admin

Home/admin

About admin

This author has not yet filled in any details.
So far admin has created 68 blog entries.

Cara Membuat Artikel Menarik Untuk Dibaca

Cara membuat artikel menarik untuk dibaca mungkin bukan hal yang menarik untuk semua orang. Google memang terus memoles algoritmanya supaya hanya artikel-artikel berkualitas yang muncul ke permukaan. Tetapi sampai sekarangpun masih banyak pemain digital marketing yang tidak terlalu mempedulikan hal itu. Masih banyak yang tetap menggunakan artikel hasil spinning bahkan membangun blog dengan auto generated content yang lebih dikenal dengan singkatannya, AGC. Yang penting lolos CopyScape, tidak penting apakah artikelnya menarik untuk dibaca. Pastinya artikel ini bukan untuk mereka. Artikel ini hanya berguna untuk mereka yang ingin artikel yang ditulisnya dibaca oleh pegunjung website atau blognya.

Kalau anda berkecimpung di dunia digital marketing dan mengetahui bahwa content marketing merupakan salah satu aspek penting didalamnya, artikel ini wajib anda baca.

Dalam studi yang dipublikasikan oleh Nielsen Norman Group pada tahun 1997 disebutkan bahwa alih-alih membaca dengan seksama, kebanyakan pengunjung website hanya melihat selintas saja, istilah asingnya “scanning”. Prosentase pengunjung website yang scanning ini luar biasa besar, 79%, padahal studi tersebut dlakukan sudah sejak lama. Sekarang dengan semakin hiruk-pikuknya jagat maya, pastinya angka tersebut lebih besar lagi. Lalu apa artinya menghabiskan demikian banyak waktu untuk menulis artikel, memikirkan isi setiap paragraf, menata setiap kalimat, memilih setiap kata yang digunakan? Akhirnya jangankan komentar, share di Facebook, apalagi link dari blog lain, dibacapun tidak. Kalau “penderitaan lahir batin” seperti itu merupakan hal yang masih anda alami sehari-hari sebagai blogger atau apapun yang hasilnya sangat tergantung dengan konten, lanjutkanlah membaca artikel ini.

Cara membuat artikel menarik untuk dibaca.Sebetulnya para pengunjung web ini bukannya tidak ingin membaca atau tidak tertarik untuk membaca. Mereka mencari informasi. Tidak mungkin mereka mencari informasi melalui internet kalau mereka tidak bersedia untuk membaca bukan? Mereka hanya tidak tertarik untuk membaca artikel yang mereka temukan. Melihat sesaat, memutuskan bahwa artikel tersebut tidak cukup menarik, kemudian memilih untuk mencari artikel lainnya. Hanya saja jumlah artikel yang muncul saat mereka mencari melalui Google misalnya, mereka mendapatkan sangat banyak hasil. Karena itu saat melihat satu artikel, mereka hanya memberikan sedikit sekali waktu sebelum memutuskan apakah terus membaca artikel itu atau melihat artikel lainnya. Kunci agar pengunjung website membaca artikel kita adalah membuat mereka memutuskan untuk terus membaca dalam waktu yang demikian singkat itu.

Lalu bagaimana cara membuat artikel menarik untuk dibaca? Kita tidak bisa mengubah kebiasaan pengunjung website. Yang kita bisa lakukan adalah menyiasati kebiasaan itu.

(1) Jangan ujug-ujug membuat pengunjung langsung puyeng duluan. Kalau kita menulis mengenai topik yang rumit, pertimbangkanlah untuk memecahnya menjadi beberapa artikel berseri. Selain membuat masing-masing artikel lebih sederhana dan lebih mudah dicerna, kalau artikel-artikel ini sukses menarik pengunjung website untuk membaca, mereka akan kembali untuk membaca artikel lanjutannya. Sekali menyelam minum air.

(2) Jangan gunakan struktur piramid dimana kita memberikan penjelasan lengkap di bagian awal kemudian membuat kesimpulan di bagian akhir. Orang akan keburu kabur karena puyeng dengan penjelasannya tanpa sempat membaca kesimpulan yang mungkin justru menjadi daya tarik artikel yang kita buat. Balik, tempatkan kesimpulan di bagian awal kemudian secara bertahap berikan penjelasan lengkap sesudahnya. Dengan begitu pembaca akan tertangkap dulu dengan kesimpulan yang sesuai dengan apa yang dicarinya. Baru kemudian pelan-pelan “mengunyah” penjelasan lebih detail.

Detail Cara Membuat Artikel Menarik

Setelah anda menulis dengan mengikuti pola dasar di atas, beberapa hal berikut ini, meskipun kecil tapi bisa membawa perubahan yang sangat besar terhadap reaksi pembaca.

Hindari Kalimat Panjang

Sekarang tool-tool dan plugin-plugin SEO mulai banyak yang menyertakan analisis terhadap aspek “readability”. Aspek ini mengukur tingkat kemudahan artikel untuk dibaca. Salah satu parameter yang digunakan adalah panjang pendeknya kalimat. Kalimat yang terlalu panjang dianggap lebih sulit untuk dibaca apalagi difahami. Karena itu artikel yang mengandung kalimat panjang-panjang tingkat readabilitinya dinilai rendah. Jadi usahakan agar kalimat-kalimat dalam artikel kita pendek. Saat kita menyadari kita membuat kalimat yang terlalu panjang, usahakan untuk memecah menjadi beberapa kalimat pendek.

Hal yang sama juga berlaku untuk paragraf. Satu paragraf hanya berisi satu pokok pikiran. Usahakan hanya terdiri dari tiga sampai empat kalimat saja. Jangan lupa untuk menyertakan beberapa paragraf yang sangat pendek, hanya terdiri dari satu kalimat.

Gunakan Sub-Judul Yang Menarik

Sebelum anda menulis, buatlah kerangkanya dulu. Mungkin anda ingat guru Bahasa Indonesia saat kita sekolah pernah mengajarkan itu. Teknik penulisan seperti itu masih berlaku sampai sekarang. Berikan judul kemudian sub-judul untuk masing-masing pokok pikiran. Selain soal pembagian supaya tulisan kita lebih mudah dicerna, pastikan judul dan sub-judul juga menarik perhatian pembaca. Setelah kita memiliki kerangka lengkap dengan judul dan sub-judulnya, baru lanjutkan dengan mengembangkan isinya. Dengan demikian tulisan kita jadi lebih mudah dibaca karena masing-masing pokok pikiran terisolasi dalam sub-judul sendiri sehingga lebih mudah dicerna.

Buat List

List alias daftar, bisa ditandai dengan titik besar yang sering dikenal sebagai bulleted list ataupun diberi nomor alias numbered list membuat tulisan terkesan sederhana dan mudah diikuti. Kalau bingung memilih antara bulleted list dan numbered list, gunakan logika sederhana saja. Kalau ada urutannya, gunakan numbered list. Sebaliknya, kalau secara logika masing-masing kalimat tidak harus berurutan, gunakan bulleted list. Supaya konsisten dengan tujuan penggunaan list itu sendiri, jangan dibuat berpanjang-panjang. Cukup satu kalimat. Selain itu tetap usahakan kalimatnya sependek mungkin.

Gunakan “Deep Caption”

Sering melihat tulisan berukuran cukup besar, seringkali dikombinasikan dengan gambar atau foto? Studi membuktikan deep caption cukup menarik perhatian pembaca. Daripada judul berbentuk tulisan atau caption berupa tulisan biasa yang ditempatkan di bawah gambar, deep caption memiliki daya tarik lebih tinggi. Jadi cobalah belajar sedikit menggunakan program editor gambar sehingga anda bisa menyisipkan deep caption pada artikel yang anda tulis.

Sisipkan Link yang Relevan dan Bermanfaat

Mungkin anda pernah mendengar teori bahwa link ke website lain berpengaruh buruk dari sisi SEO. Tapi Google sendiri sudah sering membantah teori ini, selama link tersebut mengarah pada sumber informasi yang relevan dan berkualitas, justru memberi pengaruh positif. Menyisipkan link ke sumber-sumber yang berkualitas membuktikan pada pembaca bahwa artikel yang anda buat bukan abal-abal, karena anda telah melakukan riset cukup mendalam sebelum menulis. Jangan lupa juga untuk menyisipkan link ke artikel lain yang relevan di website anda sendiri. Ada manfaat tersembunyi dari menyisipkan link ini. Sering kali kalau artikel yang anda tulis cukup menarik, akan ada orang-orang yang hanya sekedar copy-paste artikel anda ke dalam website atau blog mereka sendiri tanpa memberikan atribusi pada anda sebagai penulisnya. Kalau mereka hanya sekedar copy-paste, setidaknya kita malah mendapat sedikit keuntungan karena link yang kita sisipkan akan memperkuat link profile website kita.

Highlight Hal yang Penting dan Menarik

Seringkali bagian-bagian menarik dari artikel kita gagal menarik perhatian pembaca karena pembaca hanya melihat selewat. Bukan hanya judul dan sub-judul yang perlu diberikan tekanan. Kalimat-kalimat penting dan menarik juga perlu diberikan penekanan, istilahnya populernya highlight. Ada banyak cara yang bisa dipilih. Menebalkan, memberi garis bawah, membedakan warna, membedakan ukuran huruf, sampai memisahkan menjadi “blockquote”. Kalau anda menggunakan platform blog WordPress tentu anda tahu artinya blockquote dan cara membuatnya. Tapi pintar-pintarlah memilih. Jangan terlalu banyak, jangan terlalu panjang.

Bicara Data Dengan Angka

Pasti pernah mendengar kalau gambar bicara seribu kata. Tapi tahukah anda bahwa angka juga lebih menarik dari sekedar kata-kata? Cobalah gunakan angka untuk menunjukkan data, karena angka lebih menarik dari sekedar kata-kata. Coba kita gunakan berita aktual saat ini sebagai contoh. “4000 Buruh Dari China Mendarat di Sunda Kelapa”. Bukankah kalimat itu jauh lebih menarik dari berparagraf-paragraf cerita mengenai banyaknya tenaga kerja asing asal China yang masuk ke Indonesia? Akan lebih kuat pengaruhnya kalau dikombinasikan dengan cara membuat artikel menarik lain yang dijelaskan lebih dahulu. Misalnya saja angka dibuat dalam bentuk deep caption.

