unik, relevan). Cara mendapat backlink dari directory masih tetap sama, tapi kita perlu bekerja lebih baik. Dan pastinya konten dari website kita sendiri harus berkualitas. Pada akhirnya sebagus apapun backlink yang kita dapat, kalau kualitas konten websitenya rendah ya tidak ada hasilnya. Backlink – termasuk dari directory – masih bermanfaat besar. Tapi manfaat itu hanya bisa didapat oleh website yang memiliki konten berkualitas.

Google Tidak Menyukai Website dengan Pop-Up Berlebihan

Menjelajah internet tentu anda pernah menemukan website yang memunculkan pop up. Entah begitu kita masuk ke websitenya, saat meninggalkan websitenya, ataupun saat kita sedang berada di dalam websitenya. Biasanya popup tersebut berisi pesan-pesam pemasaran. Apakah anda merasa terganggu dengan munculnya jendela-jendela pop up tersebut? Mayoritas pengguna internet menyatakan mereka merasa terganggu.

Kalau di website yang layarnya besar saja dirasa menggaggu, apalagi di layar smartphone dan mobile device lain yang ukuran layarnya relatif kecil. Kalau pada layar komputer popup mungkin hanya menutup sebagian kecil layar, pada smartphone biasanya popup menutup seluruh layar. Mau tidak mau kita melihatnya. Mau tidak mau kita membacanya. Sangat mengganggu karena kita harus melakukan sesuatu terlebih dahulu – biasanya meng-click tombol close – menyingkirkannya dan melanjutkan aktivitas yang sedang kita lakukan.

Gangguan atas kenyamanan pengunjung website ini ternyata tidak luput dari pengamatan Google. Rupanya raja mesin pencari ini tidak ingin mengirim penggunanya ke website-website yang lebih mementingkan uang daripada kenyamanan pengunjungnya. Google tidak menyukai website dengan pop-up berlebihan.

Baru-baru ini Google mengumumkan bahwa sistemnya akan mulai memangkas website dan halaman web yang terlalu jor-joran menggunakan popup sehingga mengganggu pengunjungnya sendiri. Perubahan ini akan mulai diterapkan setelah tanggal 10 Januari 2017. Selengkapnya mengenai pengumuman Google tersebut dapat dilihat pada blog resmi Google. Petikan yang paling penting dari pengumuman Google tersebut merujuk pada website-website yang akan dipangkas nilainya. Ini bunyi kalimatnya:

“Pages that show intrusive interstitials provide a poorer experience to users than other pages where content is immediately accessible.”

Artinya kurang lebih adalah “halaman yang memiliki sisipan yang berlebihan sehingga mengganggu kenyamanan dibandingan dengan halaman-halaman lain dimana pengunjung langsung mendapati konten tanpa hambatan”. Rupanya Google memiliki istilah sendiri untuk praktek ini, yaitu “interstitial“. Kalau dilihat di kamus dan wiki, interstitial ini kurang lebih dapat diartikan sebagai sisipan, sesuatu yang menyelip dan cenderung mengganggu. Kata ini digunakan diantaranya merujuk pada tumor yang menyisip diantara otot.

Selain kata interstitial yang merujuk pada sisipan yang mengganggu kenyamanan pengunjung website karena tidak bisa langsung mendapati konten yang bermanfaat sesuai dengan pencariannya lewat Google, ada satu kata lain yang juga perlu digarisbawahi, yaitu “intrusive” yang secara lugas dapat diartikan sebagai berlebihan. Gangguan yang berlebihan. Artinya Google tidak sama sekali anti dengan sisipan. Google tidak meyukai website dengan pop-up yang BERLEBIHAN. Pertanyaannya adalah seperti apa praktek yang dianggap berlebihan oleh Google.

Dari banyak referensi, yang dianggap berlebihan diantaranya sebagai berikut:

  1. Pop up yang langsung muncul begitu pengguna masuk ke website / halaman web, terutama saat pengunjung datang lewat referensi search engine.
  2. Pop up yang ukurannya memenuhi seluruh atau sebagian besar layar sehingga konten website / halaman web yang dituju sama sekali tidak terlihat.

Pop up yang berisi informasi yang memang penting untuk pengunjung, misalnya saja peringatan penggunaan “cookie” pada website, tidak termasuk ke dalam sisipan yang dianggap mengganggu oleh Google.

Meskipun demikian, Google menyatakan bahwa konsekuensi untuk masalah ini adalah penurunan nilai, bukan penalti apalagi di-ban. Nilai itu sendiri merupakan bagian dari ratusan parameter lain yang mempengaruhi ranking. Karena itu kalau nilai website atau halaman web tersebut sangat tinggi dalam parameter-parameter lain, misalnya saja kontennya sangat bagus, bisa saja tetap menikmati ranking yang baik di SERP.

Jadi kalau cukup pede website atau halaman web anda memang layak mendapatkan ranking tinggi meskipun menerapkan apa yang disebut Google sebagai “intrusive interstitial”, silahkan lanjut.

Cara Menghindari “Bad Link”

Cara menghindari bad link perlu kita ketahui karena ada kalanya untuk membuat konten yang menarik kita memang terpaksa mengangkat topik berkonotasi negatif dan merujuk ke sumber-sumber yang negatif pula. Di dunia maya, tentunya kita tahu bahwa cara merujuk adalah dengan membuat link. Sementara sumber-sumber negatifnya berupa website atau halaman web. Padahal kita tahu bahwa Google dan search engine lainnya tidak suka kita membuat link ke website atau halaman web yang dinilai negatif. Website kita bahkan bisa terkena penalty kalau ngotot melakukannya.

Termasuk dalam kategori bad link adalah link ke website atau halaman website yang memuat konten porno, penyebar kebencian, menunjukkan tindak kekerasan, dan sebagainya. Link ke website atau halaman web yang masuk ke dalam kategori ini dapat berbuah penalty.

Mungkin kita membuat posting yang memuat pendapat kita tentang konflik berdarah yang saat ini banyak terjadi di kawasan Timur Tengah. Untuk memperkuat kredibilitas tulisan kita, dirasa perlu link ke beberapa website atau halaman web yang secara aktual memuat kekerasan yang terjadi disana. Mugnkin kita membuat posting mengenai selebriti yang ternyata memiliki perbuatan menyimpang dan kita merasa perlu untuk membuat link ke situs porno yang memuat video porno selebriti tersebut.

Dalam content building, memang adakalanya hal-hal tersebut tidak bisa dihindari. Bagaimanapun juga pada akhirnya tujuan kita bukan mendapatkan ranking di Google tetapi mendapat aliran pengunjung. SEO itu tujuan antara, tujuan akhirnya pembaca. Dan hal inipun dikonfirmasi oleh Google sendiri. Dalam banyak kesempatan Google selalu mendorong kita untuk membangun konten yang disukai pengunjung website. Kalau pengunjung website menyukai konten kita, Google akan mengikutinya.

Ternyata ada cara menghindari bad link yang sangat sederhana supaya kita bisa memberikan rujukan ke website atau halaman web yang ber-konten negatif tanpa membuat kita terkena penalty Google.

Cara Menghindari Bad Link

Trik ini jelas sahih, karena diungkapkan langsung oleh Gary Illyes. Sosok yang satu ini bukan orang sembarangan di dunia per-SEO-an. Bekerja di Google sejak tahun 2011, Gary bertugas memastikan kepuasan para pengguna Google dengan cara membantu para webmaster membuat website yang menarik.

