Praktisi SEO, online marketing, atau pebisnis yang mengandalkan search engine sebagai salah satu kanal pemasarannya pastinya sudah sangat mengenal istilah algoritma yang secara terus menerus dikembangkan insinyur-insinyur Google untuk menjaga kualitas hasil pencariannya. Sebuah usaha yang – diakui atau tidak – juga terus-menerus kita “akalin” untuk kepentingan kita sendiri. Maklum rata-rata kita meskipun tidak bermain black hat karena takut ketangkep, juga sangat sadar kalau mau banget-banget white hat sih nunggu lebaran monyet belum tentu mencapai pejwan di Google ataupun search engine lainnya.

Aneka peliharaan yang dikeluarkan Google dari kebun binatangnya, dari panda sampai hummingbird, berkaitan dengan penyempurnaan algoritma ini. Sebagian diantaranya melalui pembersihan besar-besaran praktek-praktek abu-abu, maksudnya praktek pemain SEO yang berusaha mendapat keuntungan black hat tetapi tetap pengen keliatan white hat. Yang bukan anggota kebun binatang seperti EMD misalnya, juga sebelas duabelas. Maklum, praktek-praktek ini dianggap berpotensi mengganggu kualitas hasil pencarian.

Sekarang Google mulai menggunakan mekanik baru, meskipun belum sepenuhnya menggantikan sistem algoritma lama. Google RankBrain adalah sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence – AI) yang dipergunakan Google untuk menangani sebagian besar permintaan pencarian yang dilakukan penggunanya. Alih-alih disempurnakan terus-menerus melalui tangan para ahli dan programmer Google, sistem RankBrain memiliki kemampuan untuk mempelajari dan melakukan penyempurnaan secara terus-menerus dengan sendirinya.

Google RankBrain Adalah Sistem Untuk Memahami Makna

Alih-alih menggantikannya, RankBrain sepertinya diposisikan oleh Google¬† sebagai bagian dari algoritma, dengan fungsi untuk memahami apa yang sesungguhnya ada di dalam kepala pengguna saat melakukan pencarian dengan mengetikkan keyword tertentu. Misalnya saat orang melakukan pencarian dengan keyword “Jokowi”, kalau dulu sistem mencari dengan pendekatan “exact match”, mencari kata-kata yang persis sama, sekarang sistem belajar memahami konteks, sehingga saat orang melakukan pencarian dengan keyword “Jokowi”, sistem juga menghubungkannyanya dengan “Presiden Indonesia” atau malah mungkin dengan “Lawan Prabowo”.

Mengutip wawancara Bloomberg dengan salah satu peneliti senior Google bernama Greg Colorado yang diketahui terlibat dalam pengembangan RankBrain, disebutkan bahwa RankBrain menggunakan sistem kecerdasan buatan untuk memetakan teks dalam jumlah besar menjadi satuan matematis yang disebut vektor sehingga dapat diproses oleh sistem komputer. Dengan RankBrain, komputer dapat mengidentifikasi relevansi suatu keyword dengan keyword-keyword lain meskipun kalau dilihat kata-per-kata atau urutan huruf-per-huruf sama sekali berbeda.

Google RankBrain Adalah Faktor Terpenting Ketiga

Dalam wawancara tersebut, Greg Colorado secara eksplisit juga menyebut sebagian besar permintaan pencarian saat ini diproses dengan sistem RankBrain. Dikatakannya bahwa RankBrain bukan hanya satu dari ratusan parameter yang dipergunakan oleh algoritma Google untuk menyusun hasil pencarian, tetapi beberapa bulan sejak penerapannya, saat ini RankBrain merupakan parameter terpenting ketiga dalam menentukan ranking pada hasil pencarian Google, yang oleh para ahli Google sering disebut dengan istilah “ranking signal”.

Jadi ranking signal adalah parameter-paramer yang dipergunkan untuk menentukan kualitas sebuah halaman web – ingat lagi, soal ranking sebetulnya kita tidak bicara website tetapi halaman web. Contoh yang mungkin paling sering kita dengar misalnya jumlah kata yang menjadi konten tekstual di halaman tersebut, atau jumlah link yang menuju ke halaman tersebut. Kalau dilihat dari pengertian ini, memang mungkin harusnya RankBrain tidak dikategorikan sebagai ranking signal tetapi sebagai sistem untuk mendeteksi signal tertentu, dalam hal ini yang berhubungan dengan bahasa.

Meskipun menyandang embel-embel Artificial Intelligence alias AI yang berarti bagaimanapun tetapi merupakan sebuah sistem komputer, ternyata kemampuan Google RankBrain sudah melebihi kemampuan manusia. Saat dilakukan pengujian untuk melihat kelayakan sebuah halaman untuk mendapat ranking yang baik, RankBrain mencatat angka 80 sementara manusia hanya mendapat angka 70.