Mobile SEO: 60% Pencarian Di Google Berasal Dari Mobile Device

Anda pemain digital marketing? Mulailah memberikan perhatian lebih pada mobile SEO khususnya Mobile SEO Indonesia. Anda masih melihat orang menggunakan handphone model jadul yang kalau mau mengetik SMS kita harus menekan tombol beberapa kali karena masing-masing tombol mewakili beberapa huruf? Bahkan sampai pelosok desapun sudah jarang ya. Sekarang bahkan mereka yang mungkin kita anggap terbelakang dalam hal penggunaan teknologi digital – sebut saja sopir angkot, tukang sayur, pembantu rumah tangga, dll. – pun sering kita lihat memegang smartphone di tangannya. Pastinya penggunaanyapun sudah bukan sekedar bertelepon atau berkirim SMS, mereka aktif bergaul melalui kanal-kanal social media bahkan fasih mencari informasi melalui search engine, untuk yang terakhir ini pastinya Google digdaya menjadi penguasa pasar. Harus kita akui, mesin pencari lain, sebut saja Bing, jauh tertinggal. Rata-rata pengguna internet tahu Google bahkan sering memakainya, tapi banyak diantaranya tidak mengetahui keberadaan Bing, apalagi menggunakannya.

Kalau kita berkaca ke belakang mengingat generasi-generasi awal komputer desktop atau laptop, mulai dari PC-XT, PC-AT, bergenerasi-generasi Pentium dari mulai 1 sampai entah Pentium berapa, tentunya kita sangat sadar bahwa kemampuan perangkat digital bergerak yang dikenal sebagai mobile device atau di pasaran mungkin lebih sering disebut smartphone ini memiliki kemampuan yang jauh lebih hebat. Sebuah PC-XT yang beredar di pasaran sampai menjelang akhir 80-an memiliki RAM 128KB, sekarang smartphone papan atas sudah ada yang memiliki RAM 6GB (1GB = 1024MB, 1MB = 1024KB). Untuk media penyimpanan, pada saat itu PC-XT hanya memiliki disket dengan kapasitas 160KB yang belakangan disusul dengan disket berkapasitas lebih besar, 1.44MB. Smartphone sekarang sudah ada yang memiliki internal memory sebesar 256GB. Kalau kurang, masih bisa ditambah dengan MicroSD yang di pasaran sekarang sudah ada yang berkapasitas 512GB (1GB = 1024MB, 1MB = 1024KB). Bahkan smartphone murah yang harganya kurang dari sejutaan-pun biasanya setidaknya memiliki RAM sebesar 1GB, memori internal 8GB, dan masih bisa ditambah dengan MicroSD card. Itu baru bicara memory dan media penyimpanan, belum prosesor, teknologi layar, dan lain-lainnya.

Tidak heran kalau untuk banyak kebutuhan smartphone sanggup menggantikan komputer, entah itu komputer desktop alias PC ataupun laptop atau notebook. Interaksi social media, membaca berita, mencari informasi, dan berbelanja online merupakan sejumlah aktivitas yang sekarang lebih sering dilakukan orang melalui smartphone daripada komputer. Sebagian orang memang tidak memiliki komputer dan mengakses internet hanya melalui smartphone. Tapi banyak pengguna komputer yang juga melakukan aktivitas-aktivitas tersebut tadi melalui smartphone karena alasan kepraktisan. Misalnya hanya memakai komputer untuk bekerja di kantor, sementara aktivitas-aktivitas yang disebutkan tadi mereka lakukan melalui smartphone untuk mengisi waktu luang, saat dalam perjalanan pulang kantor misalnya.

Jadi tidak heran kalau saat ini pencarian yang dilakukan pada mesin pencari khususnya Google lebih banyak dilakukan melalui smartphone dibandingkan dengan komputer.

Google sendiri pernah melansir data bahwa lebih dari separuh pencarian pada mesin pencari Google dilakukan dengan menggunakan smartphine, dengan embel-embel bahwa ada kecenderungan kuat angka tersebut semakin tinggi. Baru-baru ini sebuah lembaga riset Hitwise menunjukkan bakwa di Amerika Serikat angka tersebut bukan lagi separuh tetapi sudah mencapai 58%. Kalau kita bicara separuh artinya 50%, kalau lebih dari separuh artinya 50.5%-pun sudah lebih dari separuh. Itu secara keseluruhan. Kalau kemudian dilihat lebih detail berdasarkan topik, ternyata ada topik-topik tertentu yang prosentasenya bahkan jauh lebih tinggi lagi. Kalau kita lihat pada diagram di bawah ini, untuk topik “Food & Beverage” prosentasenya mencapai 72%. Bukan hanya lebih dari separuh tapi sudah hampir tiga-perempat.

statistik-mobile-seo-google

Bagaimana dengan Indonesia? Sementara ini memang tidak ada statistik yang akurat seperti halnya hasil riset di atas yang memotret Amerika Serikat. Tetapi mengingat kalau kita bicara teknologi digital trend-nya selalu berawal dari negara adidaya itu baru kemudian menyebar ke seluruh dunia, sepertinya situasi di tanah air juga tidak akan terlalu jauh berbeda. Bisa jadi bahkan lebih tinggi di Indonesia karena kepemilikan komputer di Amerika Serikat jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Hampir semua orang di Amerika Serikat memiliki keduanya, komputer dan smartphone. Sementara di Indonesia lebih banyak pengakses internet yang hanya memiliki smartphone saja. Kalau demikian halnya, berarti kemungkinan besar di Indonesia prosentasenya bahkan lebih dari 58% seperti hasil riset Hitwise tadi.

Mobile SEO Indonesia Menjadi Primadona

Kita tahu bahwa karena menyadari perbedaan spesifikasi yang cukup signifikan antara komputer dan mobil device khususnya smartphone, Google membedakan hasil pencarian pada komputer dan smartphone, dimana dalam hal ini website-website yang “mobile friendly” mendapatkan prioritas lebih tinggi untuk pencarian yang dilakukan melalui smartphone. Artinya kalau kita bicara SEO, sekarang kita juga harus memberikan perhatian yang lebih besar pada mobile SEO alias SEO untuk pencarian yang dilakukan dengan menggunakan mobile device khususnya smarphone. Lalu kalau menilik prosentase penggunaan mobile device yang lebih banyak dipergunakan untuk mengakses internet di Indonesia, artinya mobile SEO Indonesia menjadi sangat penting, bahkan lebih penting dibandingkan kalau kita membidik pasar luar.

Teknik Link Building: 10 Cara Mudah Mendapat “Authoritative Link”

Kita semua tahu bahwa membangun konten berkualitas tinggi merupakan strategi paling paten untuk membangun link, karena dengan demikian orang akan dengan senang hati menjadikan konten website kita sebagai referansi dengan membuat link tanpa harus kita minta. Tetapi kita semua juga tahu bahwa membangun konten yang layak untuk menajdi referensi, membuat orang menemukannya, sebelum akhirnya benar-benar membanjiri website kita dengan link bukanlah hal mudah yang bisa kita lakukan dalam sekejap.

Ada banyak strategi yang bisa kita pergunakan untuk membangun link berkualitas berstatus “authoritative”. Salah satu yang mungkin sering melintas di telinga kita adalah guest blogging. Tapi perlu diingat bahwa guest blogging menuntut kita untuk membuat konten yang juga sangat berkualitas, sesuatu yang sangat penting untuk memperkaya konten kita sendiri, tetapi justru terpaksa harus kita “berikan” untuk memperkaya website orang lain hanya untuk mendapat sebuah link.

Dilema guest blogging: memperkaya konten sendiri dan menjadikannya semakin kaya dan berkualitas atau mempostingnya di website orang lain, memperkaya konten website orang lain, untuk mendapatkan link.

Karena itu sekarang mari kita coba melirik beberapa strategi membangun authoritative link yang lebih sederhana tanpa mengurangi kualitas link yang didapatkan.

1. Membangun Sumber Informasi Bermanfaat

Konten berkualitas belum tentu menjadikannya informasi yang membuat orang merasa perlu untuk menjadikannya sumber informasi yang memberi manfaat secara langsung. Mari kita bandingkan kedua contoh yang berhubungan dengan informasi medis ini: a. jurnal setebal ratusan halaman mengenai teknik operasi jantung dan b. artikel sepanjang 2000 kata berisi informasi tentang pertolongan pertama untuk penderita serangan jantung.

Dari sisi kualitas informasi, opsi a pastinya lebih berat, beda kelas. Untuk menulisnya juga pasti sangat sulit. Tetapi mereka yang menganggap itu sebagai informasi penting hanya para dokter yang menyandang gelar super spesialis, para ahli bedah jantung, yang jumlahnya pasti sangat sedikit. Sementara itu opsi b merupakan artikel ringan dan karenanya lebih mudah dibuat. Tidak perlu keahlian khusus, cukup dengan rajin mencari referensi yang bisa dilakukan secara online. Tetapi hampir semua orang di dunia ini memerlukan informasi itu.

Mana yang lebih berpotensi untuk mendapatkan ledakan link?

2. Menulis Testimoni

Tidak bisa dipungkiri, kita pasti sering menggunakan produk dan jasa yang dihasilkan oleh orang lain, perusahaan lain, yang banyak diantaranya mengelola aset digital sebagai instrumen pemasaran mereka. Kita tentunya bisa memilah mana saja diantara mereka yang memiliki relevansi dalam konteks konten website dengan website yang kita kelola.

Yang perlu anda lakukan hanya menuliskan pengalaman positif saat kita menggunakan produk atau jasa yang mereka yang pernah kita pergunakan. Misalnya saja kita mengelola website hotel. Karena kita pernah memiliki pengalaman positif memesan tiket pesawat saat kita sekeluarga mudik melalui travel agent tertentu, kita menulis satu posting blog mengenai pengalaman kita itu.

Tanpa perlu kita minta pengelola travel agent itu akan dengan senang hati “memamerkan” testimoni kita entah pada website mereka, pada blog yang mereka kelola, atau mungkin pada kanal-kanal social media mereka.

3. Menanam Link Melalui Review

Kalau kita menawarkan produk atau jasa yang banyak dipergunakan konsumen, salah satu celah untuk memperoleh link yang harus dieksploitasi adalah melalui review. Di hampir semua produk biasanya ada banyak blog yang memuat review mengenai produk dan jasa dan pastinya ada diantaranya yang sama atau sejenis dengan produk atau jasa yang kita tawarkan. Dari sekian banyak blog tersebut biasanya ada yang memiliki traffic yang bukan hanya lumayan tapi juga sangat besar.

Dengan meluangkan sedikit waktu untuk riset kita akan menemukan blogger-blogger potensial seperti ini. Langkah selanjutnya tinggal melakukan pendekatan. Biasanya, sebagian besar blogger akan dengan senang hati menulis hanya dengan pendekatan persuasif, misalnya meminta saran dan masukan mengenai produk atau jasa yang kita tawarkan. Tentunya jangan pelit, berikan mereka sample supaya mereka bisa dengan leluasa menulis review karena mereka benar-benar mencoba sendiri.