Trik Cara Menghindari Bad Link dari Gary Illyes

Seperti bisa dilihat sendiri dari cuitan Gary, cara menghindari bad link saat kita membangun konten dan merasa perlu menyisipkan rujukan ke website atau halaman web yang memiliki konten negatif sangat-sangat sederhana, tinggal pakai NoFollow saja. Mengenai bagaimana cara menggunakan NoFollow, bisa dipelajari disini. Tidak sulit kan? Hanya perlu dicatat adalah ini trik berkaitan dengan link keluar dari website kita, bukan link dari website lain ke website kita.

Nah setelah mengetahui cara menghindari bad link, lebih pede dong membangun konten website kita? Apapun isinya, kemanapun kita perlu merujuk, santai saja, tidak akan kena penalty. Hanya saja harus difahami bahwa kita bicara sesuatu yang positif lho ya. Ingat, pisau bisa dipakai membunuh orang, tapi bisa juga dipakai untuk membuat makanan enak. Jangan digunakan berlebihan.

Saat kita menggunakan, jangan lupa juga diimbangi dengan link-link lain yang DoFollow. Banyak pakar SEO mengatakan bahwa link keluar sebagai rujukan, terutama ke website-website yang “kuat”, sangat baik untuk SEO. Kalau semua link NoFollow, sama saja dengan tidak ada link.

Nah selamat bekerja membangun konten yang menarik untuk memanjakan para pengunjung website. Traffic membludak, ranking Google melonjak!

Tool SEO Terbaik

Tool SEO terbaik yang bisa melayani semua aspek SEO secara paripurna sampai saat ini boleh dibilang tidak ada. Kita bisa menggunakan analogi pisau Swiss Army. Pisau yang satu ini sangat terkenal dikalangan para pecinta kepraktisan, karna pisau lipat yang ukurannya cukup kecil untuk masuk ke dalam saku celana ini memiliki banyak fungsi. Tidak hanya pisau yang tajam tetapi juga ada obeng, pembuka botol, gunting, kikir, bahkan ada jenis tertentu yang dilengkapi dengan gergaji. Tetapi masing-masing fungsi hanya bisa dipakai untuk kebutuhan ringan. Misalnya, pisaunya sangat tajam, bisa dipakai untuk memotong macam-macam. Tapi kalau mau menebang pohon kita tetap perlu golok, tidak bisa menggunakan pisau Swiss Army.

Untuk praktisi SEO profesional, alat yang fungsinya terbatas hanya untuk kebutuhan ringan tentunya tidaklah cukup memadai. Pisau serba guna seperti Swiss Army tidak cukup tangguh untuk kebutuhan kelas berat. Perlu pergi ke Ace Hardware untuk membeli alat khusus untuk masing-masing fungsi. Golok, kapak, gergaji, dll. Bahkan untuk fungsi yang lebih spesifik, sering kali ada spesifikasi berbeda-beda untuk alat tertentu. Misalnya gergaji kayu pemotong dan pembelah, itupun masih ada ukuran yang berbeda-beda.

Sebetulnya memang semua bisa saja dilakukan manual. Tapi pada kenyataannya demikian banyak yang harus dilakukan tentunya kalau ada tool-tool yang dapat membantu pastilah akan mempermudah dan mempercepat proses. Saat kita bicara tool, kita tidak bicara tool yang bermain black hat. Melainkan tool-tool yang mempermudah kita melakukan hal-hal yang memang normal dilakukan dalam praktek white hat SEO. Riset keyword misalnya, bukan sesuatu yang dilarang oleh search engine. Mengintip profil link website kompetitor tidak akan membuat kita terkena penalti.

Berikut tool-tool yang saya pakai untuk meng-SEO website-website yang saya kelola.

Tool SEO Terbaik untuk Profesional

Tool SEO Terbaik untuk Riset KeywordTool Untuk Riset Keyword

Berbayar mulai dari $69.95/bulan

Mereka yang awal-awal bermain SEO biasanya sudah langsung mengisi penuh kepalanya dengan hal-hal teknis. Dari on-page SEO sampai link building. Padahal seperti membuat rumah, yang pertama harus dilakukan adalah membuat pondasi yang kuat. Kalau kita bicara SEO pondasinya adalah keyword. Kita mau mendapat ranking bagus di search engine untuk keyword apa saja?

Jadi sebelum melakukan apapun, riset keywordlah yang merupakan langkah pertama. Karena itu kalau anda mencari tool SEO terbaik, Semrush sudah seharusnya berada di urutan pertama daftar belanja anda.

Sering kali kita memilih keyword berdasarkan pikiran kita sendiri. Mungkin tidak 100% salah, karena yang paling mengenal perusahaan kita dan produk yang kita buat tentunya kita sendiri. Sayangnya sering kali orang mencari hal yang sama dengan cara yang berbeda. Misalnya karena perusahaan kita merupakan travel agent di Jakarta, mungkin kita kemudian memutuskan bahwa keyword yang tepat adalah “travel agent Jakarta”. Bisa jadi, ternyata orang tidak mencari travel agent, mereka mencari produknya langsung misalnya “paket wisata murah”.

Kalau sudah begitu, mati-matian kita mengejar keyword “travel agent Jakarta”, meskipun kemudian berhasil merajai SERP untuk keyword tersebut, usaha kita sia-sia karena ternyata tidak ada orang yang melakukan pencarian dengan keyword tersebut.

Mereka yang berfokus di online marketing lewat SEO sering kali malah menentukan produk yang akan dijual juga lewat analisa keyword. Mengapa harus menjual sesuatu yang tidak dicari orang?

SEMRush merupakan tool untuk riset keyword yang paling efektif. Ada banyak fasilitas, opsi, dan parameter yang bisa kita atur supaya kita bisa mendapatkan keyword yang benar-benar berkualitas. Selain untuk SEO, kita juga bisa menggunakan tool ini untuk PPC seprerti AdWords. Tidak berhenti sampai disitu, SEMRush juga memiliki parameter “keyword difficulty” yang memberi tahu kita tingkat kesulitan untuk mengejar keyword tersebut di puncak SERP. Dikombinasikan dengan fasilitas yang secara ekstensif memberikan opsi long tail, relevan, pencariannya relatif sedikit, tapi tingkat kompetisinya juga rendah sehingga mudah ditaklukan, SEMRush benar-benar merupakan tool untuk riset keyword yang sangat mumpuni.

Alternatif: Riset keyword yang efektif dapat memberikan keuntungan yang sangat besar. Sepertinya SEMRush sangat menyadari itu, sehingga mereka menawarkan tool riset keyword ini dengan harga yang lumayan tinggi, $69.95 per bulan. Kalau anda mencari tool SEO terbaik untuk riset keyword tetapi belum siap untuk merogoh saku demikian dalam, bukan masalah besar kalau anda sudah mulai menuai sukses, tapi kalau belum sehingga harga itu masih terasa memberatkan, bisa memakai Google’s Keyword Planner yang disediakan oleh Google secara gratis. Tidak selengkap SEMRush, tapi cukup lumayan kalau memang anggaran anda belum memungkinkan.

Tool SEO Terbaik untuk Analisa RankingTool Untuk  Analisa Ranking

Berbayar mulai dari $99/bulan

Jika dengan website yang anda kelola anda hanya mentargetkan satu keyword, tidak sulit untuk mengetahui ranking website kita di SERP untuk keyword tersebut. Tinggal buka Google, cari dengan keyword sasaran, kemudian tinggal lihat dimana posisi website kita. Kalau tidak ada di halaman pertama, mungkin di halaman kedua, atau halaman ketiga, dan seterusnya.

Apa artinya tangan kita sudah lengkap bekerja dengan sekumpulan tool SEO terbaik tapi tidak bisa memantau pencapaian kita?

Tapi situasinya akan sangat berbeda kalau katakanlah anda memiliki sebuah toko online dengan 100 produk dan mengejar keyword tersendiri untuk masing-masing produk tersebut. 100 produk bukan angka yang banyak untuk sebuah toko online. Toko online besar bisa punya ribuan bahkan puluhan ribu produk. Kalau anda mentargetkan 1000 keyword, anda harus melakukannya 1000 kali. Sedikit lebih mudah kalau semua berada di halaman pertama. Kalau harus menggali ke halaman 10, 20, dst lain cerita. Belum lagi kalau kita serius dengan SEO kita harus melakukannya secara berkala untuk memantau perkembangan.

Dengan tool bernama Authority Labs ini pekerjaan tersebut jadi sangat mudah karena dilakukan secara otomatis. Tinggal sebutkan domain anda, masukkan daftar semua keyword yang anda targetkan, dan tinggal duduk manis menerima laporan yang diterbitkan secara otomatis setiap hari. Masing-masing keyword, naik, turun, anjlok, melonjak, dll.

Tidak hanya itu, Authority Labs juga menyediakan fitur untuk memantau performa website anda untuk SEO Lokal dan Google+.

Alternatif: Pastinya paling sederhana dan murah saat kita baru mulai, belum banyak keyword, belum banyak pencapaian, ya search aja langsung, pakai Google. Google Seach Console, dulu namanya Google Webmaster Tools juga punya fasilitas untuk memantau ranking. Gratis nggak perlu bayar, meskipun penggunaannya tidak semudah Authority Labs.

Tool SEO Terbaik untuk Analisa Konten

Analisa Konten – Gratis

Semakin hari peranan konten menjadi semakin dominan dalam SEO. Teknik SEO lain seperti link building masih sangat penting. Tapi apapun teknik SEO yang digunakan, kalau kualitas kontennya kurang, tidak ada artinya. Jadi saat mengumpulkan tool SEO terbaik di kotak perkakas anda, jangan lupa menyertakan tool SEO untuk menganalisa konten. Salah satunya adalah MozBar yang untungnya tersedia secara gratis sehingga untuk tool SEO yang satu ini kita tidak perlu membuang dolar.

Tool SEO untuk menganalisa konten cukup banyak tersedia. Tapi MozBar memiliki beberapa fitur yang tidak dimiliki yang lain, salah satunya adalah fitur untuk mengintip pesaing kita. Soal intip-mengintip ini dalam SEO memang sudah sangat lumrah. Kita mengintip website kompetitor yang performa SEO-nya bagus supaya bisa kita ikuti sebelum mengambil langkah berikutnya, melampaui.

Penggunaan MozBar juga sangat mudah. Tool SEO yang satu ini merupakan plugin yang bisa ditambahkan pada browser Chrome. Setelah kita menginstal dan mengaktifkannya, kita tinggal akses website atau halaman web yang ingin kita analisa, dan secara otomatis sejumlah parameter SEO yang penting untuk kita ketahui dari website tersebut akan muncul.

Kebanyakan pakar SEO merasa cukup dengan informasi yang disediakan MozBar ini. Tapi kalau merasa perlu data lebih lengkap, bias menggunakan versi Pro yang lebih canggih. Tapi pastinya tidak gratis dan tidak murah. Perlu mengeluarkan dana $99 dolar untuk menggunakannya. Itu untuk penggunaan 1 bulan saja. Satu tahun? Silahkan kalikan sendiri.

Alternatif: Alternatif tool SEO untuk analisa konten sangat banyak. Yang gratis juga banyak. Tapi kalau kita bicara yang terbaik, dari pengalaman saya tool SEO terbaik lainnya untuk analisa konten di bawah MozBar adalah SpyFu. Kalau dibandingkan dengan MozBar versi gratisan, SpyFu ini lebih baik. Mungkin karena tidak gratis. Paket termurah SpyFu dibandrol $79 per bulan. Dengan SpyFu kita bisa memantau keyword yang digunakan kompetitor sehingga kita bisa mengatur strategi SEO kita lebih baik.

Tool SEO Terbaik untuk Optimasi KontenOptimasi Konten – Gratis

Google tidak bosan-bosannya mengingatkan kita untuk membangun konten dengan berfokus pada pembaca, pengunjung website. Kalau para pembaca menyukai konten yang kita buat maka Google menjamin bahwa dia juga akan menyukainya. Sayangnya dunia tidak seindah “cocot” Google. Kita tetapi harus memperhatikan parameter-parameter SEO on-page saat membuat konten. Hal yang sering kita lewatkan saat kita menulis konten dan berfokus hanya pada pembaca.

Kalau website anda merupakan blog bermesin WordPress, tool SEO terbaik untuk menjaga kualitas konten adalah Yoast.

Saat kita menulis post atau page pada blog kita, Yoast akan secara “real time” menunjukkan pada kita apakah kaidah-kaidah SEO on-page sudah terpenuhi. Misalnya saja apakah pada judul sudah ada keyword, apakah keyword density kita mencukup atau malah terlalu banyak, dan sebagainya. Yoast bahkan memiliki fitur untuk menunjukkan apakah tulisan kita cukup mudah dibaca dan difahami. Misalnya saja kalau kalimat-kalimat kita terlalu panjang dan berbelit-belit, tentunya akan lebih sulit difahami.

Alternatif: Seobility bukan hanya sekedar alternatif dari Yoast, karena memiliki fitur yang sangat penting tapi tidak dimiliki Yoast. Dengan Seobility kita tidak hanya menganalisa halaman atau posting yang sedang kita tulis saja, tapi juga keseluruhan website.

Tool SEO Terbaik untuk Link BuildingLink Building – Berbayar mulai dari $24/bulan

Setelah mendapat keyword yang pas dengan tool analisa keyword, membangun keyword yang berkualitas dan SEO friendly dengan tool analisa konten, dan siap untuk memantau hasilnya dengan tool monitor ranking, kita bisa mulai dengan off-page SEO. Kita semua tahu bahwa yang paling esensial dari off-page SEO adalah link building. Untuk membantu kita membangun link profile yang baik, ada juga tool yang dapat membantu mempermudah prosesnya. Salah satu tool SEO terbaik untuk link building adalah BuzzStream.

Kalau dulu banyak tool-tool link building yang hanya secara otomatis membuat page link-partner, sekarang bukan cuma sudah “nggak ngaruh”, tapi justru berbahaya. BuzzStream membantu kita mencari dan menghubungkan kita dengan para influencer yang dapat membantu kita mendapat link dari website-website berkualitas.