Kalau kita cukup selektif memilih blogger, semahal apapun harga produk atau jasa yang kita tawarkan, memberikan sample untuk mendapatkan review yang mereka muat di blognya, secara ekonomis tetap menguntungkan. Para produsen handphone atau kamera digital misalnya, dikenal royal memberikan sample produk untuk kebutuhan ini. Bahkan kita mungkin sering mendengar produsen mobil mengundang media, termasuk media online, untuk mengikuti sesi pengujian. Mobilnya memang tidak diberikan cuma-cuma, hanya boleh dicoba, tapi biasanya mereka dijamu habis-habisan.

4. Intip Profil Link Kompetitor

Apapun topik yang diusung website anda, kemungkinan besar sudah ada sejumlah kompetitor yang bercokol di puncak SERP. Sulit mengalahkan mereka hanya dengan membangun konten yang lebih berkualitas jika profil link mereka sudah sangat mapan. Bagaimana kalau kita punya konten yang lebih berkualitas sementara profil link website kita setara dengan mereka? Pastinya potensi kita untuk menyusup ke papan atas SERP lebih besar. Coba cara sederhana ini: intip profil link website kompetitor untuk kita tiru.

Ada banyak tool yang bisa kita pergunakan untuk menanalisa profil link sebuah website. Beberapa diantaranya yang cukup banyak dipergunakan praktisi SEO adalah Open Link Profiler, Backlink Watch, dan Ahrefs.

Dengan tool-tool tersebut kita bisa dengan mudah mengetahui website mana saja yang me-link ke website kompetitor kita. Setelah kita ketahui, tinggal kita analisa masing-masing website tersebut untuk mencari tahu bagaimana cara mendapatkan link dari website-website tersebut. Apakah guest blogging, press release, review, forum, profil di portal forum, social media, dll. masing-masing tentunya ada caranya sendiri-sendiri.

5. Mengambil Alih Broken Link

Website dengan tingkat otoritas tinggi tidak berarti bebas masalah. Sering kali mereka juga luput untuk mendeteksi adanya broken link dari konten yang mereka miliki. Biasanya hal ini terjadi karena mereka memposting sesuatu dengan menyertakan link. Pada saat mereka memposting, link tersebut bekerja dengan baik, tapi lama kelamaan website atau halaman web yang mereka link tersebut menghilang dari peredaran karena berbagai alasan.

Jadi tool untuk mengecek broken link seperti Broken Link Checker tidak hanya bermanfaat untuk mengamankan website kita sendiri tapi juga bisa menjadi salah satu tool untuk link building.

Kalau anda menemukan broken link seperti ini, jangan langsung menghubungi pemilik website untuk mengingatkan mereka, karena paling banter yang kita dapat hanya ucapan terima kasih. Buat dulu konten yang kira-kira relavan untuk mendapat link tersebut. Setelah itu baru kemudian hubungi pemilik website tadi, bukan hanya mengingatkan adanya broken link, tapi sekalian menawarkan sumber pengganti. Kalau dia menolak dan memilih untuk mematikan linknya misalnya, ya sial aja sih. Tapi biasanya kalau konten kita benar-benar relevan dan berkualitas, dia akan lebih memilih menerima tawaran kita.

6. PDKT Dengan Influencer

Influencer biasanya merupakan orang terpandang, entah penting karena jabatan, terkenal karena selebritis, menjadi patron pada industri tertentu karena kepakarannya, dan alasan-alasan lainnya. Karena mereka orang-orang penting, tentunya kita tidak bisa asal saja meminta mereka untuk menyebut produk kita entah melalui blog atau kanal-kanal social media miliknya kecuali kalau kita bersedia membayar, dan kemungkinan besar angkanya luar biasa besar untuk ukuran dompet kita.

Cobalah ambil jalan memutar. Mulailah dengan basa-basi. Setelah komunikasi mulai terbangun, mintalah kesempatan untuk wawancara. Jangan dibuat ribet, ikuti kemauan mereka. Cari waktu yang sesuai dengan jadwal mereka, atau tawarkan wawancara melalui telepon atau email. Kalaupun mereka “males” untuk meng-endorse produk tertentu apalagi secara gratis, biasanya mereka tidak menolak wawancara.

Posting hasil wawancara itu di website atau blog kita, baru berikan link-nya ke orang yang bersangkutan. Kemungkinan besar dia akan men-share link tersebut, entah di blog atau website mereka, atau melalui kanal-kanal social media mereka seperti Facebook, Twitter, dll. Kalaupun hanya di share melalui social media, sudah sangat lumayan, karena biasanya wall atau timeline orang-orang seperti ini juga memiliki traffic yang besar.

7. Siapa Tahu Ada Yang “Nyebut-Nyebut”

Coba search menggunakan domain atau merk anda sebagai kata kunci. Bisa jadi sudah ada yang menyebut-nyebut domain atau merk kita tanpa ada link-nya, hanya menyebut saja. Kalau menemukan yang seperti ini, tidak ada salahnya menghubungi si pemilik website atau penulis posting ybs. dan secara harus “menyarankan” supaya penyebutan tersebut diisi dengan link.

8. Pasang “Alert” Untuk Penyebutan Merk Atau Domain Anda

Masih terkait dengan nomor 7 di atas, ada baiknya memasang alert supaya setiap kali ada yang menyebut merk atau domain anda di ranah internet, anda akan langsung mendapatkan pemberitahuan. Yang paling sederhana dan gratis, bisa menggunakan Google Alerts. Kalau mau menggunakan yang lebih kaya fitur, bisa coba Buzzsumo atau Mention.

9. Kumpulkan Data Statistik

Sering kali orang mencari referensi berupa data statistik untuk memperkuat tulisan yang mereka buat. Sayangmya meskipun internet merupakan gudang data yang sangat kaya, sering kali data-data tertentu tercerai-berai dimana-mana. Anda bisa membuat posting yang berisi kumpulan data-data statistik mengenai topik tertentu. Jika data yang anda kumpulkan merupakan data yang banyak dibutuhkan, kemungkinan besar anda akan mendapat banjir link.

10. Manfaatkan Pengetahuan Anda

Pernah mendengar program Help a Reporter? Entah anda benar-benar mengikuti program itu atau mengikuti pemikiraan yang sama, anda bisa mendapat manfaat berupa link dengan membantu jurnalis atau blogger yang bermaksud menulis sesuatu yang berhubungan dengan hal yang anda kuasai. Kemungkinan besar saat tulisannya dipublikasikan nama anda akan ikut disebut. Kalau dipublikasikan secara online, mungkin lengkap dengan link.

Memanfaatkan Affiliate Marketing untuk Bisnis

Affiliate marketing merupakan salah satu instrumen digital marketing yang sering terlewatkan. Memang sering kali kita dengan sengaja melewatkan kesempatan yang muncul hanya berdasarkan asumsi. Karena berasumsi affilate marketing itu sulit, karena berasumsi affilate marketing itu hasilnya kecil, hanya karena berasumsi bahwa affiliate marketing itu perlu usaha besar sementara hasilnya tidak seberapa, maka kita urung memanfaatkan affiliate marketing untuk bisnis kita. Padahal sebagai praktisi bisnis digital marketing tentunya istilah affiliate marketing bukanlah sesuatu yang asing di telinga kita.

Kalau anda termasuk diantara yang belum memanfaatkan affiliate marketing untuk bisnis anda, jangan khawatir karena anda tidak sendirian. Ada banyak para pengusaha yang bahkan sudah sangat intensif menggunakan berbagai instrumen digital marketing lain seperti Search Engine Optimisation, Pay Per Click, social media marketing, dll. tetapi belum menyentuh affiliate marketing sama sekali. Bahkan ada yang menghindari affiliate marketing hanya karena kesannya yang mirip-mirip dengan MLM alias multi-level marketing yang konon sukses bagi segelintir orang tetapi lebih banyak yang gigit jari.

Mereka yang mulai menggunakan affiliate marketing biasanya memulainya dengan sangat hati-hati dan biasanya tidak memasang target atau malah harapan yang terlalu tinggi. Tidak salah, karena memang ada banyak perdebatan dan kisah kegagalan dalam penerapan affiliate marketing untuk bisnis, bukan hanya oleh pemula tetapi juga oleh mereka yang sudah berpengalaman sekalipun. Nah kalau anda tertarik untuk melangkah, sebaiknya difahami dulu mitos dan fakta di seputar affiliate marketing. Seperti apapun yang kita lakukan dalam bisnis, pada dasarnya strategi yang tangguh dan implementasi yang konsisten akan membawa kesuksesan.

Apa Itu Affiliate Marketing?

Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa affiliate marketing adalah metode pemasaran yang menawarkan komisi kepada para partner pemasar – yang kemudian kita kenal dengan sebutan affiliate – saat mereka mendatangkan konversi. Tentu bentuk konversinya bisa berbeda-beda tergantung model bisnis kita sendiri, penjualan salah satunya.

Itu kalau dilihat dari sisi pemilik produk. Misalnya anda memiliki industri rumah tangga yang memproduksi dan menjual produk makanan. Di sisi lainnya artinya anda juga dapat bertindak sebagai affiliate yang mendatangkan konversi untuk bisnis orang lain dan sebagai imbalannya kita mendapatkan komisi. Misalnya saja mendatangkan pengunjung ke website orang lain, lalu kita mendapatkan komisi saat pengunjung yang kita datangkan itu melakukan pembelian.

Terdengar sederhana? Prinsipnya memang sederhana, tetapi tentunya memang penerapannya agar berhasil tidak sesederhana teori dasarnya. Strategi yang salah, eksekusi yang salah, bisa dengan mudah membawa kegagalan, bahkan kegagalan yang disertai kerugian.

Affilate Marketing Perlu Dikelola Serius

Affiliate marketing bukan sesuatu yang bisa dilakukan asal-asalan. Dimulai lalu dibiarkan berjalan dengan sendirinya sudah pasti akan berujung pada kegagalan.

Seperti instrumen-instrumen pemasaran lainnya, mendapatkan formula yang tepat bukanlan sesuatu yang bisa asal dijiplak entah darimana. Perlu riset, eksperimen, dan segudang trial and error, sampai akhirnya kita dapat menemukan formula yang paling efektif untuk situasi dan kondisi kita. Tapi bahkan setelah formula tersebut kita dapatkan kita tidak dapat kemudian berpangku tangan membiarkannya berjalan sendiri. Kondisi lingkungan yang terus berubah membuat kita harus tetap memantau dan melakukan perubahan-perubahan yang diperkukan agar formula yang kita pergunakan selalu sesuai dengan kebutuhan.’

Memilih lalu kemudian mengelola partner juga merupakan sesuatu yang memerlukan perhatian terus-menerus. Peraturan dan panduan untuk partner harus disusun dan penerapannya terus dipantau. Struktur komisi harus dibuat seimbang dan tentunya harus diterapkan dengan konsisten. Kinerja masing-masing partner harus terus dimonitor sementara kita juga harus terus-menerus mencari dan menyeleksi partner-partner baru.

Affiliate Marketing Perlu Alokasi Waktu yang Cukup

Kalau anda tidak punya cukup waktu – baik dari anda sendiri maupun orang-orang yang anda pekerjakan – lebih baik tidak usah mulai. Pengelolaan affiliate marketing yang sukses memerlukan banyak waktu dan perhatian. Kalau anda tidak dapat menyediakannya, affilate marketing bukan hanya membuang waktu dan uang tapi justru dapat merusak reputasi dan membuat kita kehilangan potensi penjualan.

Tidak hanya soal manajerial, banyak hal detail juga memerlukan perhatian dan artinya waktu yang cukup. Coba simak beberapa hal berikut yang mungkin bahkan tidak anda bayangkan saat memulai terjun ke jalur affiliate marketing.

  • Anda perlu materi presentasi yang bagus dalam aneka ukuran sehingga bisa terpasang dengan baik dan tampak menarik pada aneka model website yang dikelola partner.
  • Materi presentasi harus selalu up-to-date. Kalau anda melakukan perubahan, maka dari sekian banyak aneka ukuran yang anda miliki juga harus ikut di-update.
  • Materi presentasi dalam aneka ukuran itu sering kali harus tersedia tepat waktu, kalau tidak anda akan kehilangan momentum. Misalnya saja kalau anda ingin memanfaatkan moment lebaran, tidak ada artinya kalau materinya baru siap seminggu sebelum lebaran. Orang sudah tidak belanja lagi, sudah pada pergi mudik.
  • Landing page yang merupakan pintu penyambutan bagi pengunjung website yang didatangkan melalui affiliate harus dibuat sangat menarik. Mungkin anda perlu merangcang landing page berbeda untuk tamu yang didatangkan oleh partner yang berbeda. Misalnya anda punya online shop fashion. Alangkah baiknya jika untuk pengunjung yang datang dari partner yang merupakan sebuah portal informasi keagamaan jatuh ke landing page hijab sementara mereka yang datang dari partner yang merupakan website komunitas pecinta alam masuk ke landing page berbau petualangan.
  • Anda punya banyak partner, punya banyak materi pemasaran, punya banyak landing page, tentu anda harus mengukur efektivitas masing-masing bukan?

Memiliki Banyak Partner Tidak Menjamin Sukses

Apalah artinya affiliate marketing tanpa partner. Sudah pasti itu, kita harus punya parner. Semakin banyak semakin baik? Belum tentu. Prinsip sederhana dalam segala aktivitas kehidupan tetap berlaku, kualitas lebih utama dari kuantitas. Mungkin kita bisa mendapat banyak website yang tertarik untuk menjadi partner affiliate kita. Apa susahnya menyisipkan materi pemasaran yang sudah kita siapkan ke dalam website mereka kemudian mereka tinggal menunggu kita mentransfer komisi ke rekening mereka? Tapi apakah partner-partner tersebut punya kemampuan untuk benar-benar mendatangkan kesuksesan?

Kita perlu seleksi ketat. Kita perlu memonitor secara terus menerus untuk mengukur performa masing-masing partner. Pada akhirnya kita akan mengelola sejumlah partner yang benar-benar profesional dan produktif.

Metode Pembayaran Affiliate Marketing

Ketika kita bicara affiliate marketing, biasanya kita juga bicara pembayaran komisi. Cara pembayaran komisi affiliate yang paling populer adalah CPA, cost per acquisition. Tetapi ada juga sejumlah metode pembayaran lain seperti CPC alias cost per click atau bahkan fixed cost model alias model pembayaran tetap, anda memasang materi pemasaran anda di website partner dengan membayar sekian juta setiap bulan misalnya.

Memilih mana metode pembayaran yang cocok untuk anda tidaklah sesederhana yang anda bayangkan. Anda harus untung sehingga kalau bisa membayar sekecil-kecilnya. Tapi partner juga ingin untung, mereka ingin dibayar sebesar-besarnya. Sering kali pertanyaannya tidak sebatas metode pembayaran yang paling cocok untuk anda saja tetapi juga metode pembayaran yang paling cocok untuk masing-masing partner.

Tentunya pada akhirnya pembayaran itu juga sesuatu yang harus dikelola, dimonitor dengan baik dan dilaksanakan dengan baik pula.

Panjang Tweet Akhirnya Ditambah

Wacana mengenai penambahan panjang posting twitter yang dikenal dengan istilah tweet memang sudah sejak lama merebak, bahkan sudah menjadi kontroversi. Memang selama ini twitter membatasi panjang tweet pada angka 140 karakter saja. Sementara fihak twitter dan pendukungnya berpendapat bahwa sejalan dengan konsepnya twitter memang dirancang untuk pesan singkat, banyak pengguna menginginkan kebebasan untuk dapat mengekspresikan pikirannya dengan menulis sebanyak-banyaknya.

Kalau anda pengguna atau setidaknya pemerhati twitter, anda mungkin sering melihat twitter berseri, pesan panjang yang dipaksa disampaikan melalui twitter dengan dipecah-pecah menjadi sejumlah tweet. Tahu dong tokoh penting yang hobi banget main tweet berseri. Hehehe.

Mungkin secara teknis sebetulnya menambah batasan panjang tweet memang bukan masalah yang terlalu pelik. Toh meskipun akan menuntut kapasitas server tambahan karena isi masing-masing tweet akan jauh lebih panjang, tetapi isinya hanya teks. Tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan portal-portal social media lain yang selain memuat pesan-pesan tekstual juga memuat gambar, foto, bahkan video. Tetapi sepertinya para pendiri twitter tidak rela kalau konsep dasarnya berubah.

Akhirnya setelah cukup lama berputar-putar sebagai wacana, twitter memberikan jalan tengah dengan menambah batasan panjang tweet. Benarkah?

Antara ya dan tidak karena penambahan batasan panjang tweet tersebut juga selain tidak memungkinkan pengguna untuk bebas menulis pesan sepanjang apapun yang mereka mau, secara faktual batasannyapun tetap berada di angka yang sama, 140 karakter saja. Lalu apa yang berbeda sehingga banyak media memberitakan bahwa twitter menambah batas panjang tweet dan sejumlah pengguna menyatakan kegembiraanya, baik yang menginginkan kebebasan tanpa batas maupun yang menginginkan batasan tetap seperti dulu?

Kalau anda pengguna twitter tentu anda sering mengalami tantangan dalam membuat pesan sesingkat mungkin karena batasan yang sudah sangat terbatas pada angka 140 karakter itu harus terpotong saat kita menyisipkan URL, men-tag nama pengguna twitter lain, atau menyisipkan foto yang secara otomatis terkonversi menjadi URL juga. Memang kemudian ada fasilitas yang kita kenal dengan URL shortener yang dapat memperpendek URL sepanjang apapun menjadi hanya beberapa karakter saja. Banyak membantu, tetapi tetap saja satu URL yang sudah diperpendek dengan URL shortener-pun akan memakan sekitar 10-12 karakter.

Per tanggal 24 Mei 2016 lalu, twitter resmi menerapkan aturan baru dalam pembatasan panjang tweet. Angkanya tetap sama, panjang tweet maksimum tetap 140 karakter. Tetapi sekarang beberapa hal yang biasanya memakan tempat diperhitungkan sebagai tambahan, sehingga 140 karakter itu benar-benar khusus untuk menuliskan pesan anda. Tag pengguna twitter lain seperti @namauser tidak diperhitungkan, sehigga anda akan bebas men-tag berapapun teman pada saat anda membuat tweet.

Selain nama user dalam bentuk tag, nama file attachment dan URL juga tidak diperhitungkan. Ini benar-benar membawa angin segar. Praktisi sangat tahu bahwa tweet dengan gambar atau foto memiliki tingkat engagement yang jauh lebih tinggi. Perbedaanya sangat signifikan, 313% menurut statistik. Tetapi kalau kita menyisipkan satu URL (yang sudah diperpendek dengan URL shortener) dan satu foto, itu sudah memakan setidaknya 24 karakter, 17% dari batasan 140 karakter yang kita miliki.

twitter-menambah-batas-panjang-tweet

Keputusan ini akhirnya membantah sinyalemen – atau hanya sekedar spekulasi? – yang menyebut bahwa twitter akan menambah batasan panjang tweet dari 140 karakter menjadi 10.000 karakter. Dalam pernyataan yang di-tweet melalui akun pribadinya, CEO Twitter, Jack Dorsey memberikan sedikit penjelasan di balik keputusan twitter ini.

Social Media Menjadi Sumber Berita Utama

Kita semua pasti masih ingat saat beberapa tahun yang lalu bisnis koran dan majalah terpuruk karena media yang dipergunakan orang untuk mengkonsumsi berita bergeser dari cara tradisional, berupa koran dan majalah yang dicetak di atas kertas, ke media digital. Banyak koran dan majalah berguguran, bangkrut. Sementara yang bertahan lebih menggantungkan keberadaannya pada versi digital. Koran dan majalah masih ada, tetapi dominasinya sebagai media penyebar berita sudah semakin menurun.

Trend tersebut bukan hanya terjadi di negara-negara maju saja. Perkembangan teknologi internet telah membuat trend tersebut menjalar ke seluruh dunia. Di tanah air,  kita bisa meihat bagaimana detik.com menjadi demikian populer. Lihat bagaimana kompas.com kemudian lebih banyak dibaca orang daripada koran Kompas-nya itu sendiri. Lihat bagaimana bahkan sejumlah media televisi mulai menghidupkan portal berita digital. Saat itu portal berita digital dan blog menjadi primadona.

Ternyata saat ini telah terjadi pergeseran baru. Saat ini portal social media mencadi sumber berita utama.

Setidaknya hal tersebut dibuktikan oleh survey yang dilakukan oleh Pew Research Center di Amerika Serikat. Survey bertajuk News Use Across Social Media Platforms 2016 ini menjaring 4600 responden. Berdasarkan laporan hasil survey yang dipublikasikan beberapa hari lalu, orang semakin banyak yang menggunakan platform social media sebagai sumber berita. Dominasinyapun tidak main-main, 62% orang di Amerika Serikat sekarang memilih portal social media sebagai sumber berita. Sementara itu pilihan portal social medianya relatif beragam, termasuk Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, bahkan Snapchat.

Facebook memimpin sebagai portal social media yang paling banyak dijadikan sumber berita.

Sebagai portal social media yang menguasai pasar karena memiliki 222 juta pengguna aktif hanya di kawasan Amerika Serikat dan Kanada saja, Facebook juga menjadi portal social media yang paling banyak dijadikan sebagai sumber berita. Survey tersebut menemukan bahwa 66% pengguna Facebook di Amerika Serikat menggunakan portal social media besutan Mark Zuckerberg tersebut sebagai sumber berita, tentunya selain sebagai media untuk berkomunikasi dan bersosialisasi. Angka tersebut melonjak dibandingkan dengan hasil survey terdahulu yang diselenggarakan pada tahun 2013 lalu. Saat itu hanya 47% pengguna Facebook menggunakan portal social media itu sebagai sumber berita.