Pada console-nya BussStream memungkinkan kita mencari dan menemukan saluran-saluran potensial yang dapat menghasilkan link berkualitas, kemudian memandu dan mendokumentasikan seluruh proses sehingga meskipun kita mengeksplorasi ratusan potensi link secara bersamaan, kita tidak lupa dan kehilangan jejak. Semuanya tercatat dan terpantau sehingga kita selalu tahu sttus masing-masing dan apa yang harus dilakukan berikutnya untuk setiap “proyek”.

Alternatif: LinkMiner bisa membantu kita dengan proses link building seperti halnya BuzzStream meskipun tingkat bantuannya tidak sebaik tool berbayar itu. Maklum dong, LinkMiner ini merupakan tool SEO gratis. Mungkin memang tidak bisa digolongkan tool SEO terbaik seperti BuzzStream, tapi sekali lagi, gratis, jadi lain dong ceritanya. Tapi LinkMiner punya fitur lain, yaitu memantau broken link. Kita tentunya tau, broken link berpengaruh buruk pada SEO.

Tool SEO Terbaik untuk Analisa BacklinkAnalisa Backlink – Berbayar mulai dari $99/bulan

Tool SEO lain yang tidak kalah penting untuk link building adalah Ahrefs yang mempunyai pendekatan berbeda dengan BuzzStream dalam membangun link profile yang baik. Ahrefs memiliki basis data besar seluruh link yang bisa terdeteksi di jagat maya. Konon jumlah data yang dimilikinya mencapai belasan trilyun. Ahrefs bisa memberikan kita gambaran detail seluruh link (atau setidaknya sejumlah besar) yang ada di jagat maya. URL-nya, anchor text-nya, sumber link dan halaman tujuannya, kualitas link tersebut dari sudut pandang SEO, dll.

Manfaatnya adalah kita bisa melihat profil backlink website-website kompetitor dan membangun profil link kita sendiri dengan menyamai atau bahkan melampaui profil backlink website kompetitor-kompetitor kita.

Kelebihan Ahrefs yang membuatnya benar-benar layak menjadi salah satu tool SEO terbaik adalah kemudahannya. Kaya fitur tapi sangat mudah digunakan. Menu, tombol, struktur navigasi, dirancang sangat intuitif. Meskipun kita belum pernah menggunakannya, kita bisa memahami penggunaannya tanpa perlu bantuan manual.

Salah satu fitur menarik Ahrefs adalah alert yang langsung memberitahu kita saat ada link baru ke website kita, atau ada link ke website kita yang tiba-tiba hilang.

Alternatif: Open Site Explorer merupakan bagian dari fasilitas yang ditawarkan oleh Moz Pro, salah satu tool SEO terintegrasi yang cukup terkenal dikalangan pakar SEO dan praktisi-praktisi profesional karena harga layanannya yang memang cukup aduhai. Open Site Explorer membantu penggunanya dalam urusan backlink, dari riset, mencari sumber-sumber link berkualitas, sampai memelihara dan memantau link yang sudah kita dapat.

Tool SEO Terbaik untuk Analisa JangkauanAnalisa Jangkauan – Berbayar mulai dari $49/bulan

Disebut terakhir tidak berarti Ninja Outreach kalah penting dibandingkan dengan tool SEO terbaik lainnya. Tetapi fungsinya memang berada di titik terakhir dalam siklus SEO, yaitu menganalisa jangkauan. Bukan hanya jangkauan website kita sendiri, tapi yang lebih penting adalah jangkauan website-website kompetitor atau website-website lain yang layak dijadikan acuan.

Ada banyak hal yang dapat dilakukan saat kita mengetahui jangkauan sebuah website. Semakin luas jangkauan sebuah website, semakin kuat dia dari sisi SEO. Jadi kita ingin website kita jangkauannya semakin meluas. Bagaimana kita tahu? Dengan menggunakan tool untuk menganalisa jangkauannya. Dalam istilah Bahasa Inggrisnya, outreach-nya.

Bagaimana cara kita untuk meningkatkan outreach website kita? Salah satunya dengan mendapat link dari website lain yang outreach-nya luas. Bagaimana cara kita mengetahui seluas apa outreach website lain yang kita sasar untuk mendapatkan link? Dengan tool yang sama, took untuk menganalisa outreach.

Alternatif: Tool SEO untuk analisa outreach yang juga cukup baik adalah Link Prospector. Tool SEO ini membantu kita menjelajahi jagat maya untuk mencari website, halaman web, blog, dan sumber-sumber lain yang potensial membantu website kita memperluas outreach.

Cara Meningkatkan TrustRank

Simak cara meningkatkan TrustRank berikut supaya ranking website kita di Google tidak terpengaruh oleh berbagai update algoritma. Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hasil pencarian, Google konsisten memperbaiki algoritmanya. Secara sederhana, update algoritma ini ditujukan untuk membersihkan hasil pencarian dari website-website dengan kualitas konten rendah yang berusaha “mengelabui” dengan memompa faktor-faktor SEO lain seperti linkbuilding dan lain-lain.

Sebagai praktisi SEO, sering kita bertanya-tanya, mengapa website kita tergusur akibat update algoritma tertentu tetapi ada website lain yang memiliki “masalah” yang sama tetap bertahan.

Contoh Kasus Untuk Memahami TrustRank

Kita bicara contoh kasus. Setelah update Penguin, website kita tergusur. Ternyata setelah analisa ini itu disimpulkan bahwa penyebabnya adalah terlalu banyak link dengan anchor text yang persis dengan kata kunci. Beberapa analis mengatakan bahwa setelah Penguin, komposisi link dengan anchor text yang persis dengan kata kunci harus dijaga. 60% merupakan angka kritis yang akan membuat website kita tergusur.

Saat kita melihat bahwa link ke website kita yang memiliki anchor text yang persis kata kunci komposisinya berada di atas itu, tentu kita pontang-panting memperbaikinya. Tapi saat kita punya waktu untuk “larak-lirik”, meskipun kita melihat banyak website lain yang memiliki masalah yang sama juga tergusur, ada juga website yang memiliki masalah yang sama tetapi anteng-anteng saja berada di posisinya. Disitu kadang saya merasa sedih. Eh salah. Disitu kita mungkin mulai bertanya-tanya. “Lho koq bisa begitu ya?”

Jawabannya adalah TrustRank. Saat website kita dipercayai oleh Google sebagai sumber informasi yang berkualitas, efek dari update algoritma bisa saja tidak mempengaruhi website kita. Tingkat kepercayaan Google terhadap sebuah website itulah yang disebut TrustRank. Karena itu mempelajari dan memahami cara meningkatkan TrustRank sangat penting bagi kita yang memang menggantungkan periuk nasi lewat SEO. Pastinya memahami saja tidak cukup. Cara meningkatkan TrustRank yang sudah difahami itu harus juga konsisten diimplementasikan.

Cara Meningkatkan TrustRank

Link Ke Website Dengan Authority Tinggi

Pernah mendengar bahwa link keluar akan mengurangi kekuatan SEO website kita? Tidak sepenuhnya salah. Kita memang sebaiknya sangat hati-hati dengan “link out”. Tapi link out ini juga penting karena membuat Google melihat konten kita berkualitas karena didukung referensi yang berkualitas. Itu dia kata kuncinya, berkualitas. Setiap halaman website, setiap posting kalau website kita blog, sisipi dengan link ke website-website yang memiliki tingkat authority tinggi. Pastinya jangan cuma asal tinggi, kontennya juga harus relevan dengan konten website kita.