Portal berita lain, Twitter, memiliki 59% pengguna yang juga menjadikannya sebagai sumber berita. Portal social media yang dikenal sebagai portal micro-blogging karena hanya memperbolehkan posting sepanjang maksimal 140 karakter ini ternyata sejak lama memang telah dijadikan pengunanya sebagai sumber berita. Survey yang sama pada tahun 2013 menunjukkan bahwa 52% pengguna Twitter saat itu sudah menjadikannya sebagai sumber berita. Hanya saja karena jumlah pengguna aktif Twitter itu sendiri jauh di bawah Facebook, secara agregat Facebook tetap berada di puncak.

Kejutan datang dari Reddit. Portal social media yang dari sisi jumlah pengguna aktif berada jauh di bawah Twitter dan Facebook ini ternyata 70% penggunanya juga menggunakan portal ini sebagai sumber berita.

Seorang pakar digital marketing di Amerika Serikat yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai jurnalis, Sree Sreenivasan, mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah hal yang mengejutkan jika kita memang sudah mengamati apa yang terjadi di jagat maya selama beberapa tahun terakhir ini. Seperti dilansir oleh mashable.com, Sreenivasan justru mengingatkan bahwa hasil survey tersebut menunjukkan bahwa para pengelola media berita tidak hanya cukup berkutat di dalam portal beritanya sendiri saja tetapi harus hadir penuh di kancah social media, setidaknya melalui portal-portal social media terkemuka.

Terkait dengan kemungkinan bahwa berita yang didapat melalui portal social media tidak lagi obyektif karena terpengaruh oleh pandangan pribadi, Sreenivasan mengatakan bahwa hal tersebut memang bukan hanya sangat mungkin terjadi tetapi sudah benar-benar terjadi. Dia merujuk pada pengalaman saat blog mulai menangguk popularitas beberapa dekade lalu. Meskipun tahu bahwa blog cenderung dipengaruhi oleh pikiran pribadi penulisnya, orang tetapi lebih tertarik untuk membacanya. “Kita harus fahami bahwa orang lebih suka membaca tulisan yang sesuai dengan selera pribadinya daripada tulisan yang benar-benar obyektif”, tuturnya.

Berikut adalah sejumlah fakta menarik lain yang terungkap dari survey tesebut:

  • Ternyata semakin rendah tingkat pendidikan seseorang, semakin besar ketertarikannya terhadap berita yang disebarkan melalui portal social media. Artinya mereka yang lebih terpelajar lebih banyak memilih portal berita yang cenderung lebih obyektif sebagai sumber berita. 65% pengguna LinkedIn mengecap pendidikan di perguruan tinggi, angka ini jauh lebih tinggi dari angka rata-rata penduduk di Amerika Serikat yang hanya 28%-nya saja mengecap pendidikan di tingkat tersebut. Ternyata hanya 19% saja penggunanya yang mengandalkan portal social media sebagai smber berita. Bandingkan dengan Facebook 66%., Twitter 59%, dan Reddit 70%.
  • Apakah wanita juga termasuk golongan yang cenderung menggunakan portal social media sebagai sumber berita tanpa terlalu mempedulikan obyektivitasnya? Survey tadi juga menunjukkan bahwa wanita merupakan pengguna mayoritas Facebook dengan angka 57%. Silahkan hubungkan sendiri dengan angka 66% sebagai porsentase jumlah pengguna Facebook yang menggunakan portal social media sebagai sumber berita.
  • Tumblr, Vine, dan Snapchat sebagai pendatang baru juga cukup meyakinkan menarik para penggunanya untuk menjadikan portal mereka sebagai sumber berita.

Berita Buruk Bagi Portal Berita?

Statistik tersebut tidak serta merta menjadi berita buruk apalagi lonceng kematian bagi portal-portal berita digital. Harus juga digaris-bawahi, salah satu yang membuat portal social media menjadi sumber berita bagi banyak orang adalah karena berita bisa muncul begitu saja ke hadapan mereka. Memang ada yang sengaja mencari berita dengan mengakses platform. Kecepatan menjadi salah satu alasannya. Sering kali suatu kejadian lebih cepat tersebar secara viral melalui social media daripada portal berita digital apalagi media cetak. Tetapi kebanyakan justru berita yang tanpa dicari langsung muncul di linimasa.

Statistik menunjukkan bahwa 39% pengguna Facebook masih mengunjungi portal-portal berita digital. Bahkan 15% pengguna Facebook masih membaca koran.

Meskipun demikian, sangat jelas bahwa para pengelola portal berita digital harus segera menyesuaikan strategi mereka kalau tidak ingin tergilas. Banyak koran dan media cetak bangkrut saat pembaca beralih ke portal berita digital. Tetapi yang tidak terlambat menyesuaikan diri, membangun versi digital sebelum terlambat, tetap dapat bertahan. Bukan hanya sekedar betahan hidup tetapi bertahan sebagai pemimpin di indsutrinya. Lihat kompas.com sebagai contoh

Lalu apa yang harus dilakukan para pengelola portal berita digital untuk tetap bertahan saat portal social media mulai mengambil alih peranannya? Paa prinsipnya, pendekatan bisnis klasik tak lekang di makan jaman, itu yang perlu diterapkan. Apa itu? Sesuatu yang tidak bisa kita kalahkan harus kita manfaatkan. Jadi kuncinya adalah bagaimana portal berita digital dapat memanfaatkan portal social media untuk tetap bertahan. Bagaimana caranya? Kapan-kapan akan kita bahas lebih lebih lengkap.

Lalu bagaimana kalau anda bukan pengelola portal berita tetapi pemilik blog yang selama ini sudah menjadi referensi pada niche tersendiri? Itu juga akan kita dalami bersama-sama di lain kesempatan.

Memahami Push-Notification dalam Mobile Marketing

Kehadiran ponsel pintar yang secara global dikenal dengan sebutan smartphone telah membuat penggunaan ponsel semakin meluas. Meskipun fungsi standar sebagai peralatan komunikasi masih tetap ada, tetapi fitur-fiturnya yang semakin kaya menjadikan fungsi-fungsi tambahan semakin banyak, dari fungsi hiburan seperti bermain games dan nonton video, fungsi sosial seperti chatting dan social media, penunjang aktivitas sehari-hari seperti belanja dan pengaturan perjalanan, sampai fungsi bisnis seperti pengaturan agenda bahkan mengatur keuangan di bank.

Sudah sejak kehadirannya, penelitian tentang cara-cara menggunakan smartphone sebagai salah satu kanal pemasaran dikembangkan. Keistimewaan pemasaran melalui smart phone yang dikenal dengan istilah mobile marketing adalah karena ponsel merupakan perangkat yang secara langsung terhubung dengan individu tertentu. Dengan demikian pesan pemasaran juga dapat dipersonalisasikan sehingga sangat sesuai dengan kebutuhan individu yang bersangkutan. Pesan pemasaran ini biasanya lebih diterima sasaran karena secara langsung memberikan kemudahan dan membuatnya merasa istimewa.

Salah satu fitur smartphone yang sangat strategis dan dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengirimkan pesan-pesan pemasaran adalah push notification.

Pengertian Push Notification

Push notification adalah pesan pendek yang muncul secara otomatis di layar smartphone. Pemilik app dapat mengirimkan pesan-pesan tersebut setiap saat meskipun pemilik smartphone tidak sedang membuka app yang bersangkutan. Ada banyak informasi yang dikirimkan melalui push notification, misalnya informasi hasil pertandingan olah raga, meminta pengguna untuk melakukan sesuatu seperti mendonwload kupon diskon, informasi mengenai event menarik seperti sale di sebuah mall, dll.

Bentuk push notification ini mirip dengan pesan singkat SMS, hanya saja push notification hanya bisa muncul pada smartphone yang sudah menginstall app yang kita buat.

Misalnya, kalau kita membuat app untuk pemesanan tiket pesawat bernama MariTraveling berbasis Android dan mengirimkannya ke Google Play. Lalu seseorang menginstall app tersebut di smartphonenya. Maka melalui app tersebut kita bisa mengirim push notification berisi promo misalnya “Promo tiket murah dari AirAsia untuk semua tujuan, booking tiketnya sekarang!” Kalau orang tersebut sudah membooking tiket, kita juga bisa mengirim pesan lain misalnya “E-ticket anda sudah kami kirim melalui email, anda dapat check in online disini sehari sebelum jadwal penerbangan.”

Semua platform smartphone yang ada saat ini, iOS dari Apple yang dipergunakan pada iPhone dan iPad, Adroid dari Google yang digunakan banyak merk smartphone, Windows Mobile, Blackberry, semua menyediakan fasilitas push notification.

Manfaat Push Notification

Push notification memberikan kenyamanan kepada pengguna app dalam bentuk informasi yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Kalau meraka tidak tertarik dengan topik tertentu pastinya mereka tidak akan menginstall app yang berhubungan dengan topik tersebut. Misalnya:

  • Hasil pertandingan segera setelah suatu pertandingan selesai atau bahkan saat pertandingan itu berjalan. Misalnya anda penggemar Persib, namun saat satu pertandingan penting yang dilakoni Persib anda sedang mengikuti event penting yang tidak bisa ditinggalkan. Lumayan kan kalau sewaktu-waktu muncul di handphone anda informasi seperti “Gol oleh Konate lewat tendangan penalty, posisi sekarang 1-0 untuk Persib Bandung”.
  • Informasi lalu lintas yang sangat penting untuk mereka yang sering berkendara di kota-kota besar yang banyak kemacetan. Kalau anda sedang bersiap-siap pulang dari kantor anda di pusat bisnis Jakarta, akan bermanfaat kalau tiba-tiba di ponsel anda muncul informasi “Kemacetan di depan gedung DPR akibat demo, sebaiknya ambil rute lain”.
  • Informasi perjalanan. Misalnya anda sudah memesan tiket pesawat terbang untuk tujuan tertentu. Akan bermanfaat jika kemudian anda diingatkan melalui smartphone anda “Untuk penerbangan anda CX880 tujuan Taipei sudah bisa check in secara online sekarang”.

Lalu apa manfaat untuk perusahaan pemilik app yang biasa dikenal sebagai app publisher? Hal sederhana tetapi sangat penting: komunikasi langsung dengan pengguna. Tidak seperti email, push notification tidak akan terjebak kotak spam. Tidak seperti SMS yang mungkin terlewatkan – atau sengaja dilewatkan – dan tidak terbaca, push notification juga tidak mungkin terlewatkan karena pasti muncul. Tidak heran kalau click-through-rate push notification ini sangat tinggi. Karena tetap bisa muncul meskipun pemilik smartphone tidak sedang menggunakan app kita, push notification terus menariknya untuk menggunakan app kita.