Bagaimana memilih website dengan tingkat authority tinggi? Bisa simak informasinya disini https://www.seochat.com/c/a/google-optimization-help/measuring-website-authority-in-google/

Cara meningkatkan TrustRank yang paling mudah mungkin, karena sama sekali tidak melibatkan fihak lain. Bukan backlink. Kita yang buat link, bukan orang lain. Kita hanya perlu cermat memilih saja mau link kemana.

Buat Halaman Privacy Policy

Buat halaman Privacy Policy yang detail, lengkap. Halaman Privacy Policy yang lengkap biasanya mencakup juga Terms of Use, Affiliate Disclosure, dll. Halaman-halaman ini mungkin memang tidak menarik dan jarang dibaca oleh para pengunjung website kita. Tapi keberadaan Privacy Policy yang lengkap memberikan indikasi bahwa konten website kita berkualitas tinggi, penting. Privacy Policy biasanya juga memuat informasi mengenai komitmen kita memperlakukan informasi mengenai pengunjung website. Tentunya hanya pengelola website profesional yang melakukannya … ya setidaknya menciptakan kesan seperti itu.

Jaga Bounce Rate Tetap Rendah

Interaksi pengguna pada akhirnya merupakan hal yang sangat disorot Google. Balik ke konsep dasar, Google ingin memberikan hasil pencarian yang memuaskan penggunanya. Kalau saat pengguna Google melakukan pencarian dengan mengetikkan kata kunci tertentu, keluar daftar hasil pencarian (SERP), mereka meng-click salah satu, lalu hanya dalam beberapa saat keluar lagi dari website itu dan balik ke SERP, itu indikasi bahwa website atau halaman website itu tidak sesuai dengan harapan si pengguna, tidak cocok dengan keyword yang ditulisnya saat melakukan pencarian.

Masuk ke website kemudian langsung balik lagi itu disebut “bounce rate”. Makin lama waktu yang dihabiskan pengguna di website kita makin baik, sebaliknya makin pendek makin buruk. Satu-satunya cara untuk menjaga bounce rate adalah konten yang menarik dan berkualitas. Konten yang membuat pengguna betah berlama-lama di dalam website kita dan tidak langsung balik lagi ke SERP.

Diblok? Lebih Berbahaya Lagi!

Tahu dong browser Chrome punya siapa?
Tahu dong kalo Chrome punya fasilitas mem-blok website tertentu?

Kalau seorang pengguna internet sampai mem-blok website tertentu, itu salah satu indikasi kalau website itu untuk alasan-alasan tertentu jelek. Kalau banyak yang mem-blok, banyak yang menilai jelek, pastinya Google pasang kuping. Google tidak mau memberikan website jelek pada penggunanya.

Posting? Berikan Sumber Referensi

Saat membuat posting, jangan lupa berikan daftar referensi yang dipergunakan untuk mendukung opini yang dituangkan dalam tulisan tersebut. Coba bandingkan buku kisah fiksi alias novel dengan buku-buku ilmiah yang biasanya kita kenal dengan istilah textbook. Padahal novel juga isinya teks ya. Lha komik juga meskipun banyak gambarnya kan tetep aja dikasih teks.

Ikutilah konsep berfikir ala Google. Orang pergi ke search engine untuk mencari informasi. Jadi wajar kalau Google lebih tertarik dengan sumber informasi ala textbook daripada novel. Pencari informasi menginginkan informasi yang sahih, bukan imajinatif.

Pastinya sering berkutat dengan textbook saat kuliah kan? Kalaupun mungkin karena dipaksa dosen. Nah untuk mendukung isi buku tersebut, biasanya di bawah setiap halaman ada baris-baris berisi referensi pendukung. Kalau kita membuka bagian belakang, biasanya halaman-halaman terakhir, ada juga bagian yang dalam Bahasa Indonesia sering disebut Daftar Pustaka. Menunjukkan bahwa konten website atau halaman web kita didukung riset dan studi literatur dan bukan hanya sekedar imajinasi saja, buatkah daftar referensi lengkap dengan link ke sumbernya.

Branding Kuat Membuat Kita Lebih Dipercaya

Konten website institusi atau perusahaan besar lebih dipercaya dibandingkan yang ecek-ecek. Yang besar dan terkenal dianggap lebih bonafid dan terpercaya, meskipun kita juga sangat tahu kalau sesungguhnya tidak selalu begitu. Wajar saja, jangankan Google, bukankah kita juga punya kecenderungan yang sama?

Karena itu menciptakan brand alias merk yang memiliki image yang kuat sangat penting. Google tidak melihat ukuran fisik, tidak membandingkan antara kios kecil yang nyempil di pasar dan toko besar di pusat kota. Jadi semua orang bisa menciptakan brand image yang kuat dan membuatnya nampak besar di dunia maya, di mata Google. Meskipun kita hanya seorang Blogger yang kerja sarungan karena kedinginan di malam hari dan koloran karena kegerahan di siang hari, kita bisa membangun merk yang memiliki brand image sebesar Coca-Cola sekalipun.

Sejumlah pakar SEO menggunakan istilah “build brand signals” untuk cara meningkatkan TrustRank yang satu ini.

Mengapa kita bicara signal yang pada prinsipnya juga berarti indikasi? Karena Google mengandalkan mesin. Mesin tidak bisa serta-merta memahami kalau Coca-Cola itu sebuah merk, bukan hanya sederet huruf yang membentuk kata. Mesin Google mengenali Coca-Cola sebagai sebuah merk melalui sejumlah indikasi yang dalam istilah tadi disebut signal. Pastinya signal secara online karena mesin Google tidak melihat baliho raksasa yang dipasang di jembatan penyeberangan.

Mengapa merk dengan brand image kuat menjadi penting disini? Karena Google sangat mempercayai merk dengan brand image kuat. Tidak kurang dari (mantan) CEO Google, Eric Schmidt, yang secara gamblang berbicara mengenai hal ini.

“Brands are the solution, not the problem … brands are how you sort out the cesspool.”
~ Eric Schmidnt (former) Google’s CEO

Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menciptakan brand signal seperti yang diinginkan Google:

Gunakan Merk Sebagai Domain

Jamannya domain dengan keyword yang pernah sangat populer dengan istilah EMD (Exact-Match Domain) sudah berlalu. Lihat contoh ini. Mana yang lebih nampak bonafid dan memiliki brand image yang kuat? airbnb.com atau bookcheapaccommodation.com? Mengapa orang lebih memilih menggunakan domain mataharimall.com daripada tokopakaianonline.com? Ikuti polanya. Lagian kita sudah tahu sendiri bahwa EMD sudah tidak lagi berpengaruh dari sisi SEO.

Buat Halaman “About Us” yang Lengkap

Saat mengunjungi sebuah website, mana yang lebih dipercaya antara website yang hanya memiliki halaman “Contact Us” berisi form online atau website yang memiliki halaman “About Us” yang mencantumkan alamat kantor atau toko yang lengkap, sejumlah cara untuk menghubungi setiap saat (telepon, email, fax, dll.), bahkan peta yang menunjukan lokasi yang jelas?

Jangan hanya sekedar alamat yang bisa dicari, cantumkan pula berbagai informasi yang relevan. Company Profile, bahkan profil pribadi para pengelolanya.

Kelola Akun Sosial Media yang Aktif

Merk-merk terkemuka mengelola akun di berbagai platform social media secara profesional. Tentunya juga dengan menggunakan merk sebagai nama akunnya. Facebook, Twitter, LinkedIn, Instagram, dll.

Sisipkan Keyword Sebagai Nama Website

Keyword tetap merupakan hal yang sangat penting. Bukan hanya dari sisi SEO tetapi juga supaya orang benar-benar mengenali kita. Katakanlah kita memiliki toko fashion pria online bernama jantan.com. Bagaimana kalau dalam SERP Google orang tiba-tiba melihat website dengan nama “tokokasep.com” atau dengan merknya “Toko Kasep”. Apakah semua orang mengetahui bahwa jantan.com merupakan toko fashion pria online?

Jadi jangan lupa tambahkan keyword, misalnya Toko Kasep: Fashion Pria Terkini.

SiteLink

Semakin kuat brand image kita, semakin banyak orang melakukan pencarian langsung dengan menggunakan merk sebagai keyword. Saat orang melakukan pencarian dengan menggunakan merk, akan kelihatan jauh lebih bonafid kalau yang muncul seperti ini bukan?

Cara Meningkatkan TrusRank

Yang begini ini disebut SiteLink. Selain dengan memancing orang melakukan pencarian dengan merk sebagai keyword, untuk mendapatkan SiteLink kita juga memerlukan backlink yang kuat dan struktur website yang jelas. Jadi nanti saat melakukan link building, jangan hanya terpaku pada domain dan keyword saja, perkaya juga link dengan merk kita sebagai anchor text.

Domain Juga Harus Bonafid

Selain berupa merk, domain juga harus bonafid. Kenapa? Karena Google sangat memperhatikan ini. Google juga merupakan salah satu perusahaan yang memiliki lisensi sebagai “domain registrar”. Simak beritanya disini. Tapi seperti kita semua tahu, Google tidak menjual domain. Lisensi tersebut dipergunakan Google untuk mengakses informasi lengkap mengenai domain-domain yang teregistrasi di seluruh dunia, informasi yang tidak dapat diakses oleh sembarangan orang, setidaknya mereka yang tidak memiliki lisensi tersebut.

Beberapa yang dapat dilakukan untuk membuat domain lebih bonafid diantaranya:

Registrasi Jangka Panjang

Kita tahu bahwa registrasi domain berlaku untuk periode satu tahun. Kita bisa memperpanjang dalam satuan tahun sebalum masa berlakunya berakhir. Tapi kita juga bisa meregistrasi atau memperpanjang untuk jangka lebih panjang. 2, 3, 4, bahkan 10 tahun. Mana yang lebih nampak bonafid, domain yang diregistrasi setahun saja atau yang diregistrasi 3, 5, bahkan 10 tahun? Google “berfikir” persis seperti kita.

Mungkin anda berfikir bahwa cara meningkatkan TrustRank melalui registrasi domain jangka panjang ini terlalu mahal. Kalau harga domain per tahun $12, membayar 10 tahun dimuka memaksa anda merogoh saku 10 kal lebih dalam, $120. Tapi jangan pelit lah, toh 10 tahun itu juga pada akhirnya harus kita bayar dengan mencicil setiap tahun. “Ngutang” dulu aja. Hehehe.

Jangan Sembunyikan Info

Sekarang saat kita meregistrasi domain, ada opsi dimana kita bisa menyembunyikan informasi mengenai pemilik domain sehingga tidak dapat diakses publik. Jika biasanya dengan cara tertentu yang sangat mudah orang bisa melihat informasi ringkas mengenai pemilik domain, dengan sedikit biaya tambahan kita bisa membuat informasi tersebut tidak bisa diakses umum.

Kalau anda membeli sesuatu, katakanlah baju, secara online, melalui sebuah website. Mana yang anda lebih percayai, website dengan domain yang informasi pemiliknya dapat dilihat jelas (nama, perusahaan, alamat, telepon, email), atau yang sengaja disembunyikan?

Jadi isi lengkap dan benar informasi registrasi domain anda, jangan disembunyikan.

Domain Info = About Us

Kalau anda seorang gadis dan bertemu pemuda kaya bermobil mewah, lalu tiba-tiba anda melihat STNK mobil tersebut. Mana yang lebih meyakinkan anda, nama si pemuda tercantum di STNK itu, atau STNK itu terdaftar atas nama orang lain? Cara meningkatkan TrustRank si pemuda pastinya dengan membeli mobil sendiri, atas namanya sendiri. Ini kita harus implementasikan pada website untuk membuat website kita nampak bonafid.

Pastikan informasi yang anda masukkan pada saat meregistrasi domain sama persis dengan informasi di halaman About Us website anda. Kalau pada halaman About Us ada dicantumkan profil para pemilik dan pengelola perusahaan, pastikan nama orang yang tercantum sebagai pemilik domain juga ada disitu.

Trusted Link

Bagaimanapun, link building tidak bisa dipisahkan dari SEO. Kita mungkin berusaha mengumpulkan link sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber. Kita bisa sebut banyak cara mendapatkan link. Social bookmarking, blog commenting, forum profile, dll. Bagus? Lumayan. Tapi ada sekumpulan website yang memiliki nilai yang jauh lebih tinggi sebagai sumber link. Misalnya website-website dengan”buntut” .gov dan .edu, portal-portal berita terkemuka seperti cnn.com, website-website penting seperti DMOZ, dll.

Tidak mudah mendapatkan link dari website-website seperti itu sebagai cara meningkatkan TrustRank website kita. Tapi kalau bisa mendapatkannya, manfaatnya bisa sangat dahsyat. Kalau sekedar link dari blog, kita bisa buat sendiri blog. Tapi apakah kita bisa membuat portal sekelas cnn.com sendiri? Kita juga tidak bisa asal mendaftarkan domain dengan TLD .gov dan .edu tanpa bisa membuktikan bahwa kita memang mewakili institusi yang berhak menggunakannya.

Kalau kita tidak bisa mendapat link dari website-website seperti tersebut di atas, carilah yang loncat satu langkah. Dapatkan link dari website-website yang mendapat link dari “para dewa” itu tadi. Satu langkah saja, jangan lebih. Kalau terlalu jauh, sama saja dengan link biasa.

Link Dari Website Yang Masuk Google News

Diantara website-website yang saya sebut sebagai “para dewa” tadi, adalah website-website yang masuk ke dalam Google News. Tidak semua website berita postingannya masuk Google News. Untuk bisa masuk ke sana, Google melakukan seleksi ketat secara manual. Selain portal-portal berita internasional, banyak juga portal-portal berita lokal di negara-negara tertentu, dan portal-portal informasi untuk bidang spesifik.

Mau memndapatkan link dari portal-portal tersebut? Biasanya memang tidak mudah, kecuali anda sangat besar sehingga dianggap layak masuk berita. Itupun belum tentu kemudian di dalam posting beritanya disisipi link. Bisa jadi hanya menyebut merk atau nama perusahaan. Tapi meskipun sulit dan mungkin mahal, layak diupayakan. Undang wartawan untuk menulis berita dan minta mereka menyisipkan link, tentu tidak gratis. Tapi bisa saja didapat secara gratis dengan membantu wartawan saat menulis berita tertentu yang relevan dengan bidang kita.