Beberapa pemanfaatan push notification oleh perusahaan diantaranya:

  • Promo produk untuk meningkatkan penjualan.
  • Memberikan kenyamanan lebih kepada pelanggan.
  • Mengkonversi pengguna app menjadi menjadi pembeli dan pelanggan.
  • Memperlancar proses transaksi, misalnya mengirimkan pesan bahwa transaksi sudah selesai, pembayaran sudah diterima, barang pesanan sudah dikirim, dll.
  • Mengarahkan pengguna untuk menggunakan kanal pemasaran tertentu, misalnya social media.

Sejarah Push Notification

Layanan push notification pertama kali diperkenalkan oleh Apple pada bulan Juni 2009. Apple menamakan layanan tersebut APNs, singkatan dari Apple Push Notification Service. Sebagai pesaing terkuat Apple di pasar smarphone, Google melalui Android-nya tidak tinggal diam. Hampir setahun kemudian Google memperkenalkan layanan sejenis yang dinamakannya C2DM, Google Could to Device Messaging.

Penelitian terus dikembangkan oleh kedua perusahaan raksasa teknologi tersebut. Bulan Mei 2013 Google memperkenalkan apa yang disebutnya dengan istilah rich notifications. Bukan hanya pesan dalam bentuk teks, rich notifications juga dapat diisi dengan gambar. Selain itu ada action buttons, tombol yang jika di-click akan membawa pengguna langsung melakukan hal-hal tertentu seperti memutar musik, membuka app, dll.

Pada bulan September 2014, Apple menyempurnakan sistem push notification versinya dengan memperkenalkan interactive button yang memungkinkan pemilik smartphone memberikan respon langsung atas push notification yang dikirimkan app publisher.

Menjaga Privacy

Apple sebagai merk yang dikenal sangat menghargai privacy menerapkan kebijakan tersebut dalam implementasi push notification pada perangkat-perangkat besutannya. Push notification hanya muncul kalau pemilik smartphone memberikan ijin kepada app tertentu untuk menampilkan push notification. Pemilik bisa bebas memilih untuk memberikan ijin pada app tertentu dan tidak memberikan ijin pada app lainnya. Sementara itu pesaingnya, Android, tidak mempersyaratkan ijin itu.

Pada iOS, saat pemilik smartphone selesai menginstall app dan membukanya untuk pertama kalinya sistem akan langsung menanyakan apakah app tersebut akan diberikan ijin untuk menampilkan push notification. Apapun jawaban pemilik, mengijinkan atau tidak, dapat juga diubah belakangan. Apple mencatat bahwa pengguna cenderung memberikan ijin push notification pada app yang berhubungan dengan charity, angkanya mencapai 58%. Sementara games paling banyak ditolak ijin push notificationnya, hanya 33% permintaan yang diijinkan. Untuk app bisnis yang paling banyak dijinkan adalah app dengan topik travel.

Tampilan Push Notification

contoh-push-notificationKebanyakan smartphone push notification akan tampil dalam bentuk pop-up di layar smartphone saat pemilik membuka smartphone-nya. Push notification ini akan tetap muncul meskipun app yang mengirimkannya tidak sedang dipergunakan. Biasanya push notification ditampilkan tersendiri, tidak bersamaan dengan push notification lain ataupun hal-hal lainnya, sehingga langsung menjadi pusat perhatian.

Sementara iOS memiliki apa yang disebutnya Notification Center yang menampilkan semua notifikasi, termasuk push notification, beruntun berdasarkan waktu masuknya. Notification Center ini akan muncul saat pengguna men-swipe layar dari atas ke bawah. Sementara Android menampilkan pesan yang belum dibaca pada saat layar terkunci.

Sistem iOS memungkinkan pengguna untuk mengatur push notification untuk masing-masing app. Bukan hanya mengijinkan atau tidak mengijinkan tetapi juga model pengingatnya. Misalnya apakah dengan getar, atau dengan bunyi. Jika dipilih dengan bunyi, pengguna juga bisa memilih bunyinya, misalnya bunyi bel untuk push notification dari app A, bunyi bebek untuk push notification dari app B. Pastinya bisa juga dipilih untuk tidak diam sama sekali. Pengguna juga dapat mengatur agar sistem menampilkan informasi jumlah notifikasi yang belum terbaca dalam bentuk tempelan kecil berwarna merah di sudut kanan atas icon. Sistem seperti ini tidak ada apada Android.

Push Notification Bisa Dihubungkan Dengan Lokasi

Semua smartphone dapat mengidentifikasi lokasi, dan jika pemilik smartphone mengijinkan, informasi lokasi ini dapat dibagikan, termasuk kepada app publisher. Dengan mengidentifikasi lokasi itu app publisher dapat mengirimkan push notification yang relevan dengan lokasi. Kemarin kita sempat sedikit membahas mengenai location-based marketing.

Misalnya app yang berhubungan dengan jadwal pertandingan sepak bola mengirim push notification yang menawarkan souvenir pada pengguna yang teridentifikasi berada di kota tempat pertandingan akan diselenggarakan. App mengenai travel dapat menawarkan penggunaan fasilitas executive lounge pada pengguna yang teridentifikasi sedang berada di sebuah bandara.

Strategi Push Notification

Manfaat push notification yang memungkinkan app publisher untuk berkomunikasi dengan pemilik smartphone secara langsung harus dipergunakan dengan bijaksana. Bahwa pemilik smartphone sudah memiliki ketertarikan dengan topik yang berhubungan dengan usaha yang kita miliki, itu sudah jelas, kalau tidak dia tidak mungkin menginstall app kita. Untuk pengguna iOS indikasi ketertarikan itu juga terlihat dari kesediaan pemilik smartphone untuk mengijinkan app mengirim push notification. Tapi pemanfaatan yang berlebihan justru akan membuat pemilik smartphone merasa terganggu, sehingga alih-alih tertarik dengan penawaran yang diberikan melalui push notification, dia bisa saja memilih untuk mencabut ijin pengirim push notification atau bahkan meng-uninstall app kita dari smartphonenya.

Memahami Location-Based Marketing dan Manfaatnya

Saat sedang berjalan-jalan di mall, tiba-tiba handphone anda berbunyi memberi tanda bahwa ada SMS yang baru saja diterima. Saat dibuka, ternyata isi SMS tersebut adalah promo penawaran diskon dari salah satu gerai restoran cepat saji yang berada di mall tersebut. Semakin kesini frekuensinya semakin tinggi, sekali masuk mall bisa beberapa SMS masuk dari beberapa restoran dan toko yang berbeda, tetapi semuanya berada di mall tersebut. Pada awalnya mungkin terkesan keren. Tapi lama-lama justru mulai terasa mengganggu. Akhirnya kita pasrah dan mengabaikannya begitu saja.

Sebagai manusia yang hidup di jaman modern, tentu ilustrasi tersebut bukanlah sesuatu yang asing. Kalau anda pernah atau bahkan sering mengalaminya, ketahuilah bahwa itu merupakan salah satu bentuk location-based marketing.

Pengertian Location-Based Marketing

Location-based marketing adalah salah satu metode pemasaran yang disajikan khusus berdasarkan lokasi dimana target audience alias kelompok sasaran berada. Location-based marketing tidak bermain pukul rata dengan mengirimkan pesan pemasaran yang sama kepada semua orang, dengan mengenali lokasi tempat kelompok sasaran berada, pesan pemasaran disesuaikan dengan melihat sejumlah parameter relevan seperti tradisi, budaya, dan kondisi lokasi, dll. Kemajuan teknologi memungkinkan kita untuk bisa mengidentifikasi lokasi kelompok bahkan individu yang kita targetkan.

Sebetulnya secara tradisional para praktisi pemasaran juga sudah menggunakan konsep location-based marketing ini dengan pendekatan yang tentunya berbeda karena saat itu teknologi yang kita kenal sekarang belum tersedia. Caranya dengan menyesuaikan pesan pemasaran sesuai dengan lokasi tempat pesan itu disampaikan. Misalnya saja, pesan pemasaran pada baliho yang dipasang di bandara dirancang khusus untuk mereka yang memiliki daya beli tinggi. Kenapa? Kalau mereka bisa bepergian dengan pesawat yang tiketnya relatif mahal, tentunya memang kantong mereka cukup tebal.

Berikut adalah beberapa teknologi yang memungkinkan location-based marketing disajikan dengan lebih efektif.

Telepon Pintar

Dengan harganya yang semakin lama semakin terjangkau, penggunaan smartphone alias telepon pintar menjadi semakin memasyarakat. Diketahui ataupun tidak oleh pemakainya, telepon pintar ini memiliki sistem navigasi digital berbasis satelit yang memungkinkan lokasinya diketahui dengan tepat. Artinya perusahaan dapat mengirimkan pesan pemasaran yang sesuai dengan lokasi si pengguna smartphone tadi.

Contoh: sebuah pesan dikirim melalui SMS oleh sebuah perusahaan penyewaan mobil di Bali saat seseorang berada di Bandara Ngurah Rai, Bali. Kalau orang itu sedang berada di kantornya di Singapura misalnya, penawaran sewa mobil di Bali mungkin tidak menarik. Tapi bagi orang yang baru sampai di Bali dan tentunya memerlukan layanan transportasi, kemungkinan produk atau jasa yang ditawarkan akan cocok dengan kebutuhan calon pelanggan saat itu jauh lebih tinggi.

Internet

Komputer, baik laptop maupun desktop, umumnya tidak dilengkapi sistem navigasi yang dapat mengidentifikasi lokasi. Tetapi saat komputer tersebut dipergunakan untuk mengakses internet, ceritanya menjadi lain. Setiap komputer yang terhubung ke jaringan internet akan memiliki sebuah alamat khusus yang dikenal sebagai IP address. Meskipun presisinya tidak sebaik teknologi GPS yang berbasis satelit seperti smartphone, dari IP address ini sebuah sistem komputer dapat mengenali lokasi sampai ke tingkat kota.

Geomarketing

Anda pernah mengenal istilah yang satu ini? Geomarketing adalah teknik pemasaran yang spesifik dengan lokasi dengan menggunakan berbagai fasilitas teknologi yang relevan seperti social network, search engine, pengenalan IP address, atau GPS pada smartphone. Teknologi canggih ini sekarang sudah tidak lagi hanya dikuasai perusahaan-perusahaan besar yang memiliki anggaran pemasaran raksasa. Perusahaan kecil alias UKM juga dapat menggunakan fasilitas yang disediakan perushaan-perusahaan teknologi seperti Google, Foursquare, atau Facebook untuk mengirimkan pesan pemasaran berdasarkan lokasi sasaran.