Mungkin ini cara meningkatkan TrustRank yang paling sulit dan bisa jadi paling mahal. Tapi hasilnya benar-benar luar biasa, layak diperjuangkan.

Tips & Tricks Link Building dengan Social Bookmarking

Mengapa mempelajari link building dengan social bookmarking penting bagi anda praktisi SEO? Jangankan mereka yang sering disebut-sebut sebagai Pakar SEO. Mereka yang baru mulai mempelajari SEO pun, kalau mereka mempelajari dari sumber yang sahih, pastinya faham bahwa aspek SEO paling mendasar adalah konten dan backlink. Karena itu setelah memastikan bahwa website kita memiliki kualitas konten yang istimewa, membangun backlink yang sama berkualitasnya menjadi langkah yang sangat penting.

Sayangnya membangun backlink merupakan pekerjaan yang sangat berat dan beresiko tinggi dan link building dengan Social Bookmarking bukan perkecualian.

Mendapatkan link berkualitas bukan perkara mudah. Apa iya website-website terkemuka yang memang memiliki profil SEO yang yahud akan mau membagi link dengan website kita yang baru saja lahir ke dunia maya? Sementara di sisi lain, bakclink yang “dibangun” dengan teknik yang kurang hati-hati bukannya membawa manfaat malah bisa membuat website kita terkena penalty. Bukannya nangkring di Page #1 untuk keyword idaman malah nyungsep entah kemana.

Salah satu teknik backlink sederhana yang relatif mudah dilakukan dan resikonya sangat kecil kalau dilakukan dengan benar adalah Social Bookmarking. Tapi tetapi saja, kuncinya adalah DILAKUKAN DENGAN BENAR. Lalu bagaimana mempraktekan teknik linkbuilding dengan Social Bookmarking yang benar ini? Silahkan simak tips dan trick di bawah ini. Hanya saja harus diingat, ini hanya salah satu dari sekian banyak teknik SEO yang bisa kita lakukan. Pelajari teknik SEO lainnya disini http://backlinko.com/google-ranking-factors

Tips & Tricks Link Building dengan Social Bookmarking

#1 Prioritaskan Portal Social Bookmarking yang DoFollow

Banyak yang bilang backlink NoFollow itu nggak ada artinya. Saya cenderung mengatakan bahwa backlink DoFollow manfaatnya lebih besar. Kalaupun misalnya saja secara SEO tidak ada nilainya, setidaknya backlink NoFollow membuat link profile website kita nampak natural. Jadi tetep ada gunanya. Hanya saja karena manfaatnya yang jauh lebih kecil, backlink NoFollow nggak perlu banyak-banyak. Secara komposisi, kecil saja. Jangan terlalu besar apalagi melebihi DoFollow.

Kalau soal linkbuilding dengan Social Bookmarking, sebaiknya pilih yang DoFollow saja. Kenapa? Salah satu aspek penting link building dengan Social Bookmarking adalah menarik crawler untuk datang dan mengindeks lebih cepat. Kalau NoFollow, paling banter Google hanya akan mencatat adanya link tetapi tidak kemudian meng-crawl mengikuti link tersebut, karena memang sudah eksplisit “dibilangin”.

Portal Social Bookmarking yang DoFollow lumayan banyak. Banyak diantaranya termasuk yang terkemuka sehingga relatif stabil. Perlu dicatat, banyak portal Social Bookmarking yang sekarang ada tiba-tiba bulan depan sudah menghilang. Banyak juga yang setelah traffic tinggi karena banyak yang mem-posting bookmark untuk mendapatkan link, sistem Social Bookmarkingnya dibuang diganti konten lain. Salah satu yang terkemuka, stabil, dan DoFollow adalah Tumblr, jangan dilewatkan yang satu itu.

#2 Lengkapi Halaman Profil

Kalau ada pengguna Facebook yang tidak anda kenal, tidak memiliki foto profil, menggunakan kata atau tulisan aneh sebagai nama, meng-add anda sebagai teman, apakah anda akan menerimanya? Pastinya tidak. Mengapa tidak? Karena aneh, tidak wajar? Dalam konteks SEO kita menggunakan istilah tidak natural. Setiap penggna Portal Social Bookmarking memiliki halaman profil yang pada umumnya memuat data pribadi pengguna tersebut. Banyak diataranya yang juga kemudian menampilkan daftar bookmark yang pernah diposting.

Hanya username, email dan password saja tidaklah cukup. Buatlah halaman profile anda di masing-masing portal Social Bookmarking sedemikian rupa sehingga nampak wajar, natural. Gunakan nama asli, merk, nama perusahaan, atau keyword sebagai nama. Isi deskripsi dengan informasi yang relevan dengan website anda supaya relevan dengan bookmark-bookmark yang anda posting nantinya.

Jadi untuk setiap portal Social Bookmarking, sebelum mulai memposting bookmark, lengkapi dulu profile-nya.

#3 Jangan Jor-Joran

Seperti teknik SEO dan teknik link building lainnya, link-building dengan Social Bookmarking juga harus natural. Jangan jor-joran sekaligus kemudian setelah itu berhenti. Lagi-lagi, seperti teknik SEO lainnya, tidak ada angka yang pasti untuk dijadikan patokan. Tapi biasanya praktisi dan pakar SEO menyarankan sekitar 10-20 posting di portal Social Bookmark setiap minggu.

Jangan salah memahami lho. Setiap minggu, satu URL, ke 10-20 portal Social Bookmarking yang berbeda.

#4 Deskripsi Harus Unik untuk Setiap Posting

Salah satu parameter kualitas link adalah relevansi konten yang berada di sekitar link, artinya di halaman dimana link tersebut berada, dengan konten website atau halaman web kita. Selain relevansi, kualitas konten di sekitar link itu juga harus unik.

Tahu kan bahwa konten website kita sendiri saja kalau tidak unik alias duplicate content akan “ditebas” Google? Lalu bagaimana kira-kira dengan link ke website kita yang sumbernya duplicate content?

Jadi ini bagian beratnya link building dengan Social Bookmarking sebetulnya. Kalau kita buat 20 posting bookmark setiap minggu, artinya kita harus membuat 20 deskripsi yang relevan tapi unik. Meskipun tidak harus panjang seperti posting blog, deskripsi ini juga sebaiknya tidak terlalu pendek. Satu paragraf normal setidaknya. Usahakan menyisipkan keyword pada deskripsi tersebut. Deskripsi untuk sebagian posting dengan keyword exact, sebagian lagi dengan LSI. Tahu kan keyword LSI? Kalau tidak, temukan info mengenai keyword LSI disini.

#5 Title Harus Bervariasi

Selain deskripsi, title pada setiap posting Social Bookmark juga harus bervariasi. Biasanya beberapa diantaranya kita pergunakan exact keyword, beberapa exact keyword yang ditambah beberapa kata lain, beberapa keyword LSI.

Contohhnya misalnya:

Hotel murah di Bali (keyword sasaran)
Booking Hotel murah di Bali
Hotel murah di Bali untuk Bulan Madu
Akomodasi murah di Bali
Hotel dan Motel murah di Bali
Hotel murah dekat tempat wisata di Bali
dll.

#6 Yang Abal-Abal Dilewatkan Saja

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan link building dengan social bookmarking adalah jor-joran men-submit ke sebanyak-banyaknya portal social bookmarking. Ratusan, bahkan ribuan.

Memang di luar sana ada banyak portal social bookmarking bertebaran. Kalau dicari serius dengan menggunakan “footprint” yang beraneka macam, pasti ditemukan sangat banyak. Tapi link dari portal bookmark seperti ini bisa dibilang tidak ada manfaatnya untuk SEO. Lebih baik fokus pada portal-portal social bookmarking terkemuka yang stabil dan memiliki PageRank tinggi saja. Kalau ada portal social bookmarking yang khusus untuk topik yang relevan dengan website kita, itu juga penting.

Stabil disini maksudnya memang sudah ada cukup lama. Karena banyak juga portal social bookmarking ya dibuat hanya sementara saja, dengan tujuan membuat sebuah domain menjadi populer dan memiliki traffic tinggi. Setelah itu si pemilik dengan mudah mengganti konten dan meggunakannya untuk keperluan lain.

#7 Bersosialisasilah, Jangan Cuma Posting Doang

Karena terlalu terpaku dengan backlink, kebanyakan orang cenderung hanya men-submit link di portal social bookmarking. Yang diingat hanya kata “bookmarking”-nya saja yang memang terkoneksi langsung dengan link, link, link. Sementara kata “social”-nya cenderung terlupakan.

Jadilah “penghuni” portal social bookmarking yang hidup, aktif “bermasyarakat”. Beraktivitas sosial seperti kita berinteraksi dalam Facebook dan Twitter. Follow pengguna lain yang bookmark-bookmarknya menarik. Like dan share bookmark pengguna lain. Komentari. Supaya komentar bersambut menjadi komunikasi dua arah, cobalah berkomentar dengan pertanyaan.

Buat pengguna lain tertarik bukan hanya sekedar mengunjungi link yang kita bookmark, tapi juga men-share bookmark yang kita post.

#8 Saat Submit, Pilih Ketegori yang Tepat

Jangan terpaku hanya sekedar mencari backlink meskipun memang kita memang bisa membangun backlink dengan social bookmarking. Seperti halnya search engine, portal-portal social bookmarking terkemuka juga dipergunakan banyak orang untuk mencari informasi.

Hanya saja memang cara mencari informasi melalui social bookmarking berbeda dengan search engine. Alih-alih hanya tergantung dengan keyword, ada parameter lain yang turut menentukan, kategori. Kebanyakan pencari informasi melalui social bookmarking memilih kategori terlebih dahulu. Karena itu sangat penting untuk memilih kategori yang tepat saat submit social bookmarking.

Semakin besar portal social bookmarking, semakin banyak kategori dan sub-kategorinya. Jadi luangkan waktu untuk menggali untuk mendapat kategori yang benar-benar pas. Kalau ada sub-kategori bertingkat, tempatkan di sub-kategori paling bawah, positif untuk dua hal. (1) Lebih besar kemungkinan pencari informasi mengunjungi website atau halaman web yang kita submit. (2) Semakin sedikit link di satu halaman dan lambat halaman terupdate dengan link-link baru, dari sisi SEO semakin baik.

#9 Isi Lengkap, Termasuk Keywords dan Tags

Pada saat posting, sering kali kita mencari cepat, isi title, deskripsi, URL, langsung post. Banyak portal Social Bookmarking juga menyediakan tempat untuk mengisi beberapa informasi lain seperti keywords dan tags. Kalau ada tempat untuk mengisi, jangan lewatkan untuk diisi. Jangan hanya diisi “sebiji” keyword sasaran saja, sisipkan keyword sasaran diantara keyword-keyword lain yang juga relevan baik dengan deskripsi maupun dengan konten website atau halaman website yang kita bookmark.

Ingat bahwa “variasi” merupakan salah satu parameter kesan natural yang harus tetap kita jaga. Parameter lain adalah “relevansi”. Jadi jangan terlalu terpaku dengan keyword yang persis dengan keyword yang kita targetkan. Gunakan juga keyword LSI, bahkan keyword-keyword yang sama sekali berbeda tetapi relevan. Misalnya kalau kita menyasar keyword “teknik SEO”, bisa saja kita juga menggunakan keyword “trik social media marketing”.

#10 Lakukan Secara Manual

Ada banyak hal dalam SEO yang membosankan untuk dilakukan. Tidak sulit, tapi harus dilakukan terus-menerus. Kalau makanan enak saja kita bisa bosan setelah beberapa kali memakannya, apalagi pekerjaan. Membosankan. Sialnya melakukan sesuatu yang membosankan terus, terus, terus, dan terus lagi membuat pekerjaan yang sebetulnya ringan dan mudahpun jadi sangat melelahkan.

Situasi itu biasanya kemudian menarik banyak praktisi SEO mengambil jalan pintas, membeli tool untuk melakukannya secara otomatis. Satu kali klik langsung memposting komentar ke ribuan blog misalnya. Tool semacam itu untuk linkbuilding dengan Social Bookmarking juga ada, banyak malah. Dibandingkan dengan penghematan waktu kalau kita melakukannya secara manual, harganya memang biasanya sangat-sangat murah. Tapi sama dengan tool-tool untuk teknik-teknik SEO lainnya, untuk link building dengan Social Bookmarking, tool otomatis sangat-sangat tidak disarankan.

Lakukankah link building dengan Social Bookmarking secara manual. Lambat pastinya. Tapi bukankah lambat ini juga salah satu indikasi natural. Lebih nampak natural kalau Google menemukan 1-2 link dari portal Social Bookmarking setiap hari atau setiap selang beberapa hari secara terus-menerus daripada ratusan dalam sehari sekaligus. Penting diingat, natural merupakan aspek yang harus dijaga dalam SEO.

Kalau sudah siap, tinggal eksekusi. Masih merasa ada yang kurang? Pastinya kalau mau menerapkan teknik link building dengan Social Bookmarking, kita perlu tahu begaimana menemukan portal social bookmarking-nya itu sendiri. Jangan khawatir, bisa mulai dari daftar portal social bookmarking untuk link building ini.

Jasa Internet Marketing Indonesia

Internet marketing bisa dilakukan bleh sapa saja. Ilmunya bertebaran di dunia maya. Sementara itu yang lebih petting adalah mengimplementasikannya secara consisten sampai mendapatkan hasil. Tapi bagi sebagian orang yang waktunya lebih bermanfaat dipergunakan untuk fokus pada faktor-faktor yang lebih esensial dalam bisnisnya, menggunakan jasa internet marketing lebih relisais. Jika anda mencari jasa internet marketing Indonesia terbaik, coba kunjungi website http://artamaya.com

Jasa SEO Indonesia

Jika anda meluangkan waktu cukup untuk mempelajari SEO anda akan segera memahami bahwa SEO adalah pekerjaan yang menuntut kita meluangkan cukup banyak waktu secara terus menerus dalam jangka panjang. Sebagai pengusaha biasanya justru itulah yang sulit kita sediakan. Karena itu banyak perusahaan memutuskan untuk menyewa penyedia jasa SEO. Kalau anda tertaik untuk mencari penyedia jasa SEO Indonesia yang terpercaya, coba kunjungi website http://artamaya.com

Go to Top