Misalnya saja kita memiliki restoran di kawasan Kuta, Bali. Kita bisa memasang iklan melalui Google sehingga para wisatawan yang sedang berada di Bali akan melihat iklan yang kita pasang. Orang yang tidak berada di Bali, karena bukan meruapkan kelompok sasaran potensial, tidak akan melihat iklan tersebut.

Manfaat Location-Based Marketing

Saat ini telepon selular, ponsel, tidak hanya dipakai untuk berbicara atau mengirim SMS. Kenyataannya bahkan banyak pemakai smartphone justru sudah sangat jarang menelepon ataupun berkirim SMS. Mereka berkomunikasi dengan menggunakan fasilitas komunikasi terintegrasi seperti Facebook Messanger, Whatsapp, Line, dll. Selain untuk berkomunikasi, kebanyakan pemilik smarphone juga menggunakan perangkat tersebut untuk mengakses platform social media dimana mereka berbagi informasi apapun, apa yang mereka rasakan, pikirkan, sedang berada dimana, sedang apa, sedang makan apa, enak atau tidak, dll.

Rata-rata platform social media, termasuk Facebook yang paling banyak digunakan, dapat mengidentifikasi lokasi dan pengguna dapat memilih untuk mempublikasikan informasi tersebut. Jadi seorang pengguna bisa mengatakan “Sedang makan enak”, mengunggah foto-foto makanan yang sedang dinikmatinya, dan sistem menunjukkan secara presisi lokasi tempat dia berada saat itu. Teman-temannya yang terhubung melalui platform yang sama bisa tergiur melihat foto-foto yang diunggahnya, dan kalau lokasinya dekat bisa saja mereka langsung meluncur.

Berikut ada beberapa manfaat location-based marketing yang umumnya didistribusikan melalui smartphone:

Komunikasi Real-Time

Perusahaan dapat berkomunikasi dengan pelanggan atau calon pelanggan yang teridentifikasi berada di dekat lokasi secara real time. Begitu seseorang teridentifikasi berada di lokasi tertentu karena dia (misalnya) check-in lewat Foursquare melalui smartphone yang dibawanya, perusahaan dapat langsung mengirimkan kupon diskon. Dengan perangkat yang sama perusahaan juga dapat mengidentifikasi jika calon pelanggan sedang menuju ke tempatnya.

Katakanlah anda mengelola restoran. Saat seorang calon pelanggan sudah masuk dan menerima pesanannya di atas meja lalu memotret dan mengunggah foto tersebut, anda sebagai pengelola restoran bisa saja langsung berkomentar “Selamat menikmati, kalau nanti anda datang lagi, kami akan memberikan diskon lebih besar”. Selain menarik pengunjung untuk datang lagi dan menjadi pelanggan, teman-teman si pelanggan tersebut juga bisa ikut tertarik.

Versi Modern dari Pemasaran “dari Mulut ke Mulut”

Portal social media yang memiliki fasilitas untuk mengidentifikasi lokasi juga memungkinkan seseorang untuk membagi pengalaman pada teman-teman yang terhubung dengannya melalui portal tersebut. Teman-temannya yang melihat dan menilai informasi tersebut menarik, mungkin akan membagikannya kepada teman-temannya sendiri. Demikian menyebar dari mulut ke mulut sehingga pengalaman yang dibagikan seseorang mungkin akan sampai kepada orang-orang yang sama sekali tidak dikenalnya.

Perusahaan tentunya harus jeli memanfaatkan ini sebagai peluang.

Memandu Menuju Tempat Kita

Kalau dulu saat seseorang mengatakan kepadanya ada restoran enak, mungkin kemudian akan ada obrolan panjang untuk menjelaskan lokasinya dan belum tentu orang yang diberi tahu akan benar-benar bisa membayangkannya. Sekarang saat seseorang membagi pengalamannya makan enak di restoran tertentu melalui portal social media misalnya, lokasi persis dari restoran tersebut bisa langsung ikut teridentifikasi. Mereka yang tertarik bisa langsung menghubungkan informasi tersebut dengan fasilitas GPS yang akan memandunya menuju lokasi.

Motivasi Pelanggan untuk Sharing

Perusahaan anda dapat memotivasi pelanggan untuk berbagi sehingga informasi bisa menyebar dengan cepat dan membuat pelanggan baru berduyun-duyun datang ke tempat anda. Perlu diingat, informasi yang diterima orang dari teman yang dikenalnya akan jauh lebih dipercayai daripada iklan yang dipasang perusahaan.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Yang paling sering dilakukan adalah dengan menawarkan diskon untuk kunjungan berikutnya bagi mereka yang men-share. Dengan begitu selain bisa mempertahankan pelanggan karena dia mungkin akan datang lagi dengan iming-iming diskon, kita juga bisa mendapat pelanggan baru karenna teman-temannya mungkin akan tertarik untuk datang juga. Teman-temannya yang datang mungkin akan tertarik dengan penawaran diskon jika mereka men-share. Berputar seperti itu terus dan semakin lama semakin meluas.

Untuk mendapat efek yang lebih besar, bisa juga digunakan kontes. Misalnya mereka yang men-share akan dilihat. Siapa yang sharing-nya di-share paling banyak diberikan hadiah tertentu.

Memonitor Kepuasan Pelanggan

Jangan terpaku hanya pada penyebaran “iklan” dari mulut ke mulut, karena selain hal positif, hal negatif yang tersebar dengan cara yang sama juga akan segera membesar. Jadi jangan lupa untuk terus-menerus memantau pembicaraan mengenai perusahaan kita di ranah social media. Hal-hal yang negatif perlu segera diluruskan dengan cara yang bijaksana. Jangan alergi dengan kritik atau komentar negatif. Cara kita menyikapi justru dapat membalik komentar negatif menjadi simpati yang menguntungkan.

Daftar Website Directory Untuk SEO 2016

Update algoritma Google yang semakin ketat akhir-akhir ini membuat praktisi dan ahli SEO seperti makan buah simalakama. Sejauh ini meskipun Google semakin menekankan pentingnya kualitas konten untuk SEO, tetapi sokongan link untuk mendongkrak ranking juga tetap sangat diperlukan. Karena itulah link building untuk SEO sekarang ini dirasa semakin sulit. Salah-salah bukan hanya tidak mendapatkan hasil yang diharapkan tetapi malah website kita tergusur karena terkena penalty.

Dari sekian banyak sumber link untuk SEO, salah satunya adalah melalui directory. Secara sederhana directory dapat dijelaskan sebagai website-website yang berisi daftar perusahaan yang menampilkan website dan link langsung ke website tersebut. Meskipun kualitas link dari directory ini memang tidak terlalu bagus, tetapi karena jumlahnya banyak dan untuk mendapatkannya relatif mudah, cepat, dan pada umumnya gratis, ujung-ujungnya submit ke directory menjadi salah satu pilihan strategi link building untuk SEO.

Namun seiring dengan pengetatan algoritma Google dalam meningkatkan kualitas hasil pencarian dengan memberangus strategi-strategi SEO yang dianggap cenderung “spammy”, directory juga terkena imbasnya. Banyak directory masuk ke dalam blacklist Google sehingga mendapat link dari situ bukannya membantu mendongkrak ranking malah bisa membuat website kita terkena penalty.

Submit ke Directory Tetap Harus Dilakukan

Tetapi tidak berarti submit ke directory merupakan teknik yang tidak bisa dilakukan lagi. Bagaimanapun dari sisi SEO website memerlukan link dan directory merupakan salah satu sumber link yang bisa kita dapat dengan relatif mudah. Selain mudah, website kita juga memerlukan link dari directory supaya komposisi bauran link website kita seimbang. Link ke website kita datang dari berbagai jenis sumber, tidak hanya satu jenis saja.

Yang terpenting adalah bahwa seperti implementasi dari teknik link building untuk SEO lainnya, submit ke directory juga harus lebih hati-hati. Kita harus benar-benar memilih untuk men-submit website kita ke directory yang berkualitas dan tentunya tidak masuk ke dalam blacklist Google. Salah satu indikator directory yang berkualitas adalah manfaatnya untuk pengguna. Directory dengan niche spesifik biasanya dianggap sebagai directory yang relatif aman karena bermanfaat untuk user yang memiliki minat khusus yang relevan.

Jangan mencari yang gampangan karena gampangan itu justru merupakan salah satu indikator rendahnya kualitas. Kalau sebuah directory menerima apapun yang disubmit, jangan ikut-ikutan men-submit karena kualitasnya pasti buruk dan berpengaruh negatif pada website kita. Yang susah ditembus, punya editor yang mengawasi bahkan merevisi apa yang kita submit, justru harus dilihat sebagai pertanda positif. Bersabar saja, ikuti prosesnya, turuti apa yang mereka minta. Karena begitu di-approve dan link-nya muncul di directory mereka, kita akan mendapat manfaat positif.

Directory untuk SEO Lokal

Salah satu parameter niche bisa jadi adalah tempat. Masuk ke dalam directory yang spesifik terhadap lokasi tidak hanya memberikan website kita link yang berkualitas tetapi juga mungkin mendatangkan pembeli yang langsung datang ke lokasi usaha. Misalnya saja kalau kita meng-SEO website untuk restoran yang kita kelola di Kuta, masuk ke dalam directory yang khusus memuat lokasi-lokasi kuliner Bali bukan hanya akan memberikan sokongan dari sisi SEO, orang mungkin akan menemukan informasi mengenai restoran kita dari directory tersebut dan langsung datang.

Berikut adalah daftar directory yang dianggap berkualitas oleh Search Engine Journal.

  1. Yelp
  2. Clasione
  3. All Business Now
  4. Yellow Pages.com
  5. Better Business Bureau
  6. Vlib
  7. 411.COM
  8. Seek On
  9. Pick N Buy
  10. Best of The Web
  11. Joe Ant
  12. DMOZ
  13. Map Quest
  14. City Data.com
  15. Health Fitness Nutrition
  16. MedlinePlus
  17. Starting Point
  18. Hotfrog.com
  19. Search Pure

Submit Otomatis? Ke Laut Aje!

Kalau dulu penggunaan software untuk men-submit ke ratusan bahkan ribuan directory dengan judul dan deskripsi yang sama persis secara otomatis sangat populer, sekarang jangan pernah menggunakannya lagi. Sekarang Google menginginkan konten yang unik. Kalau anda men-submit website anda ke 10 directory, bukan hanya anda harus men-submitnya satu per satu secara manual, tapi anda juga harus menulis judul dan deskripsi yang cukup, berkualitas, dan yang paling penting harus unik.

Memang tidak mudah. Kalau anda menulis 10 artikel yang berbeda tentang hal yang sama saja sudah cukup membuat anda kesulitan mendapatkan sesuatu yang unik, lebih pendek apalagi. Biasanya kalau kita posting ke directory memang kita tidak terlalu panjang menuliskan deskirpsi. Hanya satu atau beberapa kalimat saja. Membuatnya menjadi unik justru jauh lebih sulit. Tapi itulah yang harus kita lakukan, daripada kena penalty Google.

 

Trik Implementasi Rich Pin Untuk Marketing Dengan Pinterest

Dalam bahasan terdahulu melalui posting berjudul Strategi Marketing Dengan Pinterest kita sempat bicara mengenai pentingnya penggunaan Rich Pin dalam aktivitas marketing dengan Pinterest. Kalau anda lupa atau belum sempat membaca sehingga tidak mengetahui apa itu Rich Pin pada Pinterest, mungkin ada baiknya kita kutipkan lagi untuk sekedar menyegarkan ingatan.

Rich Pin memungkinkan kita untuk memperkaya Pin dengan memasukkan informasi tambahan dari domain kita sendiri. Saat ini tersedia 6 jenis Rich Pin yang masing-masing menawarkan cara berbeda untuk menarik pengguna. Diantaranya ada Pin Recipe yang memungkinkan kita menyisipkan resep pada Pin, Pin Place untuk menyisipkan lokasi, dan Pin Product yang memungkinkan pengguna untuk membeli produk yang di-Pin.

Lalu bagaimana kalau kita tidak memiliki produk yang cocok dengan keenam jenis Rich Pin yang sudah tersedia itu? Apakah kita harus menunggu sampai Pinterest kemudian menciptakan dan memperkenalkan Rich Pin jenis baru yang lebih sesuai? Pastinya tidak. Selama kita memiliki website, memiliki blog, kita bisa tetap mengambil manfaat optimal dari Rich Pin dengan mengimplementasikan trik marketing dengan Pinterest yang akan kita bahas dalam postingan ini.

Kalau Rich Pin saja masih jarang diketahui apalagi dimanfaatkan orang, apalagi yang satu ini, lebih jarang lagi yang tahu apalagi memanfaatkannya. Jadi perhatikan baik-baik, karena kalau anda memanfaatkannya secara konsisten, bisa saja membawa keberhasilan dalam implementasi marketing dengan Pinterest yang anda lakukan.

Teknik Supaya Posting Blog Bisa Dijadikan Rich Pin

Nah untuk anda yang tidak bermain dengan hal-hal yang sudah tersedia Rich Pin-nya, Pinterest membukakan pintu supaya posting blog kita bisa di-Pin dalam bentuk Rich Pin. Hebatnya lagi, Pin dalam bentuk Rich Pin dari blog kita ini dapat dilakukan oleh siapa saja yang mengunjungi website kita, dengan cara yang sangat sederhana, tinggal click. Pin yang muncul akan menampilkan judul posting, ringkasan isinya, nama penulis, link ke postingannya di blog, dan sejumlah informasi lainnya.

Hanya saja memang untuk dapat menikmati manfaat ini, kita mesti mau bersusah-susah dulu sedikit. Ada dua cara yang tersedia, dan keduanya kita akan bahas di bawah ini.

Open Graph

Meskipun diciptakan oleh Facebook, markup Open Graph yang merupakan informasi tambahan yang disisipkan di bagian awal posting ini juga dapat dimanfaatkan oleh Pinterest. Caranya tinggal sisipkan saja kode berikut di bagian header pada kode HTML halaman website atau posting blog anda. Artinya anda memang harus sedikit mengerti bagaimana caranya meng-edit HTML.

Kodenya seperti berikut. Jangan lupa untuk mengganti informasi di antara tanda kutip (“) sesuai kebutuhan. Yang ini hanya contoh saja.

<head>
 <meta property=”og:title” content=”Strategi Marketing Dengan Pinterest”/>
 <meta property=”og:description” content=”Popularitasnya yang semakin melejit membuat Pinterest mulai dilirik sebagai salah satu kanal marketing pontensial, pelajari caranya disini.”/>
 <meta property=”og:type” content=”article”/>
 <meta property=”og:url” content=”http://artamaya.web.id/strategi-marketing-dengan-pinterest/”/>
 <meta property=”og:site_name” content=”Artamaya”/>
 <meta property=”article:published_time” content=”2016-04-16T21:8:24-05:00″/>
 <meta property=”article:section” content=”Marketing”/>
 <meta property=”article:tag” content=”Pinterest”/>
 <meta property=”article:tag” content=”Social Media”/>
 <meta property=”article:author” content=”Adi Arifin” />
 </head>

Meta yang wajib ada untuk Open Graph adalah:

  • og:type: Harus diisi dengan “article” atau “og:article”.
  • og:title: Judul artikel, tidak boleh ada kode HTML.
  • og:description: Ringkasan atau penjelasan mengenai isi artikel, juga tidak boleh ada kode HTML.

Yang berikut ini opsional, boleh ada ataupun tidak, tetapi sebaiknya ada:

  • og:site_name: Nama website atau blog kita.
  • og:url: URL, link ke halaman web atau posting blog kita.
  • article:published_time: Waktu publikasi.
  • article:modified_time: Waktu update terakhir, kalau pernah di update setelah publikasi.
  • article:author: Nama penulis konten atau pemegang hak ciptanya.
  • article:section: Kategori dari konten yang relevan.
  • article:tag: Tag ini kurang-lebih seperti keyword, bisa disamakan dengan tag pada blog. Hanya saja penulisannya, kalau ada lebih dari satu tag, masing-masing harus dimasukkan menjadi satu baris tertentu lengkap dengan atributnya.

Schema.org

Kode markup Schema.org merupakan standar universal yang bisa diterima oleh banyak sistem, diantaranya search engine terkemuka seperti Google dan Yahoo. Penggunaannya sama seperti Open Graph, harus mengedit kode HTML untuk menyisipkannya.

Berikut contoh penggunaan kode markup Schema.org:

<meta property=”og:site_name” content=”Artamaya” />
 <div itemscope itemtype=”http://schema.org/Article”>
 <meta itemprop=”url” content=“http://artamaya.web.id/strategi-marketing-dengan-pinterest/” />
 <span itemprop=”name” content=”Strategi Marketing Dengan Pinterest” />
 <span itemprop=”author” content=”Adi Arifin” />
 <span itemprop=“datePublished” content=“2016-04-16T21:2:46-05:00” />
 <span itemprop=“articleSection” content=“Marketing” />
 <span itemprop=“keywords” content= “Pinterest” />
 <span itemprop=“keywords” content= “Social Media”/>
 <span itemprop=“wordCount” content=“420”/>
 <span itemprop=”description”>Popularitasnya yang semakin melejit membuat Pinterest mulai dilirik sebagai salah satu kanal marketing pontensial, pelajari caranya disini.</span>
 </div>

Perhatikan baris pertama. Karena Schema.org tidak menyediakan markup untuk nama website, kita terpaksa menyisipkan kode dari Open Graph.

Sepertinya sih masing-masing baris dari contoh di atas sudah relatif jelas dengan sendirinya ya? Tetapi untuk memastikan kita sama-sama memahaminya dengan benar, tidak ada salahnya kita bahas dengan lebih detai lagi isi dari masing-masing markup ini.

Yang wajib ada adalah sebagai berikut:

  • url: URL dari link ke artikel, halaman web, atau posting web ybs.
  • name: Judul artikel.
  • description: Keterangan atau ringkasan posting tersebut..

Seperti pada Open Graph, ada juga markup-markup yang sifatnya optional tapi tetap lebih baik kalau kita lengkapi saja sekalian:

  • datePublished: Tanggal publikasi.
  • author: Nama penulis.
  • articleSection: Kategori
  • keywords: Fungsinya sama seperti Tag pada Open Graph, penggunaanya juga sama, jika ada lebih dari satu maka masing-masing dimasukkan dalam baris tersendiri.
  • wordCount: Jumlah kata dalam posting tersebut.

Submit Untik Approval Oleh Pinterest

Sebelum Rich Pin anda di-submit untuk mendapatkan approval dari Pinterest, sebaiknya divalidasi dulu untuk memastikan bahwa kode-kodenya sudah terpasang dengan benar. Meskipun tidak ada hukuman atau penalty untuk men-submit Rich Pin yang salah, tentunya akan menghemat waktu kalau sekali submit langsung di-approve, daripada ditolak dulu hanya karena kesalahaan menyisipkan kode.

Caranya gampang, Pinterest sudah menyediakan tool untuk melakukannya. Kita dapat mengaksesnya melalui link berikut developers.pinterest.com/rich_pins/ lalu tinggal masukan URL dari artikel atau posting blog yang baru kita pasangi markup tadi

Selanjutnya tinggal submit dan sabar menunggu saja. Biasanya lumayan lama, ada yang sampai sebulan. Makanya kalau sampai ditolak hanya gara-gara menyisipkan kodenya kurang sempurna lalu ditolak dan kita harus mengulang lagi, makin banyak waktu yang terbuang.

Plugin WordPress Untuk Open Graph

Kalau kita cukup terbiasa dengan HTML, mungkin pekerjaan diatas tidak terlalu rumit. Sedikit makan waktu tapi dibandingkan manfaatnya mendukung usaha kita dalam marketing dengan Pinterest, tidak ada apa-apanya. Tapi kalau masih terasa ribet, atau anda misalnya ingin memberi kemudahan karena posting akan dilakukan orang lain, karyawan misalnya, prosesnya kita bisa permudah, terutama kalau website atau blog anda menggunakan mesin WordPress. Tinggal cari dan install saja plugin yang sesuai. Saya biasanya lebih memilih plugin WordPress untuk Open Graph, karena selain melalui Pinterest saya juga bermain marketing dengan Facebook.

Jasa Internet Marketing Indonesia

Internet marketing bisa dilakukan bleh sapa saja. Ilmunya bertebaran di dunia maya. Sementara itu yang lebih petting adalah mengimplementasikannya secara consisten sampai mendapatkan hasil. Tapi bagi sebagian orang yang waktunya lebih bermanfaat dipergunakan untuk fokus pada faktor-faktor yang lebih esensial dalam bisnisnya, menggunakan jasa internet marketing lebih relisais. Jika anda mencari jasa internet marketing Indonesia terbaik, coba kunjungi website http://artamaya.com

Jasa SEO Indonesia

Jika anda meluangkan waktu cukup untuk mempelajari SEO anda akan segera memahami bahwa SEO adalah pekerjaan yang menuntut kita meluangkan cukup banyak waktu secara terus menerus dalam jangka panjang. Sebagai pengusaha biasanya justru itulah yang sulit kita sediakan. Karena itu banyak perusahaan memutuskan untuk menyewa penyedia jasa SEO. Kalau anda tertaik untuk mencari penyedia jasa SEO Indonesia yang terpercaya, coba kunjungi website http://artamaya.com

Go to